Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 95 : Siang malam gas terus.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Guntur tau jika gadis remaja di depannya ini tidak tau apapun mengenai masalah dirinya dan Mulan, tapi untuk membalaskan dendam pada Mulan. Guntur menjadi gelap mata dan tidak perduli apapun yang terjadi, yang pasti kekesalan yang ada di hatinya bisa ia lampiaskan pada adik Mulan.


''Ap-apa ... menikah? Nggak! Aku nggak mau.'' Lisa menolak.


''Terserah.''


''Hei kalian! Bawa orang tuanya dan jebloskan dalam penjara! Pastikan mereka berdua mendekam seumur hidup!'' Ucap Guntur beranjak pergi.


Sedangkan Lisa tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia memeluk Ibu nya agar tidak di bawa paksa. Namun sayang ... tubuh mungil Lisa di dorong hingga Lisa jatuh.


''Ibu ... Hisk.'' Lisa menangis bingung, ia pun berlari ke luar menyusul Guntur yang sudah berada di dalam mobil.


Dhuk. Dhuk. Dhuk.


''Tuan, tolong jangan seperti ini ... kita bisa bicarakan baik-baik.'' Lisa menggedor kaca mobil, berharap Guntur mau bernegosiasi dengannya.


''Tuan.''


Guntur dengan perlahan membuka kaca mobilnya lalu menoleh pada Lisa dan berkata. ''Ku beri waktu sampai besok pagi! Telpon Kakak mu agar dia pulang secepat mungkin, maka aku tidak akan membawa kedua orang Tua mu kedalam penjara, da...n kau tidak perlu menikah denganku.''


Setelah mengatakan itu, Guntur menutup kaca mobilnya, sedangkan Lisa berlari menyusul ibunya yang sudah masuk kedalam mobil polisi.


''Ibu ... Hisk, jangan tinggalkan Lisa Buk.''


''Lis-'' tak sempat sang Ibu bicara, mobil itu sudah pergi membawanya, membuat Lisa mengejar dan terjatuh lalu menangis.


''Ibuuu ...''


Para tetangga yang melihat tidak bisa menolong, karna mereka tidak mau terlibat dalam masalah ... apa lagi saat tau jika Pak Rudi telah menipu orang itu dengan jumlah yang fantastis.

__ADS_1


Salah satu Ibu-Ibu menghampiri Lisa, ''Sabar yaa ndo ... ayo berdiri, jangan seperti ini.''


''Ibu di bawa pergi mbok.''


''Sudah, kita cari jalan keluarnya."


Lisa yang tadinya menangis langsung berhenti dan mengusap air matanya saat ia teringat perkataan Guntur. Lisa berlari ke dalam rumah dan mencari tasnya, mengambil ponsel untuk menghubungi sang Kakak.


''Angkat, Kak.''


Lisa benar-benar panik karna sang kakak tidak kunjung menjawab telpon darinya, hingga nomer sang Kakak tidak aktif sama sekali membuat Lisa berteriak marah.


''Kenapa jadi seperti ini ... aahhh, apa yang harus aku lakukan.''


Di saat Lisa merasa panik, ponselnya berbunyi dan nomer baru mengirimkan pesan padanya.


[Jika kau sudah membuat keputusan, maka temui aku di hotel xxx besok. Maka aku akan membebaskan kedua orang tua mu.]


Lisa tau ini pesan dari pria Arrogant itu, tapi Lisa lebih heran dari mana ria Arrogant itu mempunyai nomernya?


Apartement~


Pagi tadi sekitar pukul sepuluh lewat. Sultan dan Ziell sudah kembali ke apartemen, kini mereka berdua tengah berbagi tugas. Dimana Sultan tengah membereskan dan merapihkan baju Ziell ke dalam lemarinya ... sedangkan Ziell tengah berkutat di dapur membuat makanan, walau dia tidak pernah memasak tapi kali ini dia ingin belajar memasak untuk menyenangkan sang suami.


Namun saat Ziell fokus memasak, tiba-tiba Sultan melingkarkan kedua lengannya di perut Ziell sambil menyulusuri tengkuk Ziell dengan bibirnya.


"Ayankkk ... aku lagi masak." Ziell sedikit terkejut.


"Aku merindukan mu."


"Ishhh ... kaya bocah deh, kaya di tinggal seminggu aja bilang rindu! Padahal aku nggak ke mana-mana."


''Memangnya kenapa?Salah aku merindukan istriku sendiri.''

__ADS_1


Cup. Cup. Cup.


''Aku capek Kak, keramas melulu.'' Ziell cemberut, karna dia tau ke mana arah selanjutnya.


''Siapa yang suruh kamu keramas ummm ...''


''Aahh ... Kakak!'' Jerit Ziell saat buah dadanya di remas layaknya squshy.


''Kamu masak apa humm ...'' bisik Sultan.


''Ak-aahh aku ...''


Sultan membalikkan tubuh Ziell dan melahap bibir ranum yang selalu menggoda iman nya, tanpa memperdulikan tepat atau situasi yang ada.


Sedangkan Ziell yang notabenya hayu bae, tidak protes atau menolaknya dan langsung terbawa suasana ketika tangan Sultan masuk dan membuka pengait bra yang Ziell pakai.


Di sela-sela mereka berciuman, Sultan mematikan kompor dan memangku Ziell tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


Kedua Kaki Ziell melilit di pinggang dengan kedua tangan melingkar di leher, sedangkan Sultan menahan bokong istrinya dan membawanya ke arah sofa.


Keduanya tidak pernah bosan untuk melakukan penyatuan siang dan malam, walau bukan pertama kali mereka melakukannya tapi penyatuan ini selalu membuat keduanya berdebar tak karuan.


Suara erotis akan errangan dan dessahan keluar dari mulut Ziell saat milik sang suami terus menghentak berirama dengan nada yang syahdu akan decapan kulit yang beradu.


Sultan terus mendorong pinggulnya diikuti dengan Ziell bergerak seirama ... setiap peluh yang keluar dari keduanya menjadi saksi akan cinta yang mereka ungkapkan lewat bahasa tubuh.


Hingga kedua insan itu mengerang secara bersamaan saat berhasil mendapatkan pelepasan nya. Deru nafas keduanya terengah-engah dan saling berpelukan.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2