
Di Antara Kita•
...🍒🍒🍒...
Di kamar•
Mama Ella dan Papah Agam beradu argumen dengan pilihan yang sudah di tetapkan oleh Papah Agam. Alih alih ingin beristirahat, sang istri malah mengajaknya bertengkar dengan masalah yang sama.
Dimana Papah Agam berencana untuk menjodohkan Ziell dengan Guntur, yang dia kira adalah pemuda yang sederhana dan baik hati bernama Evan.
''Pah, jangan seperti ini pada Ziell.'' pinta Mama Ella yang sudah menurunkan nada suaranya, tidak ada gunanya bernada tinggi jika sang Suami tidak mau mendengarkan dirinya.
Mama Ella mencoba membujuk sang suami dengan kelembutan, ia tidak mau putrinya tidak bahagia dan menjalani biduk rumah tangga dengan keterpaksaan.
''Itu demi kebaikan nya Mah, tidak akan aku cabut lagi kata kataku.''
''Tapi Ziell sudah mencintai orang lain, dan kamu tidak berhak merenggut kebahagiaan nya.''
''Siapa bilang aku tidak berhak? aku adalah Ayahnya dan aku berhak mengambil keputusan demi kebahagian putriku.''
''Pah, kenapa kamu menjadi menyebalkan seperti ini? kamu makin kesini makin ke sana.''
''Sudahlah, besok lagi kita bahas! Aku capek.'' Pekik Papah Agam masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Ziell ... ia tengah menangis di dalam bantal meretapi nasibnya.
Sungguh, Ziell tidak mau menikah dengan orang yang sudah membuat hatinya hancur berkeping keping. Kenapa Evan harus hadir di dalam hidupnya, dan merunyamkan kehidupannya yang damai dan jauh dari kata masalah.
''Nggak! Aku nggak boleh lemah, aku berhak untuk bahagia.'' Ucap Ziell menghapus air matanya, tidak ada gunanya menangis.
Ziell pun turun dari peraduan, berjalan ke arah ruang pakaian dan menurunkan ranselnya. Ia mengepak beberapa pakaian dan keperluannya, bahkan Ziell memasukkan semua perhiasan yang dia miliki.
Lebih baik ia kabur di bandingkan harus menikah dengan Evan, persetan bagaimana nanti jika kedua orang tuanya membenci dirinya karna mengambil keputusan seperti ini.
Dia berhak menentukan jalan hidupnya sendiri, karna Ziell sudah bukan anak kecil lagi.
Ziell melihat jam di pergelangan tanganya, menunjukkan pukul 10 malam lewat lima menit. Tidak ada rasa takut dalam hati Ziell karna dia merasa jika dirinya berada di jalan yang benar walau salah.
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Pagi Hari ...
Seorang pekerja yang sudah lima tahun bekerja di kediaman Bilal, masuk kedalam kamar Ziell untuk membangunkan anak majikannya. Namun saat ia sudah membuka pintu, ia merasa heran karna kamar ini begitu rapih dan gordeng pun sudah terbuka.
''Non.'' panggilnya.
Tak ada sahutan dari si pemilik kamar, membuat ia celingak-celinguk mencari keberadaan Ziell. Ia berjalan ke arah kamar mandi namun tak ada, melihat ke arah ruang ganti juga tidak ada.
Namun saat ia akan kuar kamar, netra matanya tidak sengaja melihat secarik kertas di atas nakas. Membuat sang Art dengan perlahan mengambilnya.
Dia membuka dan membaca isi surat itu, yang mana membuat kedua matanya membelalak seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia baca..
''Ibuuu ... Bapak ...'' teriaknya langsung berlari ke bawah, dimana semua orang sudah berkumpul menikmati sarapan mereka.
"Ibu, Bapak! Gawat.''
''Ada apa dengan mu?'' tanya Mama Ella, merasa heran dengan kepanikan Art nya.
''It-itu ... Non Ziell nggak ada di kamar! Non Ziell kabur, Pak.''
''Apa!'' Teriak Ketiga orang secara bersamaan, mereka begitu terkejut saat mendengarnya.
Art memberikan surat yang di tinggalkan oleh Ziell pada majikan laki-laki nya, membuat Papah Agam langsung mengambil dan membaca isi surat itu.
•••••
Maafkan putrimu yang tidak berbakti ini, Pah. Ziell tidak bisa menuruti perkataan Papah. Jujur, Ziell benar-benar muak dengan bosan dengan kekangan yang Papah lakukan pada Ziell.
Ziell berhak bahagia dengan cara Ziell sendiri Pah, Ziell sudah dewasa dan bisa menentukan jalan untuk Ziell sendiri.
Maaf ... maafkan Ziell sekali lagi Pah, karna Ziell memutuskan untuk kabur dari rumah. Ziell sangat mencintai Kak Sultan, Pah. Dia pria penyayang, baik hati, lembah lembut, dia juga memperlakukan Ziell bagaikan barang berharga. Terlebih Kak Sultan sangat mencintaiku Pah.
Ziell tau ... bagi Papah, Ziell masih terlihat anak anak dan masih butuh perlindungan Papah, Tapi Ziell sudah besar Pah ... jangan egois dan mementingkan perasaan Papah saja, Pikirkan perasaan Ziell juga.
Ziell tidak akan kembali sebelum Papah mengurungkan niat papah untuk menikah 'kan Ziell dengan Evan.
Ziell.
•••••
''Brengsek! Pasti pria itu yang menghasut Ziell untuk pergi dari rumah.'' Gumam Papah Agam dalam hati, meremas surat yang di tulis Ziell, dia benar-benar kecewa dengan apa yang putrinya lakukan.
Padahal apa yang dia lakukan itu demi kebaikan Ziell sendiri, sebelum ini ... Ziell tidak pernah melawan, namun kenapa sekarang Ziell bisa melawan? bahkan sampai berani kabur dari rumah.
Mama Ella memungut surat itu, lalu membacanya ... hatinya merasa khawatir atas kepergian putrinya. Dia buru buru naik ke lantai atas untuk mengabari seseorang yang dia percaya bisa menemukan Ziell dan menjaganya.
__ADS_1
''Pah.'' Guntur mengelus pundak Papah Agam yang masih diam memendam emosinya.
''Ini semua pasti hasutan dari pria itu! Lancang sekali sudah meracuni pikiran polos putriku. Yaa, pasti dia yang sudah menghasut Ziell untuk melawan ku.''
''Apa yang harus Evan lakukan, Pah?''
Papah Agam melihat Guntur, menepuk pundaknya dan mengajak Guntur untuk mencari Ziell. Namun baru saja berdiri dari duduknya, Papah Agam memegangi dadanya yang terasa sakit secara mendadak.
''Arrgh.''
''Pah, ada apa dengan mu?''
Gubrak!!
''Ya Tuhan! Pah.'' Teriak Guntur begitu terkejut, melihat Papah Agam yang tiba tiba saja pingsan dan jatuh begitu saja ke lantai.
Guntur dengan cepat memanggil semua orang untuk menolong dan membawa Papah Agam ke rumah sakit. Termasuk Mama Ella yang berlari melihat keadaan sang suami yang dia cintai tak sadarkan diri.
Guntur begitu khawatir melihat Papah Agam pingsan secara mendadak, hatinya merasa tidak tega melihat Papah Agam yang selama ini menyayangi dirirnya dan menerima kehadiran nya dengan tangan terbuka.
Buru buru Guntur membawa Papah Agam ke dalam mobil, sampai sampai Guntur tidak memperhatikan jika dia memakai sendal dua toko. Yang satu dari mang copi dan yang satu dari mang Lazu.
•
•
•
•
Di sisi lain•
Sultan yang mendengar kabar jika Ziell kabur dari rumah, dia langsung turun dari ranjang dan mencuci mukanya. Ia bergegas keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan tergesa gesa.
Sultan tidak menyangka jika Ziell melakukan hal diluar dari pikiran nya, terlebih Sultan begitu khawatir dengan keadaan Ziell.
Saat Sultan membuka pintu, ia begitu terkejut melihat Ziell yang sudah ada di depan pintu apartemen nya. Matanya berkaca kaca menahan tangis dan langsung berhambur memeluk dirinya.
''Kakak ...'' Ziell menangis di dalam pelukan Sultan, mencurahkan rasa kecewa dan rasa takutnya. ''Bawa aku pergi, Kak.'' ucap Ziell dalam isak tangisnya.
Sultan memeluk dan membawa Ziell kedalam, menenangkan Ziell agar tidak khawatir karna semua akan baik baik saja.
•
...🍒🍒🍒...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1