
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Pagi Hari, di kediaman Adiwangsa ... semua orang tengah menunggu kabar dari pihak kepolisian yang tidak kunjung memberikan kabar tentang hilangnya Ziell yang misterius.
Prang ...!
Cangkir teh terjatuh dari tangan Mama Ella saat ia akan meminumnya, membuat semua orang terkejut dengan suara cangkir yang ber-benturan dengan lantai marmer yang sangat mengkilat.
''Sayang, kamu baik-baik saja?'' tanya Papah Agam, menepuk pundak sang istri dengan pelan.
''Zi-ziel Pah! Ziell di culik!'' teriak Mama Ella, memberikan ponselnya saat dia menerima pesan dari seseorang yang misterius.
Papah Agam segera merebut ponsel yang di sodorkan sang istri lalu mebacanya dengan teliti, sampai-sampai bola mata Papah Agam melotot dengan sempurna.
''Agam, bagaimana?'' tanya Dad Ryan dan Mom Kaleea secara bersamaan, mereka berdua penasaran apa isi pesan tersebut.
''Pah?'' Sultan pun sama penasaran nya.
Papah Agam memberikan ponsel pada Sultan, dan Sultan pun segera memberi tahu para polisi untuk melacak nomer yang mengirimkan pesan bahwa Ziell berada di tangan mereka, dan mereka meminta sejumlah uang tebusan sebagai gantinya.
''Bagaimana ini Pah? Aku takut Ziell kenapa-kenapa.''
''Tenang'lah, kita akan menyelamatkan Ziell. Aku akan menelpon Rendy untuk mempersiapkan uangnya.''
''Tunggu dulu Gam, jangan bertindak gegabah, kita sudah menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian jadi tunggu aba aba dari polisi.''
''Tidak bisa! Aku tidak mau putri kesayangan ku tergores sedikit pun! Jangankan uang empat miliar yang dia minta! Seluruh hartaku akan aku berikan! Asal putriku bisa selamat tanpa luka sedikit pun!'' Sentak Papah Agam, yang mana membuat Dad Ryan terdiam.
Sultan menghela nafasnya lalu menghampiri calon mertuanya. ''Pah, tenangkan dirimu ... tolong percaya padaku.'' Sultan mencoba untuk menenangkan Papah Agam agar tidak emosi.
''Bagaimana aku bisa tenang! Putriku pasti sedang ketakutan di sana.''
''Pah ... percayalah padaku, aku yang akan menemukan Ziell terlebih dahulu.''
Ketika Sultan tengah menenangkan Papah Agam, dering ponselnya berbunyi.
[Ya.]
[Baik, tunggu aku di sana.]
Sultan matikan sambungan telpon dari bawahan nya, lalu berpamitan pada semua orang untuk kembali mencari Ziell yang sejak kemarin sore belum di temukan.
Tak lama Sultan pergi, Guntur turun dari kamarnya dengan tampilan cesuall yang rapih.
''Pago semua, Guntur pamit cari Ziell lagi.'' Ucap Guntur, menyalami satu persatu anggota keluarganya.
Papah Agam pun memberi tau dan memperlihatkan pesan itu pada Guntur, yang mana membuat Guntur sedikit terkejut.
''Tidak usah khawatir Pah, percayalah jika Ziell baik-baik saja.''
Papah Agam mengangguk, lalu Guntur berpamitan untuk segera menemukan Ziell. Karna ia tidak mau jika Ziell di temukan terlebih dahulu sebelum dirinya.
''Asalamualaikum ...''
''Walaikum'salam.'' jawab mereka serentak.
Guntur berjalan keluar dari mansion dan ingin masuk kedalam mobil, namun netra matanya sekali lagi menemukan Mulan yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa sambil meremas tanganya.
''Ke mana dia pergi?'' tanya Guntur pada dirinya sendiri, ia begitu penasaran kemana Mulan akan pergi dengan tergesa-gesa seperti itu.
Rasa penasaran Guntur terpacu untuk membuntuti Mulan, karna dia merasa ada yang janggal dengan tingkah Mulan sejak semalam.
Guntur pun mengemudikan Mobilnya keluar dari mansion dan membuntuti Mulan dari jarak jauh. Terlihat jika Mulan menaiki ojek online sambil berbicara di telpon.
Guntur pun terus membuntuti Mulan dari belakang, hingga Guntur mengerutkan keningnya ketika ia menyadari jika ini sudah di luar kota Jakarta.
''Bukan'kah dia orang kampung yang belum mengenal kota? kemana dia akan pergi sejauh ini.''
__ADS_1
Tak terasa jika sudah 49 menit perjalanan menuju pelosok kota Depok hingga Guntur bisa melihat Mulan berhenti dan turun dari motor.
Terlihat Mulan memberikan uang pada driver online lalu Mulan berjalan ke sebuah rumah dengar pagar putih. Guntur yang melihat itu, langsung turun untuk melihat situasi.
Guntur melihat Kanan kiri lalu menaiki tembok walau sedikit susah, hingga Guntur berhasil loncat ke dalam halaman tanpa menimbulkan suara.
Plak!
Terdengar suara tamparan dari dalam.
''Dasar anak tidak berguna!''
''Bapak ... Mulan mohon lepaskan Non Ziell Pak!'' Mulan berlutut dan memohon kepada sang ayah untuk melepaskan Ziell yang dia culik.
''Non Ziell sama Ibu Ella baik sama Mulan, Pak. Hisk ... Mulan mohon.''
Dhuk!
Bapak nya Mulan menendang tubuh Mulan hingga Mulan terjungkal kebelakang. ''DIAM kamu! Bapak hanya menyandra dia sebentar saja, sampai majikan mu memberikan uang!''
''Mereka sudah lapor polisi Pak! Nanti Bapak sama Om Burhan bisa masuk penjara.''
''Well well well.'' Guntur masuk dan bertepuk tangan, membuat ketiga orang itu terkejut.
''Kau! Siapa kau!'' sentak Bapaknya Mulan.
''Aku?'' Tunjuk Guntur pada dirinya sendiri, ''Jangan bertanya padaku, tanyakan saja pada putrimu yang kampungan itu!'' Tunjuk Guntur dengan dagunya.
''Aku tidak ingin mencari masalah, aku hanya ingin membuat kesepakatan dengan kalian ... bagaimana?''
Bapaknya Mulan dan Om Burhan menyunggingkan bibirnya, "Kesepakatan apa? apa kau memiliki uang?''
''Cih,'' Guntur berdecih meremeh, ''Aku ini keturunan Arrashid! Mana mungkin aku tidak memiliki uang? Berapa yang kalian mau, Hah? asalkan gadis yang kalian culik itu jadi milik ku.
''Pak! Jangan!'' teriak Mulan menghentikan sang ayah.
''DIAM!'' bentak ketiga pria secara bersamaan.
Mulan yang takut, langsung menunduk.
__ADS_1
''Empat Miliar, apa kau punya?''
Guntur menghela nafasnya, lalu mengeluarkan cek di dalam dompetnya dan menuliskan nominal yang di minta. "Ini ... pergilah dengan tenang.''
Bapaknya Mulan dan Om Burhan saling pandang dan tersenyum, lalu mereka berdua pergi begitu saja setelah mendapatkan apa yang dia mau.
Sedangkan Guntur tersenyum penuh kemenangan, tidak sia-sia dia membuntuti Mulan hingga jauh seperti ini ... ia pun berjalan menuju pintu di mana Ziell berada tanpa memperdulikan Mulan yang masih ada di sana.
"Ini lah hari yang aku tunggu-tunggu.'' Ucap Guntur penuh semangat, dia akan membawa Ziell pergi sejauh mungkin dan tidak ada orang yang akan mengenal mereka.
Tangan Guntur terlentur untuk membuka gagang pintu, namun belum juga tangan nya menyentuh gagang pintu, benda tumpul mendarat di tengkuknya.
''Akrgh ...''
Bugh!
Guntur terkapar tak sadarkan diri, saat Mulan memukul tengkuk Guntur dengan tongkat besbol, lalu Mulan melemparkan tongkat itu ke sembarang arah.
Tok. Tok. Tok.
''Non Ziell.''
Ziell yang sedang duduk sedih langsung berdiri saat mendengar suara yang dia kenal. ''Mulan, Apa itu kau!''
''Yaa Non, ini aku.''
Ziell tersenyum bahagia, "Mulan cepat keluarkan aku!''
''Baik tunggu sebentar Non.''
Mulan dengan susah mencari kunci pintu, hingga Mulan menemukan Kunci itu tergantung di ruang tengah. Mulan dengan cepat mengambil kunci dan membuka pintu untuk Ziell.
''Non Ziell.''
''Mulan.'' Teriak Ziell bahagia, lalu memeluk Mulan. ''Aahh syukurlah kau menyelamatkan aku, terimakasih Mulan.''
Ketika Ziell sedang memeluk Mulan, netra matanya melihat seseorang yang dia kenal tengah tergeletak di lantai. Ziell pun melepaskan pelukannya dan menghampiri seseorang yang teegeletak di lantai.
''Guntur.'' Kedua bola mata Ziell membulat sempurna.
β’
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...