Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 37 : Astagfirullah Kelakuan Guntur


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Mobil Sultan menepi tepat di depan Gerbang Kos-kosan Ziell, ''Makasih ya Kak, udah anterin aku pulang.'' Ucap Ziell keluar dari dalam mobil, namun tidak ada jawaban dari Sultan.


Sultan masih kesal karna Ziell sudah memiliki pacar, hingga dirinya tidak bisa mengontrol emosi dan rasa kesal di hatinya hingga Ziell yang sedari tadi berbicara tidak dia idahkan.


Setelah Ziell berada di luar, mobil Sultan pergi begitu saja yang mana membuat Ziell heran. ''Eh, kenapa sih?'' tanya Ziell pada dirinya sendiri, lalu menggidikan bahunya dan ingin melangkah ke dalam.


Namun baru saja satu langkah, Ziell melihat mobil mewah berhenti tepat di depannya dan keluarlah Nia dari dalam mobil membuat Ziell mengerutkan keningnya.


''Baik Tante, terima kasih sudah mau mengantarkan saya.''


''Segeralah beristirahat, Nak. Kapan-kapan main dengan Dave ke rumah yaa ... nanti Ibu kenalkan dengan Eyang.''


Nia mengangguk, lalu mobil pun melesat pergi meninggalkan Nia yang mendesaah kecewa. Tidak masuk di otak secuil basreng yang Nia miliki jika Ibu Ningrum benar-benar menerima dirinya dengan tangan terbuka, apa lagi Nia sudah menjelek jelekan dirinya sendiri tapi itu tidak mempan.


''Nia, kamu dari mana?''


''Astagfirullah! Ziell.'' Nia terkejut saat pundaknya di tepuk.


''Ih ngelamun ... ayo masuk, siapa tadi yang mengantar mu?''


''Bukan siapa siapa.'' Nia dan Ziell masuk kedalam, ia belum bisa membicarakan masalah yang tengah ia hadapi karna tidak mau jika masalahnya membebani Ziell.


''Oh iyaa Ze, uang yang sempat aku pinjam aku balikin lagi yaa ...''


''Lho kenapa?''


''Kata si pemilik mobil dia sudah merelakan nya.'' Bohong Nia.


''Ouhh syukurlah kalau begitu.''


Keduanya sampai di depan pintu kamar mereka masing-masing, melambaikan tangan satu sama lain dan mengucapkan selamat malam. Mereka berdua sepertinya sudah lelah dengan hari ini hingga mereka berdua ingin segera beristirahat di kasur mereka yang empuk.


β€’

__ADS_1


β€’


β€’


β€’


Sedangkan di sisi lainβ€’


Guntur, Ridho dan Dave. Mereka bertiga baru saja sampai di party yang di adakan oleh salah satu teman wanita Ridho di salah satu Vila di Jakarta.


Saat mereka bertiga datang, para wanita dengan heboh membenarkan makeup dan baju mereka walau kenyataan nya mereka hanya memakai kain tipis dan kekurangan bahan.


"Sorry for the long wait, Sweet heart.'' Ucap Ridho, sambil cepika cepiki.


''It's okay, the party has just started. (Tidak apa-apa, pesta baru saja di mulai)" Jawab Carllote.


Mereka semua mengobrol dan minum-minum, termasuk Guntur yang belum berubah sama sekali. Bagaimana dia bisa berubah? dia saja belum kena karma atas perbuatannya.


Carllote membawa salah satu temannya dan di kenalkan pada Guntur dan Dave, membuat mata Guntur berbinar melihat kecantikan wanita di depan nya.


Dave dan Guntur saling berebut untuk berkenalan hingga saling dorong dan saling sikut, namun Guntur yang yang selalu menang. ''Haii cantik, namaku Guntur.'' Guntur menarik tangan gadis itu dan mencium punggung tangannya.


''Aku Bella.''


''Ahh ... Bella, nama yang cantik seperti orang nya.'' rayu Guntur, membuat Bella tersipu malu-malu.


Entah malu apa yang di tunjukkan oleh Bella, entah itu malu-malu kucing atau malu-malu kambing. Mereka pun berbincang bicang hangat, sesekali tertawa menikmati party dengan sebotol minuman yang menemani mereka.


"Aku ke toilet sebentar yaa.'' Pamit Bella sembari berdiri dan tersenyum melirik Guntur penuh makna.


Mereka semua mengangguk, namun dengan sengaja Bella berpura-pura jatuh hingga tubuhnya menimpa tubuh Guntur yang sedang duduk.


Brugh! ''Aahh ...''


Dengan sigap Guntur memeluk pinggang Bella hingga mata mereka bertemu dan saling pandang satu sama lain. Bella pun berbisik di telinga Guntur dengan nada sensual.


''Aku tunggu di toilet." Ucap Bella bergegas pergi dengan lirikkan mata menggoda.

__ADS_1


Guntur yang mendapatkan kode dari Bella menyunggingkan bibirnya, lalu berdiri dan berpamitan pada Dave dan Ridho. ''Gue ke belakang sebentar.''


''Oke.'' jawab Dave dan Ridho secara bersamaan.


β€’


Guntur berjalan ke arah toilet melihat kanan kiri mencari orang yang mengundangnya, hingga Guntur terkejut ketika bajunya ada yang menarik ke samping.


Tanpa kata tanpa cerita, Bella mencium Guntur dengan menggebu gebu. Sedangkan si sontoloyo malah menikmati apa yang tengah Bella lakukan dengan bibirnya, Guntur pun membalas ciuman panas itu hingga keduanya terbawa suasana.


Guntur yang sangat mahir berciuman, hingga kedua tangan Guntur sangat tidak ramah meremas sesuatu yang seharusnya tidak ia remas-remas.


Uuh..


Desah merdu keluar dari mulut Bella, saat birahinya terpancing dan menginginkan hal yang lebih dari sekedar berciuman. Hingga Bella langsung mendorong tubuh Guntur ke dinding dan melepaskan satu persatu kancing yang masih terpakai rapih.


''Apa kamu menginginkan ini hemm ...'' bisik Guntur dengan nafas memburu, menggigit bibir bawah Bella.


''Yes! I like it very much." Bella yang benar-benar sudah terpancing, apa lagi saat tangan Guntur bermain di area dada yang montoke membuat Bella layaknya cacing kepanasan.


Ketika Guntur akan mencicipi susu murni nasional, entah mengapa bayangan Ziell tiba-tiba datang di benaknya hingga Guntur langsung terjelembab karna terkejut.


''Hah!''


"Ada apa honey?'' tanya Bella sama terkejutnya karna Guntur menghentikan aktivitas mereka.


"Aku tidak bisa melakukannya.'' Ucap Guntur langsung pergi meninggalkan Bella yang sudah basah.


Guntur bingung kenapa Ziell tiba-tiba saja hadir di benaknya, ketika dia ingin bersenang-senang. ''Ini tidak benar! Aku harus cepat menyingkirkan gadis bermata empat itu.'' Ucap Guntur mengacak-ngacak rambutnya.


Bella berteriak memanggil Guntur karna Guntur meninggalkan nya begitu saja, '' Come on Guntur, don't be like that. '' Teriak Bella berkacak pinggang.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2