Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 84 : Detik detik menuju hari bersejarah.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Sore ini ... keluarga Bilal mengadakan acara siraman di kediaman mereka secara khidmat dan penuh haru akan isak tangis dari sang pengantin wanita, yang tidak kuasa menahan air mata ketika meminta restu pelepasan nya.


Termasuk Mama Ella yang sedari dalam rumah terus menitikan air matanya, ia merasa jika moment seperti ini membuat ia lemah, apa lagi saat pembawa acara melantunkan solawat dan do'a ketika mengiringi langkahnya.


Ya Nabi Salam 'Alaika


Ya Rasul Salam 'Alaika


Ya Habib Salam 'Alaika


Sholawatullah 'Alaika


Asyroqol Badru 'Alaina


Fakhtafat Minhul Buduruu


Mitsla Husnik Maa Ro'aina


Khottu Ya Wajha Sururii


Ziell yang sudah cantik mengenakan baju yang terbuat dari bunga melati menitupi bahunya, berlutut di hadapan kedua orang tuanya untuk meminta restu.


''Mah, Pah ... Ziell tidak bisa merangkai kata yang bagus, apa lagi pantas untuk di ucapkan. Tapi Ziell berharap kalian selaku kedua orangtua Ziell berkenan memaafkan semua kesalahan yang pernah Ziell lakukan."


"Papah dan Mama sudah merawat Ziell sedari kecil dengan penuh rasa sayang dan cinta, hingga Ziell menginjak kedewasaan yang sempurna ... oleh karna itu. Ziell ingin mengucapkan terima kasih dan meminta maaf jika Ziell memiliki banyak salah kepada kalian."


"Mah ... Pah ... restuilah Ziell untuk menikah dengan pria yang Ziell pilih menjadi suami, yakni Sultan Adiwangsa Pratmadja. dia adalah sosok pria yang akan membawa Ziell dalam kebahagiaan di setiap langkah yang akan Ziell jalani."


Ucapan Ziell dengan isak tangis memeluk lutut sang Ayah,


"Nak ... sudah kewajiban kami sebagai orang tua, mengikhlaskan mu menuju ke jenjang pernikahan yang kau impikan. Kami selaku orangtua mu menerima dengan rasa bahagia dan ikhlas memaafkan segala kesalahan dan perbuatan mu, baik itu di sengaja atau tidak."


"Atas niat baik dan mulia mu ... Papah, Mamah dan Adam kakak mu merestui kamu untuk menikahi pria yang kamu pilih dan kamu cintai ... yakni, Sultan Adiwangsa Pratmadja."


Dada Papah Agam begitu sesak melepas putri kesayangannya, hingga ia mencoba untuk bertahan walau suaranya bergetar menahan tangis yang ingin dia keluarkan.


"Nak ... semoga pilihan mu bisa membimbing dirimu ke jalan yang di ridhoi oleh Allah subhanahu'wataala. Jadilah istri yang baik dan solehah Nak, kami menyayangi dirimu dengan segenap jiwa dan raga."


Ke empat orang itu berpelukan, menangis, dan saling menguatkan satu sama lain ... hingga acara pun berlanjut.




Perlahan-lahan Papah Agam menyirami air yang sudah di isi oleh bunga-bunga dan yang lainnya, mengecup kening sang anak yang akan segera menjalin hiruk biduknya rumah tangga.



![](contribute/fiction/5383112/markdown/11244335/1664838453018.jpg)



Satu persatu anggota keluarga termasuk sang Kakak menyirami Ziell secara bergantian.



"Jadilah istri yang baik, Kakak sangat menyayangimu Dek." Bisik Adam, lalu mengecup kening sang adik.



Di lanjut dengan pemotongan sedikit rambut oleh sang Papah dan sang Ibu sambil membaca do'a, lalu yang terakhir menyawer di iringi sinden dari pembawa acara.




__ADS_1










•Hari menegangkan•



Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, pesta pernikahan yang di gelar di Hotel milik keluarga Arrashid sudah di dekor tepat waktu.



Ballaroom di sulap menjadi mewah dan elegan, di padu dengan warna putih dan ungu lylak. Para tamu undangan sudah hadir satu persatu untuk menyaksikan acara sakral yang mendebarkan.



![](contribute/fiction/5383112/markdown/11244335/1664840458034.jpg)



Sebuah pesta pernikahan yang sangat mewah bak di dalam dongeng. Terlihat di sisi lain jika Ziell sudah mengenakan baju pengantin berwarna putih dan siger khas Sunda yang sangat cantik dan mewah, dengan riasan bak berbie hidup membuat semua orang takjub akan kecantikan yang Ziell miliki.



Ziell sangat gugup dan tegang, terutama Sultan yang tidak bisa menutupi rasa gugupnya karna harus mengucapkan ijab kabul dengan lancar.




"Jangan tegang, rilex aja dan bernafas secara perlahan." Ujar sang Kakak yang baru saja masuk kedalam kamar Sultan.



"Apa semua sudah selesai?" Tanya Mom Kaleea pada penata rias dan penata busana.



"Semuanya sudah selesai Nyonya."



"Aaahh bagus, tinggalkan kami berdua dan panggil jika acaranya akan di mulai."



"Baik Nyonya." Semua orang pun keluar meninggalkan kakak beradik yang ingin mengobrol empat mata.



"Kak, apa Guntur belum bisa di hubungi?" Tanya Sultan yang sedikit sedih karna di hari bahagianya sang keponakan tidak hadir.



Mom Kaleea menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Sultan. "Mungkin dia ingin sendiri dulu, biarkan dia dan pikirkan pernikahan mu saja."



"Apa Guntur akan baik baik saja?" Sultan terus memastikan.

__ADS_1



"Dia pasti baik-baik saja ... percaya denganku, Guntur pasti akan datang walau agak sedikit terlambat." Jawab Mom Kaleea, sambil merapihkan jas yang Sultan pakai.



Sultan tersenyum "Baiklah Kak."



"Jangan tegang yaa ndut, nanti malam saja tegang nya haha ... hahah." Guyon Mom Kaleea, yang mana membuat Sultan memutar matanya dengan malas.



Bisa-bisanya ia yang sedang tegang dan gugup, sang Kakak malah berguyon hal yang di luar kepalanya. "KAK!"



"Hehe hehe ... Bercanda! oh iyaa, Kakak baru saja ke kamar si Ziell tuh. Dia udah cakep benerrrrr." Mom Kaleea mengacungkan dua jempolnya.



Sultan langsung tersenyum bersamaan dengan dadanya bergemuruh, ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon istrinya.



''Pak, acaranya sudah di mulai." salah satu staf memberi tau.



"Baik." Jawab Sultan, yang semakin tidak karuan.



Sultan dan Mom Kaleea saling pandang, lalu mereka bergandengan tangan menuju Ballaroom.



Mom Kaleea melihat tangan yang di genggam Sultan, ia tersenyum penuh haru saat memandang sang adik yang kini sudah dewasa, ia begitu bangga pada dirinya sendiri karna sudah bisa membesarkan seorang adik dengan penuh rasa sayang dan cinta.



Sekelebat bayangan tentang masalalu, di mana kebersamaan mereka yang penuh canda dan tawa akan kejailan yang pernah mereka lakukan dulu ... membuat Mom Kaleea terkekeh bersama tetesan air mata yang keluar tanpa di komando.



''Sultan adik ku tercinta, terima kasih karna sudah mau menjadi adikku selama ini ... menjadi adik yang sabar akan kejailan ku selama ini, di sinilah titik akhir di mana aku tidak bisa lagi mengatur mu, tidak bisa lagi ikut campur urusan dan hidupmu. Jadilah suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab pada istri dan anak mu kelak."



''Jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam ... aku sangat menyayangimu adikku, raihlah dan bangunlah kebahagiaan mu bersama istrimu."



''Kak, jangan menatapku seperti itu.''



''Tidak terasa kau sudah dewasa.'' Ucap Mom Kaleea mengusap air matanya, ia benar-benar terharu dan sedih secara bersamaan.



''Aku menyayangimu Kak.''





...🍒🍒🍒...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2