Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 52 : Mulai Nakal yaaa kamu.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Restoan•


Ziell sedang kesal melihat Sultan yang tengah mengobrol dengan seorang wanita seksi dan cantik di depan sana. Ia yang tadinya sangat mood makan Steak, langsung down entah kenapa.


Apa lagi melihat wanita itu seperti menganggumi Sultan, terlihat dari cara dan tatapan nya yang sangat dalam saat menatap Sultan.


Ziell yang sudah tidak tahan langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Sultan. ''Kak.'' Ziell langsung menggandeng tangan Sultan.


Kedua manusia dewasa itu menoleh secara bersamaan, namun dengan raut wajah yang berbeda. ''Pak, Sultan. Siapa dia? apakah adik anda?''


Belum Sultan menjawab, Ziell sudah terlebih dahulu menjawab. ''Bukan, aku calon istri nya.''


Jawaban Ziell sukses membuat wanita itu shock, sementara Sultan menoleh ke arah lain dan menyunggingkan bibirnya. Sedangkan sang Empu sedikit malu sudah berkata seperti itu dan langsung mencubit lengah Sultan.


''Kak.''


''Khem ...'' Sultan berdehem dan melihat rekan kerjanya, ''Iyaa ... dia calon istriku, sebentar lagi kita akan menikah.'' Jawab Sultan sambil menoleh ke arah Ziell.


Wanita itu hanya tersenyum kikuk dan mengangguk. ''Aahh, kabar yang sangat baik sekali. Kalau begitu saya pamit dulu untuk bertemu dengan yang lain nya.'' Pamit wanita itu, yang mana membuat Ziell tersenyum.


''Aku mau pulang, Kak.''


Sultan mengangguk, lalu membawa Ziell keluar dari Reston.


''Hujan, Kak.''


Sultan melepaskan jas nya, lalu menutupi kepala Ziell dan mengajaknya berlari ke arah mobilnya yang terparkir tak jauh dari arah mereka.


Keduanya masuk dengan keadaan Sultan yang basah, tapi Ziell tidak. Ziell pun mencoba untuk mengeringkan rambut Sultan yang basah.


''Nanti kamu bisa sakit, Kak.''


Sultan tidak menjawab, ia malah memandangi wajah Ziell yang cantik dari arah dekat, apa lagi sentuhan Ziell membuat dirinya merasakan debaran dalam hatinya.

__ADS_1


''Ziell ...'' panggil Sultan dengan nada serak-serak basah.


Ziell langsung menghentikan pergerakan nya, dan menatap Sultan yang sedang menatapnya ... kedua mata mereka saling pandang dan terkunci satu sama lain.


Gleek.


Ziell menelan ludahnya susah payah, saat matanya melihat bibir Sultan yang basah agak kemerahan. Entah keberanian dari mana membuat Ziell menempelkan bibirnya terlebih dahulu, hingga Sultan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


Mendesaah akan ilusi kehidupan ini, semua pertemuan akan mengalami pasang surutnya hubungan. Berkelana seorang diri tanpa di ketahui orang luar, sembunyikan rasa cinta dan benci, singkirkan rasa kepolosan yang ada di dalam hati.


Bertemu teman lama, saat saling memandang dan semua kenangan akan datang ... namun semua bayangan itu hanya datang di alam mimpi. Ciuman ini membuat perasaan bergejolak, kelembutan ini membuat bintang-bintang terganggu dan berdunyut.


Kedua insan manusia bergelut penuh gelora saat mencecapi manisnya bibir di saat derasnya hujan yang sedang mengguyur kota Bandung.


Tautan bibir mereka pun terlepas, saling pandang dan melemparkan senyum dengan apa yang barusan saja mereka lakukan.


''Kamu mulai nakal yaa.'' goda Sultan dengan mata nakalnya.


Pipi Ziell merona memerah, ia malu dengan apa yang baru saja dia lakukan. ''Aku mau pulang.''


Sultan tersenyum, menginjak pedal gas lalu melajukan mobilnya menuju rumah Ziell tanpa melepaskan tangan Ziell yang dia genggam.


Kediaman Bilal•


''Tante, saya pulang dulu kalau begitu.'' Pamit Sultan pada Mama Ella.


''Maaf yaa Nak, Om nya sudah istirahat.''


''Nggak apa apa Tante, ini juga udah malam.'' Sultan melihat jam di pergelangan tangannya.


Sultan pamit di antar Ziell ke depan rumah lalu berhenti dekat mobil, melambaikan tangannya dengan riang saat mobil Sultan pergi dari halaman rumahnya.


Ketika mobil Sultan keluar, tak lama mobil lain masuk kehalaman rumah dan ternyata Guntur yang datang.


Ziell yang melihat Guntur baru saja pulang hanya menyunggingkan bibirnya dengan puas, Ziell yakin jika Guntur pasti akan marah ... tapi siapa yang mau peduli, dia sudah memiliki pilihan dan pilihan nya jatuh pada Sultan yang selalu memperlakukan dirinya dengan manis.


''Ziell!'' panggil Guntur menutup pintu mobil dengan kencang.

__ADS_1


Ziell yang hendak masuk kedalam rumah, menoleh ketika namanya di panggil oleh Guntur. ''Ada apa?"


''Kamu dari mana! Kenapa kamu kabur dan ningalin aku sendirian di sana?'' tanya Guntur penuh penekanan, sambil mencengkram pergelangan tangan Ziell dengan kencang.


Ziell tak merespon, ia malah menatap pergelangan tangan nya yang sakit karna di cengkram dengan kuat oleh Guntur, lalu menatap tajam Guntur. ''Lepaskan!'' Ziell menepis cengkraman Guntur.


''Jangan lancang kamu!'' Sentak Ziell.


''Kenapa kamu berubah? Kamu bukan Ziell yang aku kenal yang ramah dan selalu lembut jika berkata kata. Ada apa dengan mu? aku suka Ziell yang dulu pertama kali aku kenal.''


''Cukup! jangan banyak bicara dan membicarakan masalalu, karna Ziell yang dulu hanya sebuah karakter yang aku buat untuk melihat seseorang! Apakah dia tulus atau hanya memanfaatkan ku yang berpenampilan culun." Ujar Ziell.


''Dengar yaa Evan, plis ... aku mohon dengan sangat jangan mengganggu hidupku lagi.'' Ziell merangkup kedua tangan nya kedepan, memohon untuk Guntur tidak mengganggu kehidupan nya.


''Tidak bisa! Aku mencintaimu, Ziell. Aku sangat mencintai mu ... dan aku baru menyadarinya di saat kamu pergi. Aku mohon beri aku kesempatan"


Ziell terkekeh dengan perkataan Guntur yang menyatakan cinta padanya, jika saja itu dulu ... mungkin Ziell akan senang dengan perkataan cinta dari Guntur, tapi sekarang entah kenapa pernyataan cinta itu begitu hambar dan jijik untuk di dengar.


''Tapi aku sudah tidak mencintaimu.''


''Bohong! Kamu pasti bohong! Aku tau kamu sangat mencintai ku karna aku cinta pertama mu, aku tau kamu tidak bisa hidup tanpa aku bukan?''


Ziell mengerutkan keningnya lalu tertawa kencang. "Ha ha ha ha ... Oh hooo Evan. Kau sangat pandai berbicara ... Jika hitam bisa berganti menjadi putih hanya dengan ucapan, KAU 'lah orang orang nya yang bisa melakukan itu." Tunjuk Ziell pada Guntur.


"Apa kau ingin tau, aku risih berada di dekat mu. Karna aku tidak mencintaimu."


"No!" Sentak Guntur menyela ucapan Ziell, "Kamu itu keliru. Kamu ngga risih sama aku dan kamu masih mencintaiku. Aku yakin itu semua, kamu hanya sedang marah aja sama aku."


"Tapi aku tidak, aku tidak mencintaimu dan aku sangat membenci dirimu. Aku akui jika kamu memang pria pertama yang membuat aku jatuh cinta, tapi itu dulu ... dan sekarang aku muak melihat mu."


''Ziell aku mohon jangan berkata seperti itu.''


Ziell menggidikkan bahunya lalu melangkah masuk kedalam rumah, ia tidak perduli apa yang mau di kata oleh Guntur. Yang pasti dirinya sudah bulat untuk tidak jatuh ke lubang yang sama, karna Ziell berpikir kalau Evan bisa menghina dirinya waktu dulu ... kemungkinan akan ada penghinaan di masa mendatang, dan Ziell tidak mau itu terjadi untuk kedua kalinya.


Sedangkan Guntur sedang marah-marah tidak karuan. Guntur yakin jika Ziell sudah berkencan dengan pria waktu itu.


''Lihat saja Ziell, aku tidak akan pernah melepaskan dirimu! Akan aku pastikan jika Om Agam tidak akan merestui hubungan kalian.'' Ucap Guntur penuh tekad dalam hatinya.

__ADS_1


...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2