Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 86 : Kaaaak!


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


''Kak! Jangan ganggu aku tidur.''


''Sedikit saja.''


''Ayo kita cicil untuk pertama kali'' bisik Sultan, yang mana membuat Ziell membuka kedua matanya


''Cih pertama kalinya apaan, heh?'' Cibir Ziell. ''Kakak inget dong pastinya kalau Kakak udah nyicil aku semenjak di apartement.''


''Itu mah lain, ini kan nyicil setelah kita sah jadi suami istri, hehe hehe anggap aja yang waktu itu gladi resik kita.''


Mulut Ziell mencibir saat sang suami mempunyai jawaban atas ucapanya, lalu Ziell bangun dari tidurnya dan ingin turun dari ranjang.


Namun tangannya di tarik oleh Sultan, hingga tubuh Ziell duduk di pangkuan suaminya hingga mereka tidak memiliki jarak.


''Yuu mulai yuuu di cicil nya sekarang.''


''Ck, panciiii kali ah di cic--.''


Perkataan Ziell terhenti saat bibirnya di bungkam paksa oleh bibir Sultan, hingga Ziell perlahan menikmatinya bahkan ia sudah menguasai permainan yang tengah ia lakukan dengan sang suami.


Sultan merebahkan tubuh Ziell dan menindihnya tanpa melepaskan pergulatan bibir mereka.


''Kak!'' Ziell menahan dessahannya saat bibir Sultan mulai menyusuri lehernya. ''Bukan'kah sebaiknya nanti malam saja? aahh ...''


Perkataan Ziell tidak di hiraukan oleh Sultan yang sedang asik memainkan tahu bulat di goreng dadakan, eh salah. Maksudnya tahu bulat kembar yang kenyal layaknya squshy.


''Nanti malam masih lama, aku maunya sekarang.'' Ucap Sultan dengan nafas yang sudah menggebu.


Sultan berhenti dan kembali mencium bibir ranum sang istri. Sedangkan sang empu hanya bisa pasrah karna dia pun menikmati apa yang sedang mereka lakukan.


''Kak ... aahh aku nggak tahan.''


''Sama aku juga.''


''Kak.''

__ADS_1


''Hmm ...''


''Aku nggak tahan pengen pup!''


''What! Sayang jangan becanda, nanggung ih.''


''Astagfirullah Kak! Minggir dulu udah di ujung tanduk.'' Ziell mendorong Sulan yang terbengong di tempat, ia pikir Ziell tidak tahan pengen itu ... tapi rupanya bukan itu yang di maksud, melainkan ingin buang air besar.


''Astaga ... udah tegang-teganya di tinggal pup.'' Kesal Sultan menutup wajahnya dengan bantal. ''Rendom sekali istriku, aaaahhhh.''


Sultan Kesal karna tidak jadi menyicil malam pertamanya, ia malah berteriak di bawah bantal untuk melampiaskan kekesalannya yang tidak jadi melakukan itu.


Sementara Ziell tertawa dalam kamar mandi, ia sengaja membuat alasan agar suaminya itu tidak melakukan apapun padanya ... karna malam ini masih ada resepsi yang mengharuskan dirinya berdiri di pelaminan hingga selesai.


''Maaf Kak, bukan aku nggak mau ... tapi aku nggak bisa berdiri jika kamu menggagahiku sekarang ini.''


β€’


β€’


β€’


Guntur yang masih duduk terdiam mematung di taman hotel langsung tersadar ketika netra matanya tidak sengaja melihat orang yang sedang dia cari.


''Mulan.'' Gumam Guntur, lalu berdiri dari duduknya dan mengikuti kemana Mulan akan pergi.


Dada Guntur bergemuruh hebat, tangannya mengepalkan menahan amarah yang ingin segera ia luapkan pada Mulan, apa lagi ia teringat tragedi di mana Mulan memukul kepalanya dan berakhir di kurung selama dua hari.


Jika bulan karna Mulan menggagalkan rencananya, mungkin saat ini dirinya dan Ziell sudah bersama.


Sepuluh menit berlalu ... Guntur turun dari mobil saat Mulan turun di pekarangan Mansion keluarganya dan berlari ke dalam dengan tergesa gesa, di ikuti oleh Guntur yang berjalan dengan lebar penuh amarah saat masuk kedalam mansion menuju kamar di mana Mulan berada.


Ketika Guntur sedang berjalan, ia dengan sengaja mengambil tongkat golf dan membawanya.


''Aduh di mana yaa.'' Mulan tengah mencari sesuatu miliknya. ''Perasaan semalam di taruh di sini deh.''


BRAAK!!!


Guntur menendang pintu, membuat Mulan terkejut dan membelalakan kedua matanya melihat Guntur berada di depannya.

__ADS_1


"K-k-k-kamu."


"Dasar wanita sialan! Aku beri pelajaran karna kamu telah ikut campur masalah ku!"


"Tu-tuan, kita bisa bicara baik-baik." Mulan tergagap dan takut saat Guntur mengacungkan tongkat golf kepadanya.


"Bicara baik-baik kamu bilang!"


PRAANG!!


Guntur memukul jendela hingga kacanya pecah berkeping-keping. "Gara-gara kamu ikut campur! Semua yang sudah aku susun rapih harus gagal."


BRAAK!!


...PRAAANG!!...


Mulan benar-benar takut melihat pria di depannya ini tengah mengamuk sambil membawa tongkat dan memukul semua benda yang ada di kamarnya, Mulan takut jika Guntur nekat memukulinya sampai dia mati.


"Dasar wanita kampung sialan!"


BRAAK!!


"Maafkan aku Tuan, Maaf ... aku tidak punya pilihan lain.'' Mulan berlutut memohon ampun dengan tubuh gemetaran.


Guntur yang sudah meluapkan emosinya melemparkan tongkat itu kesembarang arah, walau ia sedang marah ... ia tidak akan mungkin menganiaya seorang perempuan.


Guntur menatap Mulan penuh dengki dan benci, jika saja Mulan bukan seorang perempuan ... sudah di pastikan jika Mulan pasti babak belur.


''Dengarkan ini baik-baik wanita kampung! Aku akan menghancurkan kehidupan mu, kehidupan keluargamu, dan kamu akan merasakan rasa bersalah di setiap tidur mu bahkan setiap langkah mu! camkan itu baik-baik. ''


Guntur pergi setelah mengatakan itu, namun Mulan mematung seakan hari buruknya akan segera di mulai.


"Ya Tuhan selamatkan aku."


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’ ...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2