Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 18 : Kencan pertama part II


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Sebelumnya tak ada yang mampu mengajak ku untuk bertahan, di kala sedih atau pun sendirian. Sebelumnya ku ikat hatiku hanya untuk aku seorang, tapi sekarang kau disini dan semua hilang rasa bimbang tangis dan kesepian yang aku rasa.


Entah mengapa kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari tentang rasa yang aku sendiri tidak mengerti. Akankah sama jadinya bila bukan kamu? Karna senyum mu menyadarkan aku, bahwa kamu lah cinta pertama dan terakhir ku.



Begitulah kira kira yang Ziell rasakan saat ini, hatinya sedang berbunga bunga ketika Guntur mengajaknya ke pasar malam.


Kencan ini memang tak mewah, tidak romantis, tidak mahal, namun kencan pertama ini begitu berkesan bagi Rapunzell yang notaben nya belum pernah merasakan cinta.


Bahkan sekarang mereka berganti nama menjadi, Beb dan Ay.


Huueeeekk Jijaay!


"Beb makasih yaa ... udah ajak aku ke tempat ini, aku bahagia banget bisa jalan sama kamu.'' Ucap Ziell dengan tulus.


''Lu yang bahagia! Gue kaga.'' ingin sekali Guntur berkata demikian, namun ia hanya bisa mengumpat dalam hati.


Sejak datang sedari tadi ... Guntur begitu risih saat semua orang menatap dirinya dengan tatapan jijik, bukan! Mereka bukan menatapnya, melainkan menatap sang pacar yang berpenampilan Culun dan kampungan.


Sungguh, membawa Ziell membuat Guntur tidak memiliki muka di depan umum. Untung saja dia membawa Ziell ke tempat seperti ini ... coba saja kalian bayangkan jika Guntur membawa Ziell ke restoran mahal, atau ke tempat hiburan yang elit? sudah di pastikan jika harga dirinya akan di pertaruhkan.


''Beb, kok malah ngelamun ...'' Ziell menggoyang bahu Guntur.


''Hah, apa? Maaf aku laper ... jadi nggak konsen.'' Guntur beralasan.


''Kamu laper? yuk kita makan.'' Ajak Ziell.


Guntur pun mengangguk, lalu mereka berdua pun pergi dari pasar malam menuju ke tempat makan sederhana yang Ziell suka. Dimana tempat makan itu bernamakan.


Pecel lele•


Guntur mengerutkan keningnya bingung, di seumur hidup nya yang tersisa ... dia tidak pernah makan di pinggir jalan. Tapi berhubung dia sudah lapar, dan uangnya juga sudah menipis ... Guntur pun tidak perotes lalu masuk dengan Ziell memesan makanan.


''Mau makan apa Beb?''


''Apa aja terserah kamu Ay.'' Guntur pasarah.


Ziell pun memesan dua ayam goreng dengan nasi doble plus sambal yang banyak, karna Ziell sangat suka pedas apa lagi sambal khas pecel lele.


Sedangkan Guntur tambah jijik saja dengan kelakuan Ziell yang makan nya banyak, dalam hatinya ia berkata. ''Ini cewe nggak ada anggun anggun nya gusti ...''


Sedangkan Ziell yang tidak peka, hanya berwajah watado saja (wajah tanpa dosa) lagian selama ini tidak ada yang mengomentari nya soal porsi makan, alhasil dia cuek saja saat menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


Hela'an nafas terdengar pelan dari mulut Guntur, lagi dan lagi Guntur harus melalui hari dengan buruk saat semua orang yang ada di sekitarnya tengah berbisik bisik sambil melihatnya.


Guntur sangat yakin seratus persen jika semua orang di sini mencemo'oh dirinya, dan bertanya tanya mengapa pria setampan dirinya mau jalan berdua dengan gadis Culun.


''Ay, lebih baik kita di bungkus aja yaa makan nya, aku lupa jika aku belum jemput adikku.'' Guntur membuat alasan agar semua orang tidak terus menerus menatapnya dengan jijik.


''Nggak jadi makan di sini Beb?''


''Maaf yaa ...''


''Ya udah nggak apa apa, aku bilang dulu sama si Mas nya yaa.'' Ziell berdiri dan menghampiri penjual, dan membungkusnya untuk di bawa pulang.


Setelah menerima bungkus makanan dan membayarnya, Ziell melihat kanan kiri mencari Guntur yang hilang dari tempatnya. ''Kemana dia?''


Tak berapa lama, pesan masuk di ponsel Ziell dan itu ternyata dari Guntur yang mengabarkan jika dirinya ada urusan mendadak.


Ziell mendesah kecewa, namun Ziell memaklumi nya dan berpikir positif jika itu memang perihal penting ... tapi yang Ziell heran, kenapa tidak pamit saja padanya toh tadi dia dia sini bersamanya.


Ziell pun tidak ingin berpikir negatif, ''Tak apa lah, di kosan masih ada si Nia.'' ucap Ziell melihat dua bungkusan nasi di tangan nya lalu pergi.


Namun di tengah jalan, ia di hentikan dengan suara dangdut dari pesta pernikahan yang tidak jauh dari kos-kosan nya.


Ziell berhenti dan menonton sebentar, namun netra matanya tak sengaja melihat Nia yang tengah mengantri bersama para tamu undangan dengan gelagat penuh curiga.


"Ngapain si Nia di situ?" tanya Ziell pada dirinya sendiri, ia pun menghampiri Nia dengan mengendap ngendap agar orang lain tidak ada yang tau.


''Ni. putzz, putz. Heiii Nihong!'' panggil Ziell membuat kode.


Nia yang peka terhadap kode yang sering dia dengar, langsung celingak celinguk mencari sang empu. Namun tak ada di mana pun.

__ADS_1


"Astagfirullah! Ziell.'' Nia terkejut bukan main, ketika melihat Ziell berada di bawah meja dengan senyuman kuda.


"Kamu ngapain?''


Nia cekingak cekinguk lalu berbisik tanpa suara. "Makan gratis."


"Ouhh, kamu mau makan gratis?"


Nia mengangguk. "Siniii ...'' Ajak Ziell ke kolong meja.


Nia celingak-celinguk lalu dengan cepat masuk ke kolong meja dengan Ziell. "Kamu ngapain ke sini?''


"Nggak sengaja liat kamu, kamu sendiri ngapain?''


''Biasa, tanggal tua dan uangku menipis ... mayan lah makan gratis."


"Malu maluin aja sih kamu, udah Ayo pergi aku udah beli makan." Ziell memperlihatkan dua bungkus nasi pecel.


Nia tersenyum. ''Ayo kalau begitu.'' Nia terlebih dahulu keluar dari kolong meja dan mengendap ngendap agar orang lain tidak ada yang mengetahui.


Ziell pun ikut keluar, namun sebelum ia keluar ... Ziell membawa satu piring rendang dengan senyuman jailnya. "Mayan nambah lauk.'' Ziell mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu, lalu berkata dengan pelan. ''Bu hajat, saya minta rendang nya yaa ... iyaa boleh, hehe hehe heh.'' Ziell pun dengan cepat kabur bersama Nia.


Othor : Mama Ella, Noh anak mu nyolong rendang!


Ziell : Cepu banget sih thor!


Othor : Biarin mbleee.





Di sisi lain, di kediaman Adiwangsa•


Sultan yang seharian ini tidak ada kabar, ternyata dia tengah sibuk mengurusi kantor yang tengah ada guncangan sedikit. Dan sekarang dia harus mempersiapkan untuk pergi ke negara United Arab Emirates - (Dubai) di mana di sana lah kantor pusat nya.


[Notes.]


Mom Kaleea keturunan crazy Rich Arab yang berasal dari Dubai, ia menikah dengan orang Indonesia dan tinggal di Indonesia bersama sang suami. Begitu pun Papah Agam yang memang sama sama keturunan Arab yang menikah dengan orang Indonesia.


Bagi sebagian Reader yang bingung, baca saja karya Mr. Perfect vs Mrs. ceroboh sama karya Cinderella Somplak terlebih dahulu.








''Jangan lama lama perginya.'' Mom Kaleea tengah membujuk sang adik, untuk tidak berlama lama tinggal di Dubai.



''Iya Kak.''



''Kalau nenek sihir itu meminta mu tinggal, jangan mau.''


''Iya Kak.''



''Kal-.'' Mom Kaleea tidak melanjutkan perkataan nya, saat sang adik menatapnya dengan tajam.



Sultan menghela nafasnya, lalu duduk di sebelah sang Kakak dan memegang kedua tangannya. ''Kak, aku ke sana untuk urusan bisnis, aku tidak akan tinggal di sana dengan Mom Lintang dan Dad Omar.''


__ADS_1


''Bener yaa ... aku takut nenek sihir itu meminta mu tinggal di sana, dan meracuni pikiran mu.''



''Iyaa ... Kak, jangan terlalu posesif padaku. Lagian kamu itu durhaka sekali sama orang tua, pantas saja si Guntur sering mengatai mu si Jafar yang kikir! Orang ibu mu saja kau sebut nenek sihir.''



Tuuiiingg ... Sultan mendapatkan mentoyor kepala dari sang kakak, ''Ish ... aku itu bukan anak durhaka, aku anak yang berbakti pada orang tua! Hanya saja itu panggilan kesayangan ku.'' Mom Kaleea beralasan.



''Tetap saja itu tidak sopan.''



''Ck, iyaa iya ... berangkatnya kapan?''



''Besok pagi Kak.'' Guntur berdiri, namun tanpa sadar menjatuhkan satu kotak berwarna biru dongker dari saku celananya.



Mom Kaleea mengambil kotak itu. ''Kotak apa ini?'' tanya Mom Kaleea yang tau jika dalamnya adalah perhiasan.



Sultan menoleh dan membelalakan kedua matanya, "Itu punyaku Kak.'' Sultan dengan cepat merebut kotak itu dari tangan sang Kakak.



Mom Kaleea tersenyum. ''Cieee, cieee buat siapa itu?''



''Kak, jangan meledekku! Sana pergi.''



Mom Kaleea pun menuruti perkataan sang adik, ia senang bukan main jika sang adik sudah mulai membuka hatinya untuk wanita lain selain Melody.



''Aku harus mencari tau siapa wanita itu, yang jelas calon istri Sultan harus lebih cantik dari si Melody cempeng itu.'' Gumam Mom Kaleea saat berada di luar kamar Sultan.



Sedangkan Sultan melihat kotak cincin yang ada di tangan nya, ia pun memasukan kedalam saku dan pergi dari kamarnya untuk menemui seseorang.



''Kak, kau masih di depan pintu ku?'' Sultan terkejut saat mendapati sang Kakak masih di depan pintu.



''Eh, kau mau kemana?'' Bukan nya menjawab, Mom Kaleea malah berbalik bertanya.



''Aku ada urusan sebentar.'' Sultan langsung berlari, ia tidak mau jika sang Kakak mengintrogasi nya lebih dalam.



Sedangkan Mom Kaleea yang kepo ia langsung membuntuti sang adik dari belakang, ia ingin tau kemana sang adik pergi malam malam begini.



''Let's go and be a detective.(Ayo pergi dan menjadi detektif) Ucap Mom Kaleea bersemangat.





...🍒🍒🍒...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2