
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Bandung ... bandung adalah kota kembang yang masih asri dengan udara segar. Banyak wisata serta kebun teh yang menjulang luasnya, dan banyak mobil berlalu lalang memenuhi kota Bandung.
Di antara jutaan mobil yang berlalu lalang memenuhi jalanan, ada Mobil Alphard berwana putih yang baru saja masuk kehalaman rumah mewah milik keluarga Bilal.
Mom Kaleea turun dari mobil dengan senyuman manis di wajahnya. Ia sengaja datang tanpa mengabari terlebih dahulu, karna dia ingin membuat kejutan pada sodara sekaligus sahabat baiknya yang sudah lama tidak pernah berjumpa.
Terlebih ... dirinya ada niat terselubung mengapa ia begitu mendadak datang ke kota Bandung tanpa mengabari terlebih dahulu. Apa lagi jika bukan niatnya hanya ingin bertemu dengan Rapunzell, yang sudah dia cap sebagai calon menantu masa depan nya.
Namun ... ketika Mom Kaleea baru saja turun dari mobil, tanpa di sengaja Papah Agam melihat sahabat sengkleknya dari kaca lantai atas kamarnya. Membuat ia membelalakan kedua bola matanya tak percaya, bahkan Papah Agam mengucek kedua matanya takut dia salah liat.
''Astagfirullah! Ya ahli kubur.''
Sreek!
Papah Agam menutup gordeng, nafasnya naik turun karna terkejut melihat kedatangan sodara kurang satu ons ke rumahnya tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.
"Untuk apa si Gokong datang kemari." Papah Agam berjalan kesana kemari, dengan rasa panik, takut, dan tidak tau harus melakukan apa. Ia tengah memikirkan berbagai alasan untuk menghindari wanita pembawa masalah di dalam hidupnya.
''Pikir Agam ... pikir!'' Gumam nya berjalan seperti setrikaan kesana kemari.
''Pah, kamu baik-baik saja?'' tanya Mama Ella yang baru saja keluar dari kamar mandi.
''Sayang ... ini gawat darutat gaswat! Si Gokong ada di depan.'' Teriak nya panik, sambil menggigit kuku jari jemarinya.
''Heii, tenangkan dirimu Pah.''
''Bagaimana aku bisa tenang Mah, aku tau niat si Gokong berkunjung secara mendadak! Dia pasti ingin melihat rupa putri kita.'' Sentaknya.
"Pokonya nggak boleh Mah, dia nggak boleh tau rupa Ziell bagaimana! Bisa-bisa sumpah yang dia ucapkan dulu, bisa jadi kenyataan dan menjadikan putri kita menantunya."
Mama Ella terdiam sejenak lalu senyum terbit di wajahnya yang penuh intrik dan kelicikkan yang hakiki, lalu dia membisikan sesuatu pada sang suami. Yang mana membuat Papah Agam tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya.
''Kau memang hebat Mah.'' Puji Papah Agam.
''Siapa dulu ... Cinderella gitu loh.'' Mama Ella menepuk dadanya dengan bangga.
Keduan nya pun segera keluar dari kamar mereka, melakukan rencana yang sudah di susun. Papah Agam tidak mau jika Mom Kaleea tau rupa putrinya seperti apa, maka dari itu ... Papah Agam menyeret seseorang untuk berpura-pura menjadi Ziell.
__ADS_1
β’
β’
Sedangkan Mom Kaleea, ia berada di luar rumah menekan Bell yang ada di samping pintu sambil mengucapkan salam.
Namun entah kenapa ... ia cukup lama menekan Bell tidak ada seorang pun yang membuka kan pintu untuknya. Membuat Mom Kaleea dengan tidak sabar terus menekan Bell pintu, layaknya anak kecil yang sedang menjahili taman nya.
''Penghuni di rumah ini pada kemana sih? apa semuanya pada keluar ya?''
Ting ... Tong ... Ting ... Tong ...
Lagi dan lagi Mom Kaleea menekan Bell dengan gemas dan cepat. ''Hei ... apa ada orang di rumah?'' Mom Kaleea kali ini menggedor pintu.
Ceklek.
Pintu di terbuka bersamaan dengan Art yang keluar dan menampilkan senyum kuda pada tamu, "Cari siapa Nyonya?'' tanya sang Art dengan sopan.
Mom Kaleea melihat art yang membuka 'kan dia pintu, memindainya dari atas sampai bawah.''Sejak kapan Elly sugiono kerja di rumah si Sadam suradam.'' Gumam Mom Kaleea dalam hati, melihat wanita aneh di depannya.
''Aku mau masuk, minggir! Gigi mu menghalangiku, oohh silaunya ... berapa kali dalam sehari kamu gosok gigi?'' tanya Mom Kaleea seakan dirinya sedang terkena silaunya matahari.
''He he heh ... lima kali Nyonya.''
Lalu sang art mempersilahkan Mom Kaleea untuk masuk dan duduk di sofa, sambil menunggu pemilik rumah turun dari lantai atas. Sementara sang art pergi untuk membuat minuman dan cemilan.
Mom Kaleea melihat-lihat isi kediaman mewah ini ... banyak bingkai poto yang terpajang di dinding, namun tidak ada satu poto Rapunzell atau Adam yang di pasang di dinding membuat Mom Kaleea semakin penasaran di buatnya, dan bertanya tanya pada dirinya sendiri.
''Secantik apa calon mantuku? sudah 19thn tak bertemu anak itu, si Sadam suradam benar-benar keterlaluan.'' Ucap Mom Kaleea dengan geram.
''Kaleea! Kau di sini?'' Panggil Papah Agam pura-pura terkejut, begitu pun Mama Ella yang baru turun dari lantai atas secara bersamaan.
Mom Kaleea menoleh dan tersenyum, menanyakan kabar sambil cipika cipiki lalu duduk di sofa yang sudah tersaji minuman dan makanan untuk tamu.
''Mana Adam dan Rapunzell?'' tanya Mom Kaleea, yang sudah lama berbincang dengan si pemilik rumah.
''Adam 'kan belum pulang dari kuliahnya di luar negri, dia masih betah mengejar ilmu. Kalau Rapunzell ada di kamarnya, biasalah anak gadis.'' Jawab Mama Ella dengan senyum ramahnya.
Mata Mom Kaleea berbinar senang ketika mendengar nama Rapunzell, ''Kenapa nggak di suruh kesini? aku ingin bertemu dengan nya.'' Mom Kaleea merajuk.
''Bi Ijong ...'' panggil Papah Agam pada Artnya.
__ADS_1
''Iya Tuan.''
''Panggilkan Rapunzell.''
Sang art mengangguk dengan sopan, lalu melangkah ke lantai atas untuk memanggil Rapunzell gadungan yang sudah Mama Ella dan Papah Agam rancang dengan sempurna.
''Ayo! Kamu di suruh ke bawah.'' panggil Bi Ijong.
''Iya Bi, tapi nggak apa apa gitu aku pura pura jadi Non Ziell?" tanya nya, agak sedikit khawatir.
"Nggak apa-apa, toh Tuan sama Nyonya yang nyuruh kamu."
"Terus dagangan ku gimana, Bi?"
"Jangan khawatir, nanti dagangan mu di borong semua sama Nyonya."
"Bener yaa, Bi."
"Iyaa ... masa Bibi bohong."
Bi Ijong dan Rapunzell gadungan turun dari lantai atas, lalu menghampiri Mom Kaleea dan Papah Agam di bawah sana. Bi Ijong juga memberi tau jika harus berperilaku anggun dan tidak boleh kaku.
Sedangkan Mom Kaleea sangat terkejut dengan keningnya yang mengkerut bingung, ia menoleh pada Papah Agam dan Mama Ella secara bergantian.
''Di-dia Rapunzell?'' tanya Mom Kaleea dan di jawab anggukan oleh Papah Agam dan Mama Ella.
''Selamat malam, Tante.'' Sapa Rapunzell gadungan, menyalami Mom Kaleea dengan sopan dan anggun.
Mom Kaleea tersenyum dan memeluk Ziell gadungan, membawanya duduk di sampingnya.
''Suaranya cantik.'' Gumam Mom Kaleea dalam hati.
''Namun aku tidak bisa melihat wajahnya, karna cadar menutupi wajah dan bajunya menggunakan abaya sar'i.''
''Anak kalian jadi ustadzah ya?'' celetuk Mom Kaleea, yang mana membuat Papah Agam dan Mama Ella refleks menjawab dengan berbeda.
"Ya."
"Tidak."
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...