Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 51 : Dia lagi dia lagi.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Ziell yang sudah berhasil kabur dan meninggalkan Guntur di dalam mobil, ia berteriak kegirangan dan tertawa karna berhasil mengelabui Guntur dengan gampangnya.


Kini ia masuk kedalam Taxi untuk menemui Sultan di salah satu restoran, dan mengabari jika dirinya berada di perjalanan menuju ke tempat tujuan.


Ziell tidak tau apa yang terjadi padanya jika saja tidak ada Sultan di sampingnya, mungkin saja dia bisa terus bersedih bahkan tidak ingin hidup saat mengetahui bahwa Evan selama ini hanya mempermainkan dirinya ... bahkan lebih parahnya lagi, Evan alias Guntur menghina dirinya dengan kata kata kasar.


Ziell tidak akan pernah melupakan penghinaan yang Guntur katakan padanya, terlalu sakit untuk di ingat, terlalu sadis cara Guntur mempermainkan perasaannya yang masih lembut, selembut embun pagi di pagi buta.


Ziell juga tidak tau apakah dia sudah mencintai Sultan atau belum ... yang pasti dirinya sangat nyaman berada di dekat pria dewasa itu, tak perlu ada kata manis dari bibir pria dewasa itu ... tapi dia tau cara memperlakukan dan memuliakan seorang wanita.


''Mbak, sudah sampai.'' ucap sang supir Taxi, membuyarkan lamunan Ziell.


''Ouhh ... sudah sampai yaa?'' Ziell cekingak cekinguk lalu turun dari Taxi, tak lupa ia membayar taxi tersebut.


β€’


Atmosphere Resort CafΓ©. Di Jl. Lengkong Besar No.97, Paledang, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat.


Ziell melihat kanan kiri lalu ingin masuk kedalam, namun saat Ziell ingin masuk, dua scurity menghentikan langkah kaki nya.


''Maaf Nona, anda tidak di izinkan masuk.''


''Lho kenapa? saya sudah janjian di restoran ini, Pak.''


''Restoran ini sudah di boking oleh Pak mentri, karna di dalam sedang mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha besar.'' Ujar Scurity dengan sopan.


''Tapi di dalam ada Kakak saya, Pak.'' Ziell mencoba untuk menerobos masuk, namun dua Scurity itu menghalangi dan tetap tidak mengizinkan Ziell masuk.


Ziell dengan kesal mundur dua langkah, lalu mengambil ponsel yang berada dalam tasnya lalu menghubungi Sultan.


''Iyaa ... aku nggak bisa masuk Kak, karna dua penjaga ini nggak ngebolehin Ziell masuk.'' Adu Ziell pada Sultan, sambil menatap kedua Scurity di depannya.


''Oke, Kak.''


Kedua Scurity itu saling pandang, bukan maksud mereka untuk berlaku tidak sopan ... tapi mereka sudah di tugaskan oleh atasan mereka untuk menghalangi siapapun masuk terkecuali tamu Pak mentri.


Tak lama ... Sultan keluar dengan pakaian rapih dan tampan, membuat Ziell senang sekaligus terpaku dengan ketampanan seorang Sultan yang dia anggap sebagai Kakak.


Mungkin itu dulu, tapi tidak untuk saat ini...


''Kak.'' Panggil Ziell, sambil melambaikan tangannya dengan riang.


''Dia tamuku.'' Ucap Sultan pada kedua Scurity, yang langsung menunduk dengan sopan.


''Mblee ...''

__ADS_1


Ziell tersenyum lalu menggandeng lengan Sultan masuk kedalam, dengan senang hati Sultan tidak menolak jika Ziell ingin bergelandot di tangannya.


''Kak, kok Kakak nggak bilang kalau lagi hadirin acara? 'Kan Ziell malu Pake baju kaya gini.''


''Kenapa harus malu? Kamu cantik dengan apa adanya dirimu.'' Bisik Sultan.


Bugh!!


''Kakak Mah, bisa ajaa.'' Ziell menggeplak bahu Sultan sambil cengengesan hingga Sultan terhiyung ke samping, untung saja badan Sultan besar hingga ia bisa menahan tubuhnya.


''Idih ...'' Sultan pun ikut terkekeh dengan kelakuan Ziell.


''Kakak, nggak apa-apa?'' Ziell terkejut dengan kelakuan nya sendiri, kenapa dia jadi salting ketika Sultan memujinya ... padahal dulu biasa saja.


''Nggak papa ko, ayo kita makan.'' Sultan mengajak Ziell ke salah satu meja dekat kolam, lalu menarik kursi untuk Ziell duduk.


β€’


Lihatlah bagaimana Sultan memperlakukan Ziell bagaikan barang berharga yang takut lecet, bahkan Ziell tidak di biarkan untuk memotong Steak miliknya sendiri.


''Makanlah.'' Sultan menyodorkan steak yang sudah dia potong-potong.


''Makasih, Kak. Ummm ... Kakak nggak makan?''


''Kakak Sudah kenyang, tadi makan bareng Pak mentri dan tamu yang lainnya.''


Guntur yang sudah lama menunggu di mobil merasa heran karna sedari tadi Ziell tidak keluar dari toilet umum, ia pun segera keluar dari dalam mobil dan menyusul Ziell.


Namun saat ia memeriksa satu persatu pintu kamar mandi ... alangkah terkejutnya Guntur melihat tidak ada siapapun di kamar mandi khusus untuk wanita.


''Sialan! Bagaimana dia bisa kabur!''


Guntur dengan tergesa gesa ingin keluar dari toilet wanita, namun baru saja sampai pintu ia tidak sengaja menubruk orang yang akan masuk.


BRUUGHH!!!


''Aaahh ...'' seorang wanita terhiyung hingga bokongnya mencium lantai. ''Aduuhh bokongku sakit.''


''Maaf Mbak, maaf.'' Guntur mencoba untuk menolong gadis yang baru saja dia tubruk. Namun kedua mata Guntur membelalak ketika melihat siapa gadis di depan nya, begitu pun gadis itu yang sama melototnya melihat Guntur.


''KAMU!'' Ucap Guntur dan gadis itu secara bersamaan.


''Eeehhh ... dasar bahul kamu teh! Kamu lagi, kamu lagi yang nubruk saya! Kemarin lusa pakai mobil, sekarang pakai badan mu! Mata kamu teh di taro mana HAH!'' sentak gadis.


''Aduh, maaf Mbak teh. Saya nggak sengaja.''


Gadis itu berdiri, menepuk bokongnya yang basah lalu menatap Guntur dan berkacak pinggang. ''Kemarin teh kamu bilang nggak sengaja, sekarang nggak sengaja! Kamu kalau jalan itu liat mata!''


''Iya ... iyaa ...'' Guntur hanya meng-iyakan agar cepat selesai.

__ADS_1


''Lagian kamu ngapain di toilet wanita?''


Guntur tergagap, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ''Itu ... anu.''


''Itu anu apa? aahhh kamu mau ngintip yaa!''


Guntur langsung menggelengkan kepalanya. ''Nggak! jangan salah sangka.''


''Alah! Dasar mulut penuh dusta. Rasakan ini.''


Bhuk.


...Thak....


Bugh.


...Plak....


''Ampun, Mbak teh.'' Guntur berlari menghindari pukulan maut ala mbak dan masuk kedalam mobil lalu menguncinya.


Sementara Gadis itu masih belum puas menghajar pria yang selalu menubruknya, dan dia kira Guntur adalah pria yang suka mengintip.


''Jangan lari kamu!''


Guntur yang melihat gadis itu berlari ke arahnya, langsung menginjak pedal gas untuk menyelamatkan dirinya dari gadis yang dia cap aneh bin gila.


''Yeeey! Malah kabur.'' teriak gadis itu dengan kesal, karna dia belum puas memberikan pelajaran pada Guntur.


''Kak Mulan.'' panggil seseorang gadis yang mungkin masih duduk di bangku Sma.


''Iyaa.''


''Ayoo, udah belum Kakak ke toilet nya?'' tanya gadis kecil nan mungil itu.


''Kakak nggak jadi ke toilet nya, gara gara ada cowo gila yang ngintip.''


''Hah kok bisa.''


''Nggak tau lah Lus. Ayo kita pergi di bandingkan mikirin cowo gila itu.'' Ajak Mulan pada sang adik tercintanya.


Gadis yang di tubruk oleh Guntur bernama Nawang Mulan, seorang gadis dari pedesaan yang cantik jika di lihat dari sedotan nutrisari.


β€’


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2