Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 45 : Bandung.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Cinta tak bisa di paksakan, cinta juga datang dengan sendirinya ... cinta tak kenal waktu dan umur, cinta itu datang secara tiba-tiba tanpa bisa di prediksi.


Cinta bisa membuat orang bahagia, cinta juga bisa membuat kita sakit. Cinta juga kadang memihak kadang juga tidak bisa memihak pada orang yang benar-benar mencintai.


Sama seperti Sultan, yang mungkin sudah mencintai seorang Rapunzell tanpa ia prediksi dan sangka. Hati memang tidak bisa terbaca ... tapi apakah cinta itu akan memihak padanya?



Bandung•


Mobil mewah berwarna hitam milik Sultan masuk kepekarangan rumah yang megah dan mewah, ''Ayo Kak, turun.'' ajak Ziell, saat mereka sudah sampai di depan rumah Ziell.


Rapunzell sebenarnya agak bimbang dan takut membawa Sultan ke rumah menemui kedua Orangtua nya, karna ia tau prangai sang Ayah jika membawa seorang pria ke rumahnya ... tapi ia juga tidak mungkin menolak jika Sultan ingin berkunjung kerumah dan silaturahmi saja.


Toh ... selama ini Sultan yang selalu membantunya di saat ia butuh atau pun dia sedih. Bahkan Sultan juga yang membuat ia lupa akan rasa sakit yang di toreh oleh mantan kekasihnya.


''Ini rumah mu?'' tanya Sultan, sedikit tertegun melihat rumah mewah di depannya. Sultan seakan tidak percaya jika Ziell dari kalangan orang berada.


Ziell tersenyum, ''Ini rumah Orangtua Ziell, Kak.'' Jawab Ziell, sambil membuka sibuk pengamannya.


Sultan hanya mengangguk, lalu mereka berdua pun keluar dari mobil dan berjalan ke depan pintu rumah secara bersamaan.


Ting ... Tong ... ''Asalamualaikum.''


''Walaikum salam.'' jawab seseorang dari dalam.


Ceklek!


Pintu terbuka bersamaan dengan seorang Art membuka 'kan pintu dan tersenyum melihat siapa yang datang. ''Non, Ziell ... ya Allah Noooon.'' Sang Art memeluk Ziell, begitu pun Ziell memeluk sang Art dengan hangat.


''Apa kabar Bi.'' Ziell mengelus punggung Art nya.


''Baik, Non. Ayo masuk.'' Ajaknya, lalu ia tak sengaja melihat pria tampan dan gagah di belakang Ziell, membuat Art tersebut membelalakan kedua matanya tak percaya.


''Guantenggg tenan ... gusti.'' gumamnya dalam hati, memandang Sultan dengan tatapan memuja.


''Bik, ngedip bik!'' Ziell mencolek bahu Art nya.


''Eh, he he he he.'' Sang Art menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

__ADS_1


Ziell pun menarik tangan Sultan untuk masuk, lalu menyuruh Sultan duduk di sofa karna dia akan mengganti pakaiannya yang kotor terkena coklat sewaktu di perjalanan.


Sementara Sultan berdiri dan melihat lihat ruangan bernuansa klasik, di sana terpasang poto besar yang Sultan kira adalah keluarga Ziell.


Sultan memandangi satu persatu poto itu, dimana ada Ziell dengan seorang pria tampan namun wajah mereka sama. Nampak Sultan mengira jika itu adalah Kakak atau adik Ziell.


''Siapa kau?'' tanya seseorang dari belakang.


Sultan menoleh dan melihat seorang wanita paruh baya yang masih cantik di usia kepala lima, lalu Sultan tersenyum dan menghampiri wanita itu.


Sedangkan yang bertanya tidak lain adalah Mom Cinderella yang baru saja datang dari luar. Langsung terkesima dengan jantung berdetak kencang melihat pria tampan di depannya.


''Alamak, dewa dari mana ini ... berdebar, hatiku ... berdebarr! Aahh inget umur.'' teriak Mom Ella dalam hati, merutuki tingkahnya.


''Asalamualaikum.'' Sultan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


''Haaah? Wa-walaikum salam. Siapa yaa?'' tanya Mom Ella tanpa melepaskan tangan Sultan.


''Mama, kau sudah pulang?'' tanya Ziell, dari anak tangga.


''Rapunzell, kau pulang Nak?'' Mama Ella terkejut jika sang anak ada di depannya.


Ziell berlari, lalu memeluk sang ibu dengan erat, meluapkan kerinduan karna sudah lama tidak melihat anaknya. Sedangkan Sultan merasa kikuk, karna tangan nya sedari tadi tidak di lepaskan oleh Ibu nya Ziell.


''Oh, ha ha ha ... Maaf ya Nak, kadang ini tangan suka tidak tau diri liat yang cakep cakep.''


Ziell pun memperkenalkan Sultan pada sang Ibu, begitu pun sebaliknya ... Mama Ella sangat senang jika sang anak sudah memiliki teman pria, terlebih pria yang di bawa oleh sang putri itu sangat tampan dan aahh ... mengingatkan nya pada Agam sewaktu muda dulu, sangat gagah, tinggi dan berbewok.





Di sisi lain•


Guntur pun tanpa di sangka sudah sampai di Bandung bersama Dave, ia kali ini sudah merencanakan sesuatu yang menurutnya sudah matang.


Ia tak perduli bahwa Ziell sudah menolaknya, yang terpenting kali ini dia harus mendapatkan Ziell dari jalur kedua Orangtuanya. Dia harus bisa meluluhkan terlebih dahulu bapaknya, jika sudah mendapatkan restu bapaknya ... baru Guntur akan meluluhkan hati anaknya.


Karna sang ibu bilang jika Om Agam, sangat menolak keras jika Guntur adalah jodoh untuk Rapunzell. Untuk itu ... Guntur akan mendekati bapaknya agar di terima menjadi mantu di keluarga Bilal.


Toh ... sang Ibu kali ini merestui niatnya, bahkan sang Ibu berkata bahwa ia akan do'a supaya Guntur berhasil meluluhkan Om Agam.

__ADS_1


''Bro, Lu tau rumah nya di mana? Dari tadi nggak nyampe-nyempe" tanya Dave, tanpa melihat pada Guntur karna ia yang sedang menyetir.


"Kata nyokap gue di sini sih daerahnya, ya udah Lu lurus aja nape, nanti katanya ada perumahan. Nah, nanti ada Mansion gede kata nyokap gue!''


Dave pun melajukan mobilnya, di tengah hamparan kebun teh yang masih sangat asri dan udara yang masih segar saat di hirup.


Brugh!!


Mobil yang di bawa Dave menubruk sesuatu, hingga kedua nya terkejut. ''Gila Lu, Dave."


"Kaga liat Gue."


Keduanya keluar dengan tergesa-gesa melihat apa yang mereka tubruk.


''Ahh ... sakit.'' Seorang gadis tengah menguduh kesakitan memegangi lututnya.


''Mbak, mbak nggak apa apa?'' tanya Guntur, memberanikan diri.


Gadis itu melihatnya dan langsung memberikan tatapan tajam bak elang dari kayangan, ''Ouhh ... ini setan yang nabrak saya teh! dasar nu gelo! (orang gila)" teriaknya.


''Maaf, kami nggak sengaja."


''Ouh, kalian teh nggak sengaja yaa ...? mata kalian teh pas nyetir mobil teh dimana atuh ari kalian iiihh." ucapnya dengan marah, namun alih alih marah ... dia malah terlihat lucu saat berbicara seperti itu.


''Kamu ngomong apa? kenapa kebanyakan ngomong teh? kamu jualan teh?" Guyon Guntur, sedangkan Dave menahan tertawanya.


Gadis itu makin cemberut saat ia di tertawakan. ''Ouhh dasar kamu yaa!" Gadis itu melepaskan sepatu both yang dia pakai dan mengacungkan tepat kehadapan Guntur.


''Berani sama saya kalian teh, Hah!" gadis itu menguyunkan sepatu both miliknya, ia hendak melemparkan sepatu keramat itu pada pemuda yang sudah menabrak dirinya.


''Dave. Dave. ka-kabur Dave.'' Guntur menarik tangan Dave untuk masuk kedalam mobil, saat gadis itu akan melemparkan sepatu both miliknya.


Swiing ... Pluk!


Sepatu both itu terlempar tepat di depan kaca mobil, hingga sepatu both itu menyangkut di lensa kaca depan.


Sedangkan mobil itu langsung tancab gas, membuat gadis itu berteriak menghentikan mobilnya.. ''Heh! Bahlul ... sepatu kerja kuuuu.'' Gadis itu berlari menyusul mobil Guntur.



...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2