Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 41 : Guntur mengetahuinya.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Apartemen Sultan•


''Ini ... minum 'lah." Sultan memberikan teh hangat pada gadis menyedihkan yang dia temukan di pinggir jalan.


Sultan, yang memang baru pulang dari undangan rekan bisnisnya yang kebetulan mengadakan makan malam di atas kapal pesiar, terkejut melihat gadis yang dia kenal tengah menangis di jalan saat dia akan pulang.


Sultan seperti melihat se'ekor kucing yang di tinggal induknya begitu saja, menangis dan meraung ditengah tengah hujan.


Sultan yang sebenarnya enggan menolong dan ingin pergi begitu saja, merasa tak tega. Hati kecilnya memberontak untuk menolong orang yang dia suka. Walau Sultan masih kesal karna Ziell sudah memiliki kekasih


Entah yang dia rasa kesal atau cemburu, hanya dia dan Tuhan nya yang tau.


''Ma-makasih Kak.'' Ziell menerima teh hangat dan menyeruputnya, ''Ahh ... teh nya enak sekali.''


Sultan duduk di sofa berhadapan dengan Ziell, menyenderkan punggung nya dengan kedua tangan di masuk'kan kedalam saku dan satu kaki kiri menopang ke kaki kanan.


Terlihat sangat cool dan berwibawa, di tambah parasnya yang tampan dan rahang yang tegas! Membuat semua wanita tergila-gila begitu pun para Reader yang sedang membaca.


Sultan menatap Ziell yang tengah menikmati teh nya. Jika di lihat dengan jeli, Sultan beberapa kali menelan ludahnya membasahi tenggorok'kan nya yang kering secara mendadak.


Bagaimana tidak! Ziell terlihat sangat cantik tanpa kecamata, memakai kemeja berwarna putih yang sedikit kebesaran karna kemeja itu miliknya ... dengan rambut sedikit basah dan menampak'kan dua kaki yang putih dan mulus tanpa noda.


Dia itu pria dewasa dan normal, apa lagi melihat penampilan Ziell malam ini sungguh menggiurkan matanya. Ingin sekali Sultan menarik tubuh mungil itu kedalam pelukan nya dan memberikan sejuta cinta yang dia punya, namun Sultan sadar bahwa dia bukan siapa siapa nya Ziell untuk sekarang.


''Khem ...'' Sultan berdehem memaling'kan pandangannya ke arah lain, entah mengapa tubuhnya merasa gerah mendadak setelah menatap lekuk tubuh Ziell yang menggoda iman nya.


''Jadi apa yang sebenarnya terjadi?'' tanya Sultan, mengalihkan pikiran nya yang mulai kotor.


Ziell dengan sedih menceritakan bagaimana awal pertemuan dengan Evan, hingga dia bisa di permalukan dan di hina di depan umum karna penampilan nya yang menjijik'kan.


Bahkan dia menjadi bahan taruhan dan lelucon kelasihnya selama ini, Ziell beberapa kali mengusap air matanya yang terus keluar tiada henti. ''Hati ini sakit, Kak.''


''Sudah jangan cengeng, jadikan ini pelajaran untuk kedepan nya dan jangan sampai ter'ulang kembali.''


Ziell mengangguk sedih.


''Istirahatlah di kamar tamu, ini sudah larut malam ... biar besok aku antar kamu pulang.'' Sultan berdiri dan melangkah ke lantai atas dengan terburu-buru.


Sedangkan Ziell dengan lemas berdiri dari sofa, melangkah'kan kakinya dengan berat ke ruang tamu yang berada tak jauh dari ruang Tv.

__ADS_1


Ziell merebahkan dirinya di atas peraduan, memandang langit-langit kamar dengan sedih.


''Evan ... kamu pria pertama yang paling jahat! akan aku buktikan jika aku biasa kuat dan tidak rapuh seperti yang kamu kira.'' Ucapnya meremas selimut dengan kencang.






Apartemen Dave•


Tiga orang pria tampan sedang berkumpul di ruang tengah, mereka bertiga diam saat mereka bertiga melihat Cv lengkap Ziell yang berada di dalam map yang isinya.


Curriculum Vitae (CV) daftar riwayat hidup milik Ziell. Surat lamaran kerja (Cover Letter) Portofolio. Ijazah dan transkrip nilai yang bagus. Beberapa foto terbaru. Serta beberapa Sertifikat atau piagam penghargaan yang Ziell miliki. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Identitas Pribadi (Fotokopi KTP/KK)


Guntur yang sangat shock, mengetahui jika Ziell adalah Rapunzell. Yaa ... Apuu masa kecilnya yang masih setia dia tunggu sampai hari ini.


Guntur memandang foto dan kartu keluarga milik Rapunzell yang ternyata di atas nama Ziell adalah mana kakaknya dan kedua Orangtua Ziell yang sangat Guntur kenal.


Agam Assaud bin Muhktar Al Bilal.


Brugh!


Guntur terduduk di sofa dengan lemas tanpa tenaga, bahkan tulang nya mungkin melunak secara perlahan ... Guntur bingung bagaimana dia bisa seceroboh ini, bagaimana bisa dia mengatakan hal yang kejam pada Apuu nya.


''Brengseek!!'' Teriak Guntur melempar map itu hingga bertebaran.


''Bro! Lu baik-baik aja 'kan?''


Guntur memijat pelipisnya, lalu menceritakan semua yang dia ketahui. di lerung hatinya yang paling dalam, ia sangat menyesal sudah berkata kasar dan menghina Ziell dengan sangat kejam.


Jika dia tau bahwa Ziell adalah Appu nya, tentu saja Guntur tidak akan pernah menyakitinya ... pantas saja jika Guntur menatap mata Ziell, ia seperti familiar dengan bola mata yang berbeda dengan orang lain pada umumnya.


''Apa yang udah gue lakuin. Bodoh! Bodoh! Bodoh!'' teriak Guntur.


''Lu tinggal minta maaf aja sama dia, gue yakin dia mau maafin kok.'' Ridho berkata dengan enteng, namun apakah sebuah kata maaf akan se'sederhana itu?


''Apa dia mau maafin Gue?''


''Yaa di coba lah, buktiin bahwa Lo nyesel dengan kejadian semalam.''

__ADS_1


Guntur terdiam memikirkan ucapan Ridho, lalu Dave pun memberi solusi pada sahabatnya agar Ziell mau memaafkan dirinya.




Kembali ke apartement Sultan•


Ziell yang masih belum bisa tidur hanya berguling ke kanan dan ke kiri merasa tidak nyaman, lalu tiba-tiba ... Thak!!


Lampu mati secara mendadak! Membuat Ziell terkejut dan refleks berteriak. ''Kakak ... aaahhh ... Lampunya kenapa matii ... aku takut! Kakak ...''


Tak ada jawaban dari Sultan, membuat Ziell turun dari peraduan dengan sangat hati-hati. Meraba raba tembok dan berjalan dengan perlahan ke luar kamar.


''Kak.'' panggilnya lagi.


''Iyaa.'' Jawab Sultan yang sepertinya tengah menuruni anak tangga dengan perlahan.


''Kakak dimana?'' Ziell meraba-raba ke depan, mencoba untuk meraih tangan Sultan.


''Baru turun dari tangga.''


Keduanya saling meraba, mencari tangan satu sama lain di kegelapan malam tanpa cahaya. Hingga jari jari mereka bersentuhan lalu memegang satu sama lain.


''Kak, aku takut gelap.'' Ziell langsung memeluk tubuh Sultan dengan erat, membenamkan kepalanya di ketiak Sultan yang nyaman.


''Yasudah, Kakak cek dulu keluar ... kamu tunggu di sofa.''


''Nggak mau!'' Ziell semakin mengeratkan pelukan nya.


''Tap-''


''Nggak! Nggak! Nggak! Aku nggak mau di tinggal!''


Sultan mendesah, bukan karna jengkel dengan sikap Ziell. Melainkan ia resah dan gelisah tak menentu saat Ziell memeluknya dengan erat seperti ini, yang mana Sultan merasakan dua bulatan yang kenyal tanpa penghalang menempel dengan erat.


''Gawat! bisa-bisa Kris mbah Mukti terbangun dari tapa brata nya.'' Gumam Sultan dalam hati.



...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2