
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Ke esokan paginya, Lisa turun dari damri tepat di depan hotel yang di maksud. Lisa celingak-celinguk mencari seseorang yang katanya akan membawa dirinya pada si Tuan Arrogant itu.
''The Trans Luxury Hotel.''
Terpampang jelas jika hotel yang ada di depan nya ini adalah hotel berbintang lima, membuat Lisa semakin yakin jika si Tuan Arrogant itu memiliki uang empat miliar.
Lisa merutuki sang Ayah yang berani menipu orang kaya, dan membuat masalah pada semua orang ... termasuk sang Kakak yang memiliki hutang pribadi yang mana Lisa sendiri pun tidak mengetahuinya.
''Nona, Lisa.'' Panggil seseorang dari arah belakang.
''Yaa, saya.''
''Mari ikut saya, Bos sudah menunggu di dalam.''
Lisa mengangguk dan mengekori pria berbaju hitam itu, sebenarnya Lisa agak sedikit takut tapi apa yang mau dia lakukan lagi kecuali menuruti perkataan si Tuan Arrogant itu. Karna sang kakak yang dia sayangi tidak mengaktifkan ponselnya sampai hari ini.
''Pak, apa Ibu saya ada di dalam?'' tanya Lisa, dengan polos.
Pria itu hanya menoleh sedikit, lalu mengabaikan pertanyaan gadis kecil yang ada di belakangnya.
Lisa mengerucut kesal.
Ting!
Lift terbuka, keduanya keluar dari dalam lift dan masuk ke salah satu kamar yang mewah. ''Bos ada di dalam, masuklah.'' Ucap pria itu meninggalkan Lisa yang kebingungan.
''Eh, tung-'' belum sempat Lisa menyelesaikan perkataan nya, pria itu sudah menutup pintu kamar.
Lisa menghela nafas dan melangkah sedikit demi sedikit mencari si Tuan Arrogant itu.
''P-permisi ... Tuan.''
__ADS_1
Lisa melihat kanan kiri, lalu netra matanya melihat ke arah balkon di mana ada kolam renang di sana. Dan juga ia seperti mendengar jika ada seseorang yang sedang berenang.
Lisa melangkah ke arah balkon dengan perlahan, dan ia bisa melihat jika si Tuan Arrogant sedang berenang dengan gaya lumba-lumba.
Lisa pun dengan segera menghampiri Guntur yang ada di dalam air.
''Tuan!''
Guntur menoleh dan menyunggingkan bibirnya, "Kau datang? hem.''
''Iyaa, aku datang demi ibuku.'' cetus Lisa.
Guntur terkekeh, lalu keluar dari dalam kolam renang dengan telanjang dada.
''Omaygat. Tuan! Bisa tidak anda pakai baju dulu baru keluar dari kolam.'' Lisa menutupi kedua mata Sucinya dari godaan setan yang terkutuk.
''Ck, apa masalahnya? Aku ini berenang, bukan pengajian.'' pekik Guntur memakai handuk di pinggangnya.
Lisa melihat ke arah Guntur dari sela-sela jarinya dan menghela nafas saat Guntur sudah memakai handuk. Tapi Lisa gagal fokus melihat roti sobek berkotak enam yang terpampang nyata di depan nya.
''MASUK! BENGONG AJA DI SITU.'' bentak Guntur, membangunkan Lisa dari lamunan nya.
Lisa dengan segera masuk kedalam mengekori Guntur dari belakang. ''Jadi bagaimana Tuan?''
''Tunggu di situ! Aku mau berganti pakaian dulu.''
What! Ingin sekali Lisa menjambak pria Arrogant di depan nya, bagaimana bisa dia di perlukan seperti ini. Tapi, Lisa harus tau jika kedepan nya mungkin dia di perlakukan sama atau bahkan lebih parah dari ini.
Sekitar sepuluh menit, Guntur keluar menggunakan baju cesuall dan duduk di depan Lisa. Menyilangkan kedua tanganya di dada dengan satu Kaki bertumpang di kaki yang satunya lagi.
''Kakak mu tidak menjawab telpon?''
Lisa menunduk lalu menggeleng, membuat Guntur terkekeh. ''Kakak mu sudah tidak memperdulikan dirimu dan ibumu? mungkin dia lelah menjadi tulang punggung. Makanya dia tidak perduli dengan nasib mu.''
''Kakak ku bukan orang seperti itu.''
__ADS_1
''Oh iyaa?'' tanya Guntur dengan nada mengejek, lalu berdiri dari duduknya dan duduk di sebelah Lisa.
''Ahk ...'' Lisa meringis saat dagunya di cengkram kuat oleh Guntur.
''Asal kau tau! Kakak mu itu sudah memisahkan aku dengan orang yang aku cintai!'' Ucap Guntur penuh penekanan.
''Ahk, Tuan sa-sakit.''
Bukanya melepaskan cengkraman, Guntur semakin kencang saat ia teringat wajah Mulan. ''Seharusnya Kakak mu yang ada di posisi ini! Tapi Kakak mu malah kabur.''
Sreet!
Guntur menepis cengkraman itu dengan kasar, membuat Lisa berkaca-kaca. Tak sampai di situ, Guntur menjambak rambut Lisa kebelakang dan berbisik.
''Kau harus menikah denganku, dan menjadi pelampiasan dendam ku pada Kakak mu! APA KAU MENGERTI!'' Bentak Guntur, sambil melepaskan jambakan nya dengan kasar.
''Hiks ...'' Lisa menangis dalam diam dan mengangguk.
''Hmm bagus! Sekarang kau bersiaplah, karna aku telah mengatur semuanya.'' Ucap Guntur berdiri dari duduknya.
''Tu-Tuan bagaimana dengan Ibuku.''
Guntur menoleh dan menatap sejenak mata hitam dan bulat milik Lisa. ''Ibu mu akan aku lepaskan jika kau sudah aku ikat.''
''Apa Ibuku tidak masuk penjara?''
Guntur tidak menjawab, dia malah melengos pergi ke lantai atas. Membuat Lisa menyenderkan tubuhnya di meja.
''Kak ... kenapa kau kakukan ini semua, kenapa aku yang harus menanggung nya.'' Lirih Lisa dengan pilu.
β’
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1