Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 55. Oh ... ternyata!


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Setelah sampai di apartement Sultan. Ziell tengah mengobrak abrik kulkas, entah apa yang dia cari ... yang jelas ia mencari sesuatu yang bisa dia makan.


Perutnya keroncongan, dan ia teringat sesuatu yang ada di dalam kulkas. Sedangkan Sultan yang baru saja datang ke dapur, sedikit terkejut melihat Ziell yang sudah berada di depan kulkas.


''Kamu sedang apa, Ziell?'' tanya Sultan mengambil gelas untuk minum.


''Eh, Kak. Aku sedang mencari eskrim yang tadi pagi Kakak katakan.'' Ujar Ziell yang masih mengobrak abrik isi kulkas.


Uhuk ... Uhuk.


Sultan yang tengah meminum air putih langsung tersedak, saat Ziell masih mengingat eskrim yang dia maksud. ''Kamu tidak salah?''


''Lha, kata Kakak tadi pagi punya eskrim yang nggak bakalan habis. Jadi mana eskrimnya? kenapa Kakak pelit banget sampe nggak mau bagi sama aku.''


"Ya ampun ... dia ini polos apa pura-pura polos sih?" Gumam Sultan dalam hati, namun bukan Sultan namanya kalau dia tidak jahil. ''Benaran nih mau eskrim?'' Tanya Sultan memastikan Ziell.


''Iyaa mana?'' Ziell mengedahkan tangannya.


Sultan tersenyum, menaruh gelas yang dia pegang lalu menatap Ziell dengan tatapan Devil. ''berlutut.''


''Hah, apa? kenapa Ziell harus berlutut?'' tanya Ziell dengan heran.


''Mau eskrim nya nggak? kalau mau berlutut dulu nanti Kakak kasih.''


Ziell yang tidak curiga sama sekali menuruti perkataan Sultan dan berlutut. ''Mana?'' Ziell mendongkakan wajahnya ke atas melihat Sultan.


Sementara Sultan dengan jail berdiri tepat di depan Ziell, hingga wajah Ziell setara dengan Mr.P miliknya. ''Silahkan unboxing sesuka hatimu, aku pasrah.'' Ujar Sultan yang mana membuat Ziell bingung.


''Apa yang mau di unboxing, Kak?''


''Tuh.'' Tujuk Sultan ke arah bawah, membuat Ziell mengikuti arah telunjuk Sultan ke mana.


Tuingg ... Tuing ...


''Aahhh ... Kakak! Apa itu yang garak gerak! Kamu sudah menodai mata suciku.'' Teriak Ziell menutup kedua mata dengan tangannya, namun saking penasaran Ziell mengintip dari celah jari jarinya.

__ADS_1


Sedangkan Sultan tertawa terbahak bahak, karna ia begitu senang menjahili Ziell. ''Silahkan, makan 'lah eskrim yang kamu mau. Ha haa haa ha ...''


Ziell merangkak dengan cepat, lalu berdiri dan berlari dengan kesal. Ia tidak tau jika eskrim yang ada di pikirannya berbeda dengan eskrim yang ada di pikiran Sultan.


Membuat Ziell merasa malu, apa lagi tadi sempat melihat ukuran Mr.P walau terhalang oleh celana.


Tapi ... tapi celana yang di pakai Sultan itu 'kan kolor ... jadi tetap saja jika Mr.P ercetak jelas dan bergerak tuingg ... tuingg ... seperti itulah bunyi nya.


''Ihhhh ... Sebel! Sebel! Sebel!'' Teriak Ziell menghentakan kedua kakinya dengan kesal.


Ziell pergi ke kamar mandi untuk mencuci mata yang sudah ternoda oleh Mr.P. Sementara Sultan yang tengah memasak, sesekali terkekeh mengingat kejadian barusan.


Sungguh ... Ziell benar-benar mengobati lubang yang ada di dalam hatinya yang sudah dalam, hingga lambat laun dengan kehadiran Ziell membuat Lubang itu sudah terisi dengan nama R-A-P-U-N-Z-E-L-L.


Sultan berharap jika Ziell adalah pelabuhan terakhir untuknya berlabuh, karna Sultan tidak ingin terus berlayar dan ia ingin memiliki rumah tempat dia mengadu dan berbagi.


Sultan berharap, jika rumah yang dia impikan itu di miliki oleh Ziell. Tanpa ia ketahui, jika di masa depan nanti ... Sultan akan di pilihkan dengan dua pilihan yang sangat sulit bagi hidupnya.


Menyerah pada takdir, atau berjuang demi kebahagiaan nya sendiri.


β€’


β€’


β€’


β€’


Guntur benar-benar menjilat Papah Agam dengan sangat lihai ... bagaimana tidak. Tadi subuh tepatnya jam 4 : 44 subuh, Guntur bangun dan bersiap siap untuk pergi ke mesjid.


Karna Guntur tau jika Papah Agam setiap subuh suka pergi ke mesjid di kompleks ini, untuk itu ... Guntur bangun subuh walau dia nggan dan tidak pernah bangun sepagi buta ini. Tapi dia lakukan demi wanita yang dia inginkan.


Alhasil, Guntur da Papah Agam berpapasan saat ingin keluar rumah. Yang mana membuat Papah Agam terkejut melihat Guntur sudah bangun dan ingin menjalankan kewajiban sebagai seorang Musilm.


Papah Agam benar-benar takjub, dan merasa bangga bahwa masih ada pemuda yang bangun subuh dan pergi ke mesjid. Tidak sia sia Papah Agam menganggap Guntur sebagai anaknya sendiri.


Bukan hanya itu saja, Guntur mengelap mobil yang akan di pakai oleh Papah Agam bekerja dan dia sudah siap mengantar Papah Agam kemana pun Papah Agam pergi.


Membuat Papah Agam lagi dan lagi merasa puas pada Guntur, yang mengira jika pemuda seperti Guntur adalah pemuda yang bekerja keras dan bertanggung jawab.

__ADS_1


Ketika Guntur tengah menunggu Papah Agam, seorang gadis cantik datang dengan sepeda dan membawa barang di belakang nya.


Guntur mempertajam penglihatannya dan membelalakan kedua matanya melihat gadis yang dia cap gadis gila. Hingga Guntur refleks bersembunyi di balik mobil untuk mengintip gadis gila itu.


''Sedang apa wanita gila itu datang kesini.'' Ucap Guntur, yang mengintip.


''Asalamualaikum, Ibu Ella ...'' Teriaknya dengan ceria.


"Asalamualaikum."


''Walaikum'salam, Ehhh Mulan.'' Mama Ella tersenyum melihat gadis Cantik yang berumur 21 thn itu.


Mulan menyalami Mama Ella dan Papah Agam secara bergantian dengan sopan, lalu memperlihatkan pesanan yang di minta mama Ella dua hari yang lalu.


Sedangkan Papah Agam berpamitan untuk bekerja, ia pun melangkah ke arah bagasi di mana Guntur sudah berdiri dengan tegak dan agak sedikit membuang muka karna Guntur tidak mau jika wanita gila itu mengenali nya.


''Kau benar-benar pemuda yang baik.'' Papah Agam menepuk pundak Guntur.


Guntur hanya tersenyum, lalu dengan segera masuk kedalam mobil, saat ekor matanya melihat jika gadis gila itu tengah memperhatikan dirinya.


''Ibu, itu supir baru yaa?''


Mama Ella tersenyum dan mengangguk. ''Iyaa, kenapa? tampan 'kan.''


''Ganteng sih bu kalau di lihat dari postur tubuhnya, tapi kok Mulan seperti pernah ketemu yaa ... kaya nggak asing aja liat mukanya. Tapi di mana gitu."


Mama Ella hanya tersenyum.


''Oh iyaa Bu, sekalian Mulan mau minta maaf sama Ibu.''


''Maaf? soal apa?'' tanya Mama Ella.


''Soal abaya hitam yang dulu pernah Mulan pakai, yang Ibu suruh Mulan pura pura jadi Non Ziell. Abaya nya di jual sama Bapak.'' Ucap Mulan menunduk malu.


''Nggak apa-apa, makasih juga karna waktu itu sudah mau pura-pura jadi Ziell. Oh iyaa mana pesanan Ibu?''


Mulan pun memberikan pesanan Mama Ella, Mulan cukup banyak berhutang budi pada keluarga Ziell yang selalu menolong keluarga nya dari materil atau pun non materil.


β€’

__ADS_1


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2