Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 20 : Pamitan II


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


''Kak, kau sedang apa?'' tanya Ziell yang terkejut ketika dia membuka mata, wajah Sultan sangat dekat dengan nya.


Khem! Sultan berdehem untuk menghilangkan kegugupan nya karna kepergok akan mencium Ziell, ingin sekali ia tenggelam di lautan lepas dan bersembunyi sebisa mungkin.


Untuk pertama kali, Sultan merasa malu namun ia bisa menyembunyikan rasa malunya dan langsung membuka seatbelt.


''Jangan mikir macam-macam! Aku hanya ingin membuka sabuk pengaman.'' cetus Sultan dengan cepat membuka seatbelt.


''Ouhh aku pikir Kakak mau apa.''


Sultan menatap Ziell dengan kening mengkerut. ''Memangnya apa yang ada di otak mu, heh? apa kamu pikir aku akan mencium mu?'' tanya Sultan mengintimidasi Ziell hingga Ziell salah tingkah.


''Nggak!'' Ziell dengan cepat menggelengkan kepalanya.


''Cih! Mana mau aku mencium mu, lihatlah air liur mu menetes iyuukk.''


Ziell melotot dan refleks mengusap sudut bibirnya. ''Mana nggak ada!'' Ziell mengerucutkan bibirnya.


''Ada, nih.'' Sultan langsung menggigit pipi Ziell dengan gemas, hingga sang empu berteriak di dalam mobil.


''Aahhh ... Kakak! Sakit!''


''Sudah sana keluar.''


''Ihhh Kakak mah ... liat ini pipiku jadi merah! Mana ada cap jigong Kakak lagi.'' Ziell melihat cermin.


Sultan tersenyum dan bergumam dalam hati, ''Siapa suruh kau menggemaskan.''






Satu hari kemudian•


Pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara internasional Dubai. Sultan keluar dari dalam pesawat pribadi milik keluarga Arrashid yang memang keluarga terpandang di Dubai.


''Keif'halk ya saydi. (Apa kabar Tuan?)'' tanya sang Supir sambil membuka 'kan pintu mobil.


''Tamam, Keif'halk antum? (Baik, bagaimana kabar mu?)''

__ADS_1


''Ana bikhayr Sayidiin (kabar saya baik Tuan)." Jawabnya.


Sultan tersenyum."Alhamdulilah (Syukurlah).''


Mobil pun melaju menuju kediaman Arrashid, yang mana di sana sudah ada Jida Lintang menunggu anak bontotnya datang setelah lama tidak mengunjungi nya.


[Udah jadi nenek nenek aja tuh si Lintang. Udah pernah baca karya Married with Baba? yang belum kuy baca.]



Sekitar lima belas menit, mobil yang membawa Sultan masuk ke halaman Qars (Mansion) milik keluarga Arrashid di daerah Palm Jumeirah.


Ketika Sultan turun dari mobil, dia benar-benar di sambut oleh Jida Lintang yang tengah berdiri di depan pintu masuk, dengan senyum mengembang di wajah nya yang mulai menua.


''Mom.'' Sultan memeluk Ibu angkatnya dengan erat, begitu pun dengan Jida Lintang yang sudah rindu dengan anak bungsunya.


''Kau semakin besar dan tampan sayang ... apa anak durjana alias si Kustini itu mengurusmu dengan baik?'' Jida Lintang mengelus rambut Sultan dengan lembut dan penuh kasih sayang.


''Mom ... dia putrimu.''


''Jangan membicarakan dia. Ayo masuk anakku kau pasti sangat lelah karna perjalanan panjang."


Mereka berdua pun masuk dan bercerita banyak hal, bahkan Jadu Omar yang tengah bermain golf bersama rekan-rekan nya langsung pulang, ketika mendapatkan kabar jika anak bungsunya sudah sampai di Qars (Mansion)




Sedari tadi, Mom Kaleea memandangi layar ponselnya dan berharap jika sang adik cepat mengabari dirinya jika sudah sampai.


''Sayang, kau sedang apa?"


"Menunggu kabar dari adikmu, kenapa dia belum mengabari jika sudah sampai yaa ..."


"Mungkin dia tengah beristirahat, jangan terlalu mengkhawatirkan dirinya ... Sultan sudah dewasa dan dia bukan anak anak lagi."


''Tapi bagiku dia masih anak anak." terdengar nada yang lirih dari mulut Mom Kaleea.


Dad Ryan tersenyum lalu memeluk sang istri dari belakang, ia sangat tau jika istri nya ini begitu posesif pada Sultan sedari dulu ... bahkan Dad Ryan masih ingat ketika Sultan di buly karna botak oleh teman-teman sekolah nya hingga Sultan tidak mau masuk sekolah lagi.


Istri nya ini langsung datang ke sekolahan sang adik dan menantang para murid untuk duel tinju jika berani meledek atau membuly sang adik, hingga para murid dan para guru sudah kena mental duluan saat istri nya melabrak satu sekolahan dan membawa sarung tinju, untuk memberikan pelajaran pada setiap murid yang merundung Sultan.


Sejak saat itu, Mom Kaleea melarang Sultan untuk di botak dan harus glowup sejak dini karna dia tidak mau sang adik tidak percaya diri dan mengalah pada orang lain.


''Dari pada mikirin Sultan, coba deh kamu lihat ini.'' Dad Ryan menyodorkan ponselnya, lalu menunjukan salah satu poto yang dia ambil tadi pagi.


''Nih, anak mu sepertinya sudah punya pacar.'' tebak Dad Ryan, yang tidak sengaja melihat putra pertamanya membonceng seorang gadis.

__ADS_1


Mom Kaleea mengambil ponsel suaminya, lalu melihat dengan jeli layar ponsel yang dia pegang. Kedua mata Mom Kaleea terbelalak melihat jika Guntur tengah membonceng seorang gadis berkecamata dan terlihat lugu dan masih polos.


Sedetik kemudian tawa menggema di kamar yang bercat Broken White, siapa lagi jika bukan Mom Kaleea yang tertawa melihat nasib anaknya yang suka menghambur-hamburkan uang ... kini harus menaiki motor butut, bahkan tipe gadis idaman nya pun menurun drastis bukan Gigi hadid lagi.


''Apa ada yang lucu?'' tanya Dad Ryan.


''Tentu saja ada yang lucu, emmm aku akan pergi sebentar.'' Ucap Mom Kaleea dengan semangat.


''Kau mau pergi ke mana?''


''Kemana lagi kalau bukan menemui si Geledek, aku ingin mengolok ngolok dirinya karna sudah turun level."


Dad Ryan menggelengkan kepalanya.





Restoran•


Ziell memandang cincin yang sangat cantik dari Sultan, entah mengapa dia merasa tidak pantas mengenakan cincin ini ... seperti ada sesuatu yang mengganjal dari lubuk hatinya yang paling dalam, namun ia sendiri tidak tau apa itu.


Ketika Ziell tengah melamun, ponselnya tiba tiba berdering membuat ia terkejut. Dilihat layar ponselnya tertera nama Kak Adam dan wajah tampan nya.


Senyum terbit di wajah Ziell ketika sodara kembarnya menelpon setelah sekian purnama melintang. Ia pun segera menggeser layar ponselnya dan menyapa pada sodara kembarnya.


[Kak.] sapa Ziell.


[Anak ingusan, apa kau baik-baik saja?] tanya Adam, dengan sela mengejek.


[Aku baik, memangnya kenapa?]


[Entahlah, hatiku merasa tidak nyaman dan selalu memikirkan mu ... aku takut kau sedang terkena virus cinta.]


Ucap Adam di sebrang telpon, entah mungkin ikatan batin yang sangat kuat hingga Adam yang jauh di sana bisa merasakan kebimbangan yang Ziell rasakan.


Ketika Ziell akan berbicara, seseorang memanggilnya dan Ziell pun mematikan sambungan dengan sepihak.


''Ziell ... Pak Gu-aaah khem, Pak Evan memanggil mu.'' Ujar Stella pengharum ruangan keceplosan.


"Baik aku segera datang.''



...🍒🍒🍒...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2