Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 79 : Ternyata.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Kediaman Adiwangsa.


Semua keluarga sedang berkumpul, termasuk Papah Agam dan Mama Ella yang menantikan kabar baik jika sang putri bisa di temukan.


Papah Agam benar-benar menyesal telah mengizinkan anaknya untuk keluar hari ini, jika saja dia tau sang anak akan hilang ... ia tidak akan pernah mengizinkan putrinya untuk bertemu calon suaminya sampai pernikahan di gelar.


Tidak lupa, Papah Agam memarahi Mulan habis-habisan, karna Mulan tidak becus menjaga Ziell. Membuat Mulan merasa bersalah dan ketakutan.


Tak berapa lama, Sultan dan Guntur datang dengan tampilan acak-acakan. Karna seharian ini mereka berdua mencari Ziell di penjuru kota Jakarta.


''Bagaimana, apa ada kabar?'' tanya Papah Agam, saat Sultan dan Guntur baru saja pulang mencari keberadaan Ziell.


Guntur dan Sultan menggelengkan kepalanya secara bersamaan, lalu mereka duduk untuk mengobrol masalah ini dan mencari solusi agar dapat menemukan Ziell.


Sedangkan Guntur pamit ke kamarnya, dengan alasan membersihkan tubuhnya dari keringat.


Namun saat Guntur sedang melangkah di anak tangga, netra matanya tidak sengaja melihat Mulan yang sedang bersembunyi di balik tembok mengintip semua orang di ruang keluarga.


''Ck, pembantu itu hobi sekali menguping! Astaga ...'' Guntur menggelengkan kepalanya, lalu melangkah untuk ke kamarnya.


Setelah di kamar, Guntur membanting jas yang sedari tadi dia pegang, lalu mengacak-ngacak rambutnya dengan prustasi.

__ADS_1


''Sialan! Bagaimana bisa Ziell pergi? hancur sudah rencana yang sudah aku susun rapih.'' dumel Guntur, yang heran kemana Ziell pergi.


Guntur benar-benar bertanya tanya dalam hati dan pikirannya, bagaimana bisa ini terjadi? dia sudah menyusun rencana jika dia yang akan membawa Ziell kabur sehari sebelum Ziell dan Sultan menikah, tapi apa ini? Kenapa Ziell menghilang dengan tiba-tiba.


Tak berapa lama, dering ponselnya berbunyi.


[Bagaimana? apa kamu sudah menemukannya?]


[Belum Bos.]


[Cepat temukan wanitaku! Jangan sampai keluarga ku, apa lagi Om ku yang menemukan nya pertama kali.]


[Baik, Bos.]


Sambungan telpon pun terputus, Guntur menyuruh orang untuk menemuka Ziell lebih dulu, agar dia bisa membawa Ziell jauh dari sini. Tidak perduli jika Ziell mau atau tidak, Ziell harus bersamanya.


Sayang nya, tidak ada seorang pun yang tau di mana Ziell berada saat ini.


Di sebuah kamar, di mana Ziell berada ... Ziell masih memikirkan cara bagaimana dia bisa keluar dari sini, semua usaha telah dia lakukan untuk membongkar jendela, tapi sayang jendela itu tidak kunjung terbuka walau sedikit.


''Aww ...''


Kuku Ziell patah, saat dia mencoba untuk membuka baud jendela.


''Ayo Ziell, kamu pasti bisa.''

__ADS_1


Clek!


Ziell mendengar jika kunci pintu di putar, membuat Ziell langsung menoleh ke arah pintu.


Perlahan pintu itu terbuka, bersamaan dengan sosok pria yang bertubuh besar.


''K-kau! Kau siapa? kenapa kamu mengurungku di sini.''


Pria itu diam, memandang Ziell dan melemparkan bingkisan. ''Tidak perlu tau siapa aku! Makanlah itu, karna aku hanya di tugaskan untuk menjaga dirimu sampai urusan selesai.''


Ziell berlari mencoba untuk menerobos pintu, namun sayang nya pria itu lebih cepat dan menutup pintu dengan kencang.


Brak!!


Pintu itu tertutup kembali membuat Ziell menggedor pintu, dan meminta untuk di keluarkan.


''Heiii ... dasar brengsek! Keluarkan aku.''


''Siapa yang menyuruhmu! Heii jawab aku.''


Dhuk. Dhuk. Dhuk.


''Brengsek!''


...πŸ’πŸ’πŸ’...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2