Di Antara Kita

Di Antara Kita
Kirana jatuh pingsan.


__ADS_3

Pagi pagi sekali Kirana bangun dia merasa tidak enak badan, tapi ia tetap memaksakan diri untuk sekolah karena hari ini ada penilaian di jam olahraga. Sampai di sekolah, kerena jam pertama adalah jam olahraga jadi semua teman sekelas Kirana menganti pakaian mengunakan pakaian olahraga.


"Na lo gak apa apa kan?"Rosa merasa hawatir karena wajah Kirana sedikit terlihat pucat


"Gak apa apa kok, cuma kecapean aja" memenangkan temanya itu


"Lo yakin? Kalo gak bisa lo istirahat aja!"


"Gak ,gue bisa kok" Kirana ngotot ingin tetap ikut olahraga


Arya juga melihat hal yang sama dengan Rosa ia melihat kirana sangat pucat. Arya sengaja mengikuti dari belakang untuk jaga jaga saja kalo Kirana pingsan ia bisa menangkapnya dari belakang. Dan benar saja selang beberapa menit kirana jatuh pingsan, namun untung saja Arya ada di belakangnya jadi Kirana tidak langsung jatuh ke tanah. Arya mengendong Kirana untuk di ajak ke UKS, pak Rusdi guru olahraga ikut ke UKS bersama Arya, sedangkan yang lain di minta untuk melakukan pemanasan.


Sesampainya di UKS Arya dan pak Rusdi berusaha membangun kan Kirana namun tak kunjung bangun.


"Arya kamu jaga kirana dulu ya!,bapak mau cari petugas UKS nya dulu"perintah pak Rusdi


"Iya pak"Arya mengiyakan


perintah pak Rusdi dengan tetap berusaha memijat mijat tangan Kirana


Setelah pak Rusdi pergi Arya masih tetap berusaha membangun kan Kirana.


Tak lama kemudian Kirana terbangun


"Di mana ini?"dengan kepala yang masih pusing Kirana berusaha bangun


"Eeh, jangan bangun dulu!, lo tadi pingsan di lapangan"ucap Arya


"Kepala lo masih pusing? tanya Arya meyakinkan


"Dikit"sahut Kirana dengan nada lemas


Tak lama kemudian pak Rusdi datang mengajak petugas UKS dan langsung memeriksa keadaan Kirana.


Kirana di izinkan pulang karena keadaannya yang sepertinya sangat lemah. Arya di minta untuk mengantar Kirana pulang


"Arya kamu bawa mobil kan? Tanya pak Rusdi


"Iya pak" sahut Arya


"Yasudah kamu bisa antar Kirana pulang kan?"

__ADS_1


"Gak usah pak telpon ke rumah saya saja!" Kirana tiba tiba menyela pembicaraan dengan nada yang masih lemas


"Kalo nunggu jemputan dari rumah kamu lama, mending di antar sama Arya saja ya! Perintah pak Rusdi


Kirana tidak bisa menolak permintaan pak Rusdi dan terpaksa pulang bersama Arya


Di perjalanan hanya ada keheniangan di antara Kirana dan Arya sampai Arya membuka pembicaraan terlebih dahulu.


"Lo udah tau sakit kenapa masuk sekolah? Tanya Arya memecah keheningan


"Cari nilai"jawab Kirana singkat


"Yaelah,kalo lo sakit sama aja lo gak bakal dapet nilai maksimal karena kondisi lo yang lemah"


"Lo ngapain aterin gue?"Kirana mengalihkan pembicaraan


"Ya trus kenapa, gak boleh?"jawab Arya santai


"Ya boleh, trus nilai olahraga lo gimana?"


"Kan bisa nyusul"


"Lo mau nyusul demi aterin gue pulang?"


Kirana hanya terdiam mendengar kata kata Arya.


 


Sesampainya di rumah Kirana arya mengetuk pintu rumah Kirana, bik ijah pembatu kirana membukakan pintu.


 


"Yaampun non kenapa?" tanya bik ijah histeris


"Tadi Kirana pingsan bik di sekolah"jawab Arya karena kirana tampaknya sangat lemas dan tak bisa bicara


"Yasudah, masuk masuk"perintah bik ijah


"Siapa bik?" Tanya ibu kirana karena ia beluam tau siapa yang datang


"Ini nyah non Kirana" jawab bik ijah

__ADS_1


"Kirana sayang kamu kenapa?" Sambil berlari kecil menghampiri kirana


"Tadi Kirana pingsan tante"jawab Arya


"Kok bisa sih? yaampun, sayang" ibu kirana hiseteris


"Yaudah tante saya pamit dulu ya, na cepet sembuh ya!" Ucap Arya


"Yasudah makasi ya nak udah mau aterin Kirana pulang"


"Ya tante, sama sama" jawab Arya sambil berdiri dan berjalan meuju pintu.


Arya berhenti karena pangilan dari Kirana


"Ar, makasi ya udah mau aterin gue pulang"ucap kirana sambil sedikit tersenyum ke Arya. Arya menyadari bahwa Kirana tidak seburuk yang dia pikirkan selama ini, ternyata dia baik. Arya senang mendengar kata kata Kirana itu.


"Iya, santai aja" mebalas senyuman.


Di perjalanan Arya terus mengingat kata kata Kirana dan senyum manisnya itu.


Keesokan harinya kirana tidak masuk sekolah


"Ar Kirana keadaannya parah banget ya sampai gak sekolah?"tanya Rosa


"Mungkin"jawab Arya


"Kok mungkin sih?, Kan lo yang aterin dia pulang" tanya Rosa lagi


"Ya pas sampai di rumahnya gue langsung pergi"


"Yaelah, eh lo gak mau nyusul nilai praktek olahraga?


"Gak, nanti aja biar sekalin sama Kirana, kasian dia kalo nyusul sendiri"


"Cieeee, lo suka ya sama Kirana?" Rosa menggoda Arya


"Apaan sih, gini ya kalo nyusulnya satu satu kasian pak Rusdi sekarang nyusul besok lagi nyusul kan capek bapaknya"


"Alasan aja lo"goda Rosa lagi


Sedangkan Arya hanya terus teringat apa ucapan dan senyum manis Kirana kepadanya kemarin.

__ADS_1


Sedangakan di tempat lain Kirana hanya terbaring lemas sambil melihat langit dari jendela seperti ada sesuatu yang dia pikirkan mungkin dia sedang memikirkan langit mantana pacarnya itu, entah apa yang telah di lakukan langit padanya sampai membuat wanita yang seriang Kirana menjadi wanita yang cuek.


__ADS_2