Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 54 : Si polos minta Eskrim.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Sedangkan disisi lain•


Ziell benar-benar pergi ke Jakarta membawa mobilnya sendiri. Ia juga tidak menggunakan kecamata bulat yang dulu ia pakai untuk menutupi identitas nya.


Sudah cukup dirinya menderita, di ejek, dan di tertawakan oleh semua orang karna penampilan yang culun dan berujung menjadi bahan taruhan yang membuat hatinya sakit kala mengingat semuanya.


Zell ingin penampilannya seperti ini mulai sekarang, ia ingin menjadi dirinya sendiri ... toh ia juga tidak akan bergaul dengan sembarang orang. Terkecuali dengan beberapa orang tertentu yang sudah dia kenal dengan baik, terutama yang selalu ada di saat dirinya butuh.


Siapa lagi jika bukan Sultan.


Sultan ...?


''Aduh, kok aku bisa lupa kabarin Kak, Sultan yaa.'' Ucap Ziell yang baru ingat jika dirinya belum mengabari sang Kakak.


Kakak ketemu gede.


Ziell menepikan mobilnya dan mencoba untuk menghubungi Sultan, namun ponsel sang empu tidak aktif. Untuk itu Ziell hanya mengirim pesan pada Sultan bahwa dirinya pergi ke Jakarta lebih dulu.


Setelah selesai mengirimkan pesan, Ziell kembali melajukan mobilnya menuju ke Jakarta ... namun sekelebat bayangan kejadian tadi membuat Ziell merasa bersalah pada Ayah nya.


Bukan maksud dia untuk melawan perkataan sang Ayah, namun apa salah nya jika dia ingin mencari kebahagiaan nya sendiri tanpa ada yang mengekang dirinya dari belakang.


Zell pun memejamkan kedua matanya, meyakinkan dirinya sendiri jika semua akan baik-baik saja dan dia akan meminta maaf pada sang Ayah nanti, jika keadaan dan situasinya membaik.



Hotel•


Sultan baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan sekarang ia tengah memakai baju dengan rapih. Kini ia melihat ponselnya yang tengah di isi baterai lalu mengaktifkan ponselnya dan mendapatkan notifikasi pesan dari Ziell.


Ia membacanya dan langsung menghubungi Ziell kembali, namun tidak ada jawaban dari sang empu membuat Sultan khawatir dan langsung menyusul Ziell dengan cepat.


"Kenapa dia pergi sendiri sih!" Gerutu Sultan, masuk kedalam lift dengan tergesa-gesa.


Setelah berada di di dalam mobil, Sultan menyalakan GPS untuk melihat lokasi Ziell dari ponselnya yang ternyata jarak Ziell belum 'lah jauh.


Sultan pun mengirim pesan pada Ziell untuk menunggu dirinya di salah satu restoran, karna Sultan merasa khawatir jika Ziell mengemudi seorang diri ke kota Jakarta.


[Baik, Kak.] pesan balasan dari Ziell, membuat Sultan langsung menginjak pedal gas menuju ke arah Ziell.



__ADS_1







Setelah beberapa menit. Sultan memarkir'kan mobilnya di salah satu restoran lalu turun dari mobinya dan masuk kedalam, netra matanya tengah mencari seorang gadis yang sedang ia khawatirkan sedari tadi.


Ia melihat kanan kiri mencari sosok Ziell, dan netra matanya melihat sosok gadis cantik dengan rambut terurai tengah memakan eskrim tanpa mengenakan kecamatan nya.


Sultan menghampirinya lalu duduk tepat di depan Ziell, membuat Ziell sedikit terkejut lalu tersenyum melihat Sultan yang sudah datang.


"Kakak."


"Dasar gadis nakal!" Sultan sedikit menarik rambut Ziell, namun tidak kencang.


"Ihhh, Kakak tuh."


"Kenapa mendadak ingin pulang ke jakarta? pake acara bawa mobil sendiri lagi. Kalau kamu berangkat sama Kakak, pulangnya pun harus bareng sama Kakak lagi." cerocos Sultan panjang lebar.


Ziell menghela nafas lalu menceritakan bahwa dia sedang bertengkar dengan sang Ayah yang selalu mengekang dirinya, terlebih Ziell juga menceritakan jika pria yang pernah membuat ia sakit hati ada di rumahnya. Entah apa maksud kedatangan nya, namun Ziell merasa curiga dan tidak nyaman jika ada Evan di rumahnya.


Ziell menggelengkan kepalanya, "Tidak!"


"Kenapa? maksud Kakak, bukankah cinta pertama itu susah untuk di lupakan?"


Ziell terdiam dan berpikir, ia juga tidak tau jawaban atas pertanyaan Sultan padanya ... tanpa Ziell sadari jika sosok Sultan sudah menyembuhkan luka dalam hatinya. Menyembuhkan rasa sakit atas penghinaan yang Guntur lontarkan minggu lalu.


"Ziell nggak tau harus jawab apa, Kak. Yang pasti Ziell bener-bener udah nggak cinta sama dia ... bahkan liat mukanya aja Ziell ogah."


Sultan tanpa sadar menyunggingkan bibirnya, dalam hati Sultan berkata jika mungkin ini kesempatan baginya untuk bisa mendapatkan Ziell.


"Ya sudah, jangan terlalu di pikirkan ... makan saja eskrim mu, nanti cair."


Ziell mengangguk lalu menyuapkan eskrim kedalam mulutnya, tanpa sadar jika eskrim nya belepotan sampai ke sisi bibirnya. ''Kakak, mau?''


Sultan menaikkan sudut alisnya. ''Kau menawariku?"


Ziell mengangguk dan menyodorkan sendok pada Sultan. Namun Sultan menggelengkan kepalanya, ''Aku tidak mau eskrim itu, karna aku sudah punya eskrim yang tidak akan ada habisnya jika di jilat**i seperti itu."


''Kakak punya eskrim seperti itu?'' tanya Ziell dengan polosnya.


Sultan mengangguk dengan jail.

__ADS_1


''Issh, kenapa nggak mau bagi bagi dengan ku.'' Ziell merasa kecewa.


''Kau mau?''


Ziell menggangguk dengan antusiasi, berharap jika eskrim yang di miliki Sultan lebih enak dari yang sedang dia makan.


''Baiklah, jika kita sudah sampai di apartemen, Kakak akan memberikan eskrim yang kamu mau."


''Bener yaaa, Janji?''


''Hemm.''


Ingin sekali Sultan tertawa terbahak bahak, ketika Ziell menginginkan eskrim miliknya ... yang pasti eskrim yang dia katakan bukan eskrim yang sesungguhnya, melainkan eskrim bercap rudal.


Xixixi ...




A few minutes later. (Beberapa menit kemudian)


Ziell sudah menghabiskan eskrim miliknya, lalu mereka berdua keluar dari Reston. Sultan menyuruh orang untuk mengantarkan mobil Ziell sampai ke alamat tujuan, sedangkan dirinya dan Ziell akan berangkat ke jakarta bersama sama.


Tak lupa jika Sultan berpamitan lewat telpon pada Mama Ella, dan berjanji jika dia akan menjaga Ziell sesuai permohonan Mama Ella.


Mama Ella di sebrang telpon merasa lega, jika Sultan benar-benar pria yang bertanggung jawab dan mau menjaga anaknya. Mama Ella juga yakin jika Sultan memiliki rasa pada Ziell.


Sultan pun menanyakan Ayahnya Ziell, namun Mama Ella beralasan jika sang suami sudah berangkat kerja. Hingga sambungan telpon itu terputus dan menjadi suara operator karna pulsa sudah habis.


Orang kaya, pulsa habis? memalukan.


Sultan dan Ziell pun berangkat berdua dengan dengan dua rasa yang berbeda, di satu sisi Sultan sangat bahagia karna ibunya Ziell mendukung dirinya dan Ziell pun seperti nya sudah memulai untuk membuka hati padanya.


Di satu sisi, Ziell benar-benar merasakan rasa yang aman dan nyaman bersama Sultan. Orang yang diam diam sudah masuk kedalam relung hatinya..


''Kak, jangan lupa janjinya ...'' Ucap Ziell saat mereka baru saja masuk kedalam mobil.


''Janji apa?'' Sultan mengerutkan keningnya.


''Eskrim itu loh ...''


Sultan melirik Ziell dan menyunggingkan bibirnya. ''Benar-Benar si polos.'' Gumam Sultan dalam hati.



...🍒🍒🍒...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2