Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 44 : Mencoba meminta Maaf.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Setelah reka adegan semalam mereka lakukan lagi untuk kedua kalinya dengan sadar, kini Sultan mengantarkan Ziell ke Kos-kosan di mana Ziell tinggal.


Di dalam perjalanan tidak ada yang berbicara terutama Ziell yang diam seribu bahasa karna dia merasa malu dengan kejadian semalam dan kejadian tadi pagi yang menggelora.


Tapi sungguh, Ziell tidak menyesal bahkan si polos itu menikmatinya. Otaknya kini tercemari dengan hal hal yang berbau mesum dan berciuman.


β€’


Mobil Sultan berhenti tepat di depan gerbang kos-kosan milik Ziell, ''Makasih ya Kak, udah anterin aku.'' Ujar Ziell dengan malu, bahkan ia enggan menatap Sultan karna malu.


''Tunggu.'' Sultan memegang pergelangan tangan Ziell yang tengah di landa kegugupan.


''I-iya Kak.''


''Sini deh, Kakak bisikan sesuatu.''


Ziell memberikan telinganya, "Apa Kak.''


Cup.


Sultan mengecup leher Ziell hingga Ziell terkejut. ''Kakak iiihhh.''


''Kapan kamu pulang ke Bandung?''


Ziell cemberut. ''Besok sepertinya aku pulang dulu, melihat kedua Orangtua ku, Kak.'' Jawabnya dengan cetus.


''Bersiaplah, besok Kakak jemput dan berangkat ke Bandung bersama.''


''Apa nggak ngerepotin Kakak?''


''Nggak! Kakak sekalian ingin mengecek cabang pabrik di Bandung.''


''Ouhhh ...''


''Ziell.'' Panggil Sultan


''Iya ...''


''Mau lagi nggak?''


''Apa?''


''Itu.'' Ucap Sultan menaik turunkan kedua alisnya menggoda Ziell.


''Ish Kakak tuh mesum!''


Ziell langsung keluar dari dalam mobil melambaikan tangannya saat mobil Sultan pergi dengan perlahan. Entah mengapa, dia benar-benar nyaman berdekatan dengan Sultan ... dan dia pun dengan cepat bisa melupakan rasa sakit yang dia rasa.


''Yaa ... obat terbaik dari patah hati adalah membuka hati lagi pada pria lain.'' Gumam Ziell, bergegas masuk kedalam kos-kosan nya.


Namun langkah nya terhenti ketika mendengar seseorang yang sedang berbincang-bincang sambil berbisik. Ziell yang kepo mencoba untuk mendengarkan obrolan para cabe-cabean namun ketahuan dan di panggil.


''Ziell ... sini kau, jangan ngumpet di situ.''

__ADS_1


''He heh he he.'' Ziell melangkah lalu duduk bergabung, "Lagi ngomongin apa sih enak bener?" tanya Ziell sambil nyomot rujak di depan nya.


''Kita lagi gibahin orang lhoo ... mau gabung rupanya kau?'' tanya Suzan.


''Gibahin apa rupanya?'' tanya Ziell, sepertinya dia sudah terbiasa mendengar'kan orang menggibah dan terkena virus nya.


Karna bagi Ziell, ini adalah pengalaman paling mengasikkan jika membicarakan orang lain ... apa lagi yang membicarakan sangat heboh.


''Eh, ada tau Kalen yang ngekos baru di lantai atas?''


''Iyaa, dia baru seminggu ini 'kan masuk ke Kos-kosan ini.''


''Dia itu kemaren datang ke kamar ku, kata nya mau minjam uang buat bayar cicilan pinjol nya.''


''Ihhh, ngapain dia minjem uang sama kamu? gaya nya aja hedon! Kenapa dia Nggak open Ob aja sih.''


''Heii B.o buka O.b'' teriak semua orang meningkatkan."


Begitulah mereka menggibah hingga tak punya batas waktu, sedangkan si polos Ziell hanya menjadi pendengar sambil memakan cemilan yang tergeletak banyak di atas meja.


"Lumayan 'lah yaa ... buat ganjel perut." Gumam Ziell dalam hati, karna dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli cemilan.


β€’


β€’


β€’


Malam hariβ€’


Kini Guntur keluar dari dalam mobil dan memberi tau pada satpam yang bertugas jika dia ingin bertemu dengan Ziell.


Pak satpam pun menyuruh Guntur untuk menunggu di gazebo, sedangkan dia akan mengabari Ziell jika ada tamu yang berkunjung.


Tok. Tok. Tok.


''Neng Ziell, ada yang mencari ... pria yang biasa suka kesini.''


''Iya ...'' Teriak Ziell dari dalam.


Ziell berpikir ... jika yang datang menemuinya adalah Sultan, ia pun bergegas kuar kamar tanpa memakai kecamata yang menghalangi kecantikan yang dia sembunyikan.


Ziell celingak celinguk mencari Sultan, lalu ia melihat sosok pria yang tengah duduk di gazebo dengan cahaya yang kurang terang hingga Ziell tidak begitu jelas melihatnya.


Ziell pun melangkah mendekat, lalu memanggil .


''Kakak.''


Deg.


Bola mata mereka saling beradu dengan jarak yang tidak jauh, bertukar pandang dengan rasa yang aneh. Jantung kedua nya berdebar tak menentu, rasa keterkejutan mereka bagaikan badai yang menghantam ulu ati mereka masing-masing.


Ada dua pandangan yang mereka tunjukan, salah satu pandangan dengan pandang memuja dan tidak menyangka jika selama ini yang dia kira buruk rupanya masih segar dan terlihat menggiurkan mata.


Namun pandangan lain, mengisyaratkan rasa benci, sakit hati, dan muak atas perlakuan nya. ''Ngapain kamu di sin!'' Sentak Ziell melipat kedua tangan nya di dada, membuat Guntur sadar dari rasa kagum nya.


''Ak-ak-aku ... mmmm'' Guntur tergagap, karna melihat paras Ziell yang ternyata sangat cantik. ''Zi-Ziell apa in-ini kamu?'' tanya Guntur spontan.

__ADS_1


''Sudah ah aku nggak punya waktu.'' Ziell hendak pergi namun di cegah oleh Guntur.


''Tunggu Ziell! Please ... forgive me.''


Ziell melepaskan pergelangan tangannya yang di pegang oleh Guntur dengan kasar. ''Kau pikir semudah itu aku memaafkan mu? Heh, jangan pernah harap aku mau memaafkan mu!" Sentak Ziell.


''Aku benar-benar menyesal Ziell.''


''Aku nggak perduli, dan aku nggak mau tau kamu nyesel atau nggak Van! Kamu pikir dengan cara menghinaku dan mempermainkan cintaku, aku akan terpuruk dan menangisi mu di setiap saat! Ha ha ha ha kau salah besar.'' Ujar Ziell panjang lebar, lalu meninggalkan Guntur yang terdiam.


''Kau menolak ku saat ini, namun di masa depan kamu akan tetap menjadi milik ku Rapunzell. Aku akan buat Ayah mu menyukai'ku hingga ayah mu sendirilah yang akan memintaku untuk mempersunting dirimu.'' Gumam Guntur dalam hati penuh tekad.


Guntur pulang ke Mansion dengan kesal, hatinya masih bertanya tanya siapa pria yang menjawab telpon darinya. Bahkan beberapa kali Guntur sempat melihat ponselnya karna takut salah melakukan panggilan.


Namun ketika Guntur sudah berada di depan pintu masuk, Guntur menghentikan langkahnya dan menarik nafas dengan dalam ... membuang segala emosi yang ada di dalam hatinya, karna dia masih harus berpura-pura baik dengan Ibu nya agar tidak mengamuk dan mengusirnya lagi.


''Asalamualaikum ...'' Ucap Guntur dengan merdu dan mendayu dayu.


''Walaikum'salam.'' jawab Mom Kaleea dan Dad Ryan, secara bersamaan.


Guntur menyalami tangan kedua Orangtua nya secara bergantian, lalu duduk di sofa berhadapan dengan mereka.


''Mom, boleh aku tanya sesuatu?''


''Boleh, kenapa?''


''Mom ingat Rapunzell, anaknya Om Agam?''


Mom Kaleea mengangguk, Guntur pun senang dan langsung berlari untuk duduk di sisi sang Ibu. ''Mom, bagaimana kalau Mom jodohin aku sama anaknya Om Agam.'' celetuk Guntur membuat Mom Kaleea mengerutkan keningnya.


''Kamu yakin mau di jodohin?''


Guntur langsung mengangguk. ''Jodohin aku sama Rapunzell Mom.'' rengek Guntur.


''Kenapa mendadak? udah kebelet kawin, Lu?''


Guntur hanya menyengir, ia tidak mungkin menceritakan kejadian yang sudah dia alami. Cukup Guntur akan mulainya dari awal dan mendapatkan Ziell bagaimana pun caranya.


Mom Kaleea mendesah dengan berat, ''Bukan Rapunzell yang sekarang menjadi masalahnya, tapi Om Agam 'kan tidak menyukai mu.''


Guntur terdiam. ''Jadi ... sampai sekarang Om Agam tidak menyukai'ku?'' Guntur sedikit terkejut.


''Yaa ... begitulah.''


Guntur mendesah kecewa, lalu dia menatap sang Ibu dengan segala tipu muslihatnya. ''Mom, aku punya rencana.''


''Apa?''


Guntur pun membisikan sebuah rencana, agar Om Agam menyukainya dan mau menerima dia sebagai calon menantu idaman. Pokoknya Guntur sudah merencanakan segudang rencana untuk mendapatkan Apuu miliknya, Apuu yang dia tunggu sampai hari ini.


Bagaikan pepatah mengatakan. Jika hati anaknya ingin di dapat, maka dapatkan 'lah hati kedua Orangtua nya terlebih dahulu.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2