Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 58 : Di Paksa Untuk Berpisah.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Kedua insan manusia tengah berbahagia ... bukan kata cinta yang terucap, melainkan kata yang tidak lain meminta hidup bersama sampai menua nanti, di saat susah mau pun senang, di saat sehat mau pun sakit.


Tidak perlu ada kata cinta, jika keduanya sudah saling mengerti dan memahami rasa satu sama lain ... sama halnya dengan kisah cinta Sultan dan Rapunzell yang tidak ada kata cinta, melainkan ungkapan dan keinginan untuk hidup bersama selamanya.


β€’


Mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan gerbang Kos-kosan milik Ziell, namun kedua insan itu enggan untuk berpisah satu sama lain. Keduanya masih saling pandang dengan tangan saling bertautan tak ingin di lepaskan.


Beberapa menit yang lalu, mereka baru saja sampai setelah berlibur seharian di kota Bogor, menikmati kebersamaan keduanya setelah mereka menyatakan perasaan mereka masing masing.


"Aku turun ya, Kak.''


Sultan tersenyum, mencium punggung tangan Ziell dengan lembut lalu menganggukan kepalanya. "Tidurlah sayang ... mimpi indah."


Aahhh ... ingin sekali Ziell berteriak kencang, saat dirinya di panggil sayang dengan nada lembut penuh perhatian. Sultan benar-benar bisa membuat hatinya berbunga dan bergetar secara bersamaan, hingga Ziell selalu bertanya pada dirinya sendiri ... kenapa baru sekarang dia menyadari jika pria yang selalu ada untuknya begitu mencintai dirinya dengan dalam.


Ziell mengangguk. "Bye, Kak. Mimpi indah juga yaa.'' Ziell dengan ragu-ragu untuk mengatakan nya.


"Tunggu, apa itu yang ada di pipi mu?"


''Apa?'' Ziell dengan refleks mengusap pipinya.


''Bukan di sana, tapi di sini."


Cup.


Sultan mengecup pipi Ziell, yang mana membuat Ziell jadi salah tingkah untuk kesekian kali di buatnya. ''Kakak, iiiihhh aku itu malu tau! Gimana kalau ada yang liat."


''Apa? Siapa peduli, memangnya tidak boleh mencium pipi calon istri sendiri? masa dulu di cium bibir mau, padahal status kita bukan apa apa ... malah sampe bisa pip-"


"Kakak!" Ziell menutup mulut Sultan, "Jangan di ingetin lagi iihhh ... jail deh.''


Keduanya saling pandang dan tertawa secara bersamaan, ketika mengingat hal apa saja yang sudah mereka lakukan, padahal status mereka bukan apa-apa tapi bisa melakukan hal sejauh itu.


Sultan dan Ziell bercanda tawa di dalam mobil, tanpa mereka berdua sadari jika ada beberapa orang yang sedang memperhatikan tingkah mereka dari balik mobil yang lain.

__ADS_1


Orang itu mengepalkan kedua tangan nya dengan geram, melihat Ziell yang sedang di goda oleh seorang pria yang menurutnya tak layak untuk Ziell.


Sudah cukup orang itu menahan rasa geram di hatinya, ia keluar dari dalam mobil miliknya lalu berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri mobil Sultan.


Orang itu langsung membuka pintu mobil dan menarik kerah baju Sultan dengan kasar dan berkata.


''Brengsek!''


Bugh!!


Sultan terhiyung dengan keadaan bingung.


''Berani sekali kau menggoda putriku, Hah!'' Bentak Papah Agam sambil meninju Sultan dengan brutal.


Sementara Ziell yang terkejut langsung turun dari mobil, saat dirinya melihat sang Ayah yang tengah memukuli Sultan dengan ganasnya.


''Papah! Papah berhenti Pah!'' Ziell berteriak ingin menolong Sultan, namun di hadang oleh dua pengawal hingga Ziell hanya bisa berteriak histeris.


Sedangkan Papah Agam terus memukuli Sultan tanpa henti, ia geram dengan pemuda yang sudah berani datang di kehidupan putrinya ... apa lagi sampai meracuni otak putrinya hingga menjadi pembangkang.


Pantas saja putrinya betah tinggal di jakarta, ternyata putrinya di stir dan di manfaatkan oleh pemuda yang sedang ia pukuli.


Itu yang ada di dalam pikiran Papah Agam sekarang, di sebabkan hasutan Guntur yang sudah mencemari otak warasnya hingga hilang akal.


Bugh!


...Bugh!...


Bugh!


...Bugh!...


Lihatlah, bagaimana brutalnya Papah Agam menghajar Sultan karna hasutan seorang pria yang tidak lain adalah Guntur si biang kerok.


''Papah, berhentii ... Ziell mohon Pah.'' Teriak Ziell yang sudah tidak tega melihat kekasihnya di pukuli.


Papah Agam yang akan meninju Sultan, langsung menghentikan kepalan tangannya dan masih menatap Sultan dengan benci.


''Jauhi putriku! Kau tidaklah pantas berada di sisi Putriku!'' Bentak Papah Agam, lalu menoleh pada anakbuah nya.

__ADS_1


''Cepat, bawa dia ke dalam mobil.'' Titah Papah Agam, yang menyuruh anak buahnya membawa Ziell.


''Kakak.'' Teriak Ziell memberontak.


''Ziell!'' Bentak Papah Agam.


''Papah jahat!''


''Masuk!''


''Nggak! Ziell ingin bersama dengan orang yang Ziell cintai.''


Sultan yang melihat Ziell di seret paksa, ia mencoba bangun dan berdiri menahan sakit di sekujur tubuhnya, "Saya sangat mencintai putri, Bapak.'' Ucap Sultan yang berhasil menghentikan langkah Papah Agam yang akan masuk kedalam mobil.


Papah Agam menoleh dan berdecih. ''Who do you think you are? Jangan harap aku mau merestui mu! Jauhi putriku dan jangan muncul lagi di hadapan nya!'' Tunjuk Papah Agam pada Sultan, "Kalau tidak. Kau akan tau akibatnya.'' Ancam Papah Agam membuka pintu mobil dan masuk kedalam.


''Tidak! saya tidak perduli Pak. saya mencintai putri Bapak. Saya mohon jangan pisahkan kami.'' Sultan berlari menyusul Ziell yang tengah memanggil namanya dari dalam mobil.


Sementara Papah Agam menutup pintu mobil dan tidak mau mendengarkan apapun penjelasan dari Sultan, hingga Ziell terus memanggil nama Sultan dan menggedor kaca sambil meneteskan air matanya.


''Kakak.''


''Ziell.''


Kedua orang itu saling pandang walau terhalang oleh sebuah kaca, keduanya merasakan sakit ketika melihat kisah cinta mereka tak semulus yang mereka harapkan.


Ziell merasa sedih, ketika melihat sang Kekasih menahan sakit sambil menggedor kaca dan memanggil namanya ... Ziell ingin sekali turun dan memeluk untuk mengobati rasa sakit yang tengah di rasakan oleh Sultan.


Namun ... apalah daya jika tangannya sudah terkunci dan tidak bisa menghambur memeluk sang kekasih. Apalagi saat mobil yang dia tumpangi perlahan melaju menjauh dari pandangan.


''Ziell ...'' Teriak Sultan, saat mobil Ziell sudah menghilang.


Sultan mencoba untuk tuk mengejar mobil yang membawa kekasihnya pergi ... namun seberusaha apapun ia mengejar, tetap saja ia tidak bisa menggapai apa yang sudah pergi.


Sultan berteriak memanggil nama Ziell dengan nafas naik turun menahan sakit di sekujur tubuhnya. Ia tidak perduli dengan rasa sakit yang dia rasakan, yang sekarang dia pedulikan bagaimana kondisi Ziell.


Ia takut kehilangan orang yang dia cintai untuk kedua kalinya, ia takut rasa sepi menguasai hatinya lagi ... untuk itu Sultan bertekad akan mendapatkan Ziell apapun yang terjadi.


β€’

__ADS_1


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2