
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Dhug!!
...Dhug!!...
Guntur mencoba untuk mendobrak pintu yang sudah dia rusak sebelumnya, hingga pintu itu sedikit terbuka dan mengeluarkan cahaya.
Guntur benar-benar prustasi terkurung di sini selama dua hari, ia harus segera keluar dari tempat ini sebelum terlambat.
Hingga pada akhirnya ... Guntur berhasil mendobrak pintu itu hingga rusak tak beraturan. Guntur segera keluar walau tenaganya sudah terkuras habis, tapi ia harus cepat cepat sampai ke tempat di mana sang Om melakukan acara pernikahan.
Guntur berlari keluar dari gerbang, lalu melihat kanan kiri dan menghentikan mobil yang melaju.
''Pak! tolong bantu saya Pak, antarkan aku ke alamat xxxx nanti saya bayar tiga kali lipat.''
Pria itu terdiam dan mengangguk. ''Baik, ayo naik.''
Guntur dengan semangat naik kedalam mobil, lalu mobil itu pun melaju menuju ke tempat di mana semua keluarga sudah berkumpul untuk menyaksikan ijab kabul.
''Pak, bisa di percepat nggak?''
''Ini juga sudah maksimal, sebentar lagi nyampe.''
Guntur resah dan gelisah, seakan perjalanan kali ini begitu lama ... padahal hanya sebentar lagi ia akan sampai di Hotel.
''Waduh, macet Pak.''
''Haissss ... sialan! Ya sudah pak, saya turun di sini dan ini bayaran nya.'' Guntur melepaskan jam mahal miliknya dan langsung keluar dari dalam mobil dan berlari sekuat tenaga.
Perut lapar, kaki pegal, dengan tampilan acak-acakan Guntur terus berlari hingga menubruk beberapa orang yang ada di depan nya, namun Guntur tidak perduli walau banyak orang yang sedang menyuarakinya ceroboh.
Yang ada di dalam pikiran nya saat ini, yaitu menggagalkan pernikahan Ziell dan Om nya.
Tap. Tap. Tap.
Kaki itu terlalu gigih berlari hingga tanpa terasa sudah sampai di depan hotel, Guntur segera masuk menerobos para Scurity yang sedang berjaga.
''Hey! Berhenti."
Guntur tidak perduli, ia terus berlari saat ia mendengar suara jika ijab kabul akan di ucapkan.
"No. No. No!" Guntur semakin mempercepat kakinya.
Sedangkan di dalam Ballaroom ...
''Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Sultan Adiwangsa Pratmadja bin Pratmadja Wiratsono dengan anak saya yang bernama Rapunzell Bilal Ardenia dengan mas kawin berupa seperangkat alat solat dibayar tunai.''
''Saya terima nikahnya dan kawinnya Rapunzell Bilal Ardenia binti Agam Assaud muhktar Al Bilal dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.''
''Bagaimana para saksi, Sah?''
Sah. Sah. Sah. Sah.
Ucapan do'a di iringi oleh penghulu, yang mana itu artinya Sultan dan Ziell sudah sah menjadi suami istri hari ini dan seterusnya.
kedua pasangan itu tersenyum bahagia saat Ziell untuk pertama kalinya mencium tangan sang suami, di lanjut Sultan mengecup kening Ziell di iringi do'a.
__ADS_1
Semua yang menyaksikan acara sakral ini begitu terharu dan bahagia ... namun tidak dengan seorang pria yang berdiri mematung di pintu masuk.
Guntur ... hatinya seakan tertusuk ribuan jarum yang mana membuat jantungnya berhenti berdetak. Kaki yang tadi kokoh berlari kini lemas terkurai, seakan tidak sanggup untuk menopang berat badannya.
Guntur merasa jika ia tidak bisa bernafas, seakan tenggorokan nya tercekik oleh sebuah kenyataan yang pahit, jika orang yang dia inginkan sudah di miliki oleh orang lain.
Bahkan Guntur tidak menyadari jika tubuhnya sedang di seret oleh dua scurity dan membawa nya keluar dari Ballaroom.
Brugh!!
Tubuh Guntur di lempar keluar dari hotel, ''Pergi sana! Dasar orang gila.''
Tidak ada respon dari Guntur yang mana jika dulu ia di rendahkan pasti bakan melawan, tapi kali ini Guntur diam dengan tatapannya yang kosong, ia bangkit dan berdiri lalu melangkah pergi entah kemana.
β’
β’
β’
β’
β’
Prosesi akad telah Sultan dan Ziell lewati, pasangan raja dan ratu satu malam itu kini tengah berdiri di atas pelaminan sambil menyalami setiap tamu yang hadir.
''Cantik.'' kata pertama saat tamu memuji Ziell waktu bersalaman dengan nya, bagaimana tidak! Ziell benar-benar sangat cantik dengan pakaian pengantin yang didominasi warna putih dan silver, serta siger Sunda bak ratu keraton dan make up tebal ala pengantin.
''Istriku.'' Bisik Sultan dengan kerlingan mata nakal dan menggoda, ia berikan pada wanita yang sudah sah menjadi istrinya beberapa menit lalu.
''Apa sih Kak.''
''Iyaa ... nanti Ziell ganti.'' jawab Ziell tanpa melihat Sultan, sungguh ia malu untuk bertatap mata dengan pria yang Sudan menjadi suaminya ini.
''Udah siap malam pertama belum?''
''Kakaaaaak iiihh!''
''Kenapa istriku ... mau di cium yaa?''
''Jangan bikin aku malu dan salting deh ...'' Ziell merengek dengan manja.
''Ummm ... gemes deh, pengen cepat cepat malam aja.'' Sultan mencubit kedua pipi Ziell dengan gemas.
''Kakak! Makeup ku luntur nanti!''
Kedua sejoli itu tidak sadar jika kelakuan mereka menjadi tontonan para tamu yang hadir di acara ini, hingga mereka yang melihat kelakuan pasutri baru mengulum senyum dan ikut bahagia melihat kedua pengantin yang harmonis.
Jam menunjukkan pukul empat belas tiga puluh, yang mana pertengahan hari acara pertama selesai dan akan di lanjut nanti malam untuk resepsi.
Ziell langsung pergi ke kamar hotel untuk istirahat sejenak, sebelum ia di pajang kembali di pelaminan nanti. Tubuh dan kakinya terasa pegal, apa lagi di bagian kepalanya yang sangat berat seakan menopang beras seberat sepuluh kg.
__ADS_1
Ziell pun segera meminta tolong pada penata rias untuk melepaskan semua pernah pernik yang ada di tubuhnya.
Hingga tak lama, Ziell pun sudah merasa lega karna terlepas dari baju pengantin yang menurutnya terlalu ribet dan sesak untuk bernafas.
Ziell yang kelelahan terbaring di atas ranjang pengantin, hingga tanpa dia sadari jika jiwanya pergi ke alam mimpi.
Sedangkan sang pengantin pria masih masih sibuk menemui para kolega dan rekan bisnis yang baru saja datang.
Cukup lama berbincang, Sultan pun ingin beristirahat karna lelah, ia pun segera melangkah ke arah di mana kamar hotelnya berada
Di dalam lift, Sultan mencoba menghubungi Guntur yang belum datang sampai saat ini dan ia berharap jika Guntur akan hadir nanti malam.
''Maafkan Om, Nak. tidak ada maksud Om untuk egois.'' Gumam Sultan sambil memejamkan kedua matanya dengan pasrah.
Ting!
Pintu lift terbuka, Sultan pun keluar dan masuk kedalam kamar hotelnya. Saat pintu kamar terbuka, Sultan melihat jika istrinya sedang terbaring dengan nyenyak di atas peraduan, Sultan pun melepaskan semua benda yang ada di tubuhnya dan hanya menyisakan kaos putih dan boxser saja.
Cup.
Sebuah kecupan mendarat di bibir wanita yang sangat ia cintai, lalu Sultan mengecup seluruh wajah istrinya hingga Ziell mengerjap, saat merasakan jika tidurnya di ganggu.
''Sayang ... bangun.'' Bisik Sultan tepat di telinga Ziell, "Boleh nggak malam pertama nya di cicil.''
β’
**Ya elah Bang! minta di cicil, nggak tahan yaaa**....
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1