Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 68 : Salah Faham.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Di kediaman Adiwangsa, hari ini sedang sibuk menyiapkan kedatangan keluarga Bilal. Mom Kaleea mendapatkan kabar jika Agam beserta keluarganya berada di perjalanan dan sebentar lagi akan datang.


Mom Kaleea sangat antusias mendengar kabar jika Agam sudah merestui hubungan Sultan dan Ziell. Mom Kaleea berharap jika adik kesayangan nya cepat menikah dan berumah tangga.


"Miraa cepatlah, apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?'' tanya Mom Kaleea.


"Sudah Nyonya.'' jawab sang art, dengan nafas yang tak beratur karna berlari mendengar majikannya berteriak kencang.


"Bagus, jangan lupa bilang kepada Koki dapur untuk memasak makanan yang enak yaa.'' Mom Kaleea memperingati entah yang keberapa kali.


Sang art pun mengangguk dengan sopan. '' baik Nyonya. ''


"Jam brapa mereka datang, apakah masih lama?'' tanya Mom Kaleea kepada dirinya sendir,i sambil melihat jam di pergelangan tanganya.


Namun, tidak lama Mom Kaleea merasakan ada seseorang memeluknya dari belakang. "Sedang apa sayang, hummz ...?'' tanya Dad Ryan memeluk sang istri dari belakang.


"Aku sedang menunggu Agam dan yang lainnya. '' Jawab Mom Kaleea sambil membalas pelukan sang Suami tercinta.


Dad Ryan terkekeh dan mengecup pucuk kepala sang istri. "Mereka masih lama sayang, mungkin sekitar setengah jam lagi dari sekarang.''


''Hooaamm ... Mom, kenapa hari ini kamu sibuk sekali?'' tanya Guntur yang baru saja bangun tidur, dan datang menghampiri kedua Orangtua nya.


Mom Kaleea dan Dad Ryan menoleh secara bersamaan.


''Kamu belum bersiap siap, Nak? yaa ampun ... cepat mandi karna sebentar lagi Om Agam dan keluarganya datang.''


Guntur mengerutkan keningnya, "Kenapa Papah Agam datang kemari? apa Ziell ikut bersama?" tanya Guntur antusiasi.

__ADS_1


''Kalau Agam ikut yaa pasti keluarganya pun ikut, mereka akan memastikan hubungan anta--''


''Nyonya ini taruh di mana?" Tanya sang art, membuat Mom Kaleea tidak melanjutkan perkataan nya dan langsung menghampiri sang art.


''Taruh di situ."


Mom Kaleea langsung pergi, membuat Guntur dan Dad Ryan bingung dengan perkataan Mom Kaleea.


"Hah? memastikan hubungan ...? hubungan siapa? apa jangan-jangan hubungan antara aku dan Ziell?'' Guntur bertanya pada dirinya sendiri dan langsung berlari ke kamarnya untuk segera mempersiapkan dirinya.


Guntur salah paham terhadap omongan ibunya dan malah menyimpulkan sesuatu tanpa berpikir jika hubungan di antara dirinya dan Ziell ada Sultan di dalamnya.


''Jangan berlari seperti itu, Son!'' teriak Dad Ryan, memperingati anaknya lalu ia pun bingung apa yang di bicarakan istrinya.


''Hubungan siapa? hubungan Ziell dengan Guntur, apa hubungan Sultan dan Ziell? hoh ya ampun ... semoga mendapatkan jalan keluar dari hubungan mereka.'' Ujar Dad Ryan, lalu duduk di sofa dan membaca koran.


β€’


β€’


β€’


β€’


Mereka tidak akan langsung pergi ke Mansion Adiwangsa, tapi mereka akan singgah di vila milik mereka. Tapi Ziell merengek sejak tadi jika dia ingin segera sampai di Mansion Adiwangsa karna sudah tidak kuat menahan rindu pada sang pujaan hati.


Papah Agam dan Mama Ella pun menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ziell yang merengek layaknya anak kecil meminta permen. Hingga Papah Agam menyuruh supir untuk pergi ke Mansion Adiwangsa karna pusing dengan rengekan sang anak yang terus menggoyangkan bahunya.


Sementara di kursi belakang, ada seorang gadis yang sejak tadi tidak menghiraukan kebisingan sang Nona karna dia lebih fokus melihat jalan dan gedung tinggi-tinggi sepanjang jalan.


Mulan begitu terpukau dengan megahnya kota jakarta, ia tidak pernah menyangka jika dia akan menginjak tanah betawi.

__ADS_1


''Mulan, kalau mulut mu terus menganga ... nanti lalat masuk.''


''Eh, hehehe ... Non bisa aja.'' Mulan sedikit malu.


''Katakan padaku, tipe pria idaman mu.''


''Hah? ahhh saya tidak punya tipe pria idaman, Nona.''


''Masaaa ... bohong ah.''


Mulan tersenyum, ''Mulan nggak pemilih jadi wanita Non, asal pria itu baik dan bertanggung jawab sama Mulan.''


Ziell mengangguk.


''Apa dia harus tampan?''


''Tidak perlu tampan Non, yang penting dia perhatian aja.''


''Oh iyaa ... aku akan langsung kerja di jakarta, kamu udah bawa semua barang mu 'kan?''


''Sudan Non.''


''Ouhh bagus.''


Ziell tersenyum senang, apa lagi dia senang jika dia akan bekerja di perusahaan yang di pimpin sang kekasih, ia dan Sultan akan terus bersama di waktu kerja mau pun di luar pekerjaan.


Terlebih Papah Agam pun sudah mengizinkan kembali ia bekerja, karna Mulan akan mengurus keperluanya. Tanpa Ziell ketahui jika Mulan akan menjadi bumerang untuk hidupnya.


''Ayo turun, kita sudah sampai.''


β€’

__ADS_1


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2