Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 59 : Rasa Yang Begitu Dalam.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Di apartemen Sultan•


Pria bertubuh tegap dan tinggi itu melihat wajahnya di cermin, ia tengah mengompres luka yang dia dapat dari pukulan calon mertuanya.


Tidak perduli apapun itu, Sultan akan tetap berusaha untuk mendapatkan Ziell termasuk restu kedua orang tuanya ... tidak! Hanya Papah nya Ziell saja yang belum merestuinya, karna Mama Ella sudah merestui dirinya di saat pertama mereka berjumpa.


Sultan berniat jika besok dia akan pergi ke Bandung. Sultan akan mencoba dengan perlah manendekati Papah Agam agar pria paruh baya itu mau merestu dirinya dan Ziell untuk bersama.


Ketika Sultan tengah fokus mengompres lukanya, bell pintu apartemen berbunyi ... ia segera menaruh handuk kecil itu dan membuka pintu.


Namun saat Sultan membuka pintu, alangkah kagetnya ia saat di depan matanya melihat sang Kakak berdiri dengan berkacak pinggang dan menatapnya dengan tajam.


''Kak.''


''Yaa ampun! Kamu kenapa?'' Mom Kaleea dengan cepat melihat kondisi adik kesayangannya, yang sedang mengalami luka memar di wajahnya.


Tadinya Mom Kaleea ingin marah-marah, tapi tidak jadi karna melihat kondisi adik kesayanganya yang tidak berbentuk.


''Nggak apa-apa, Kak.''


''Bagaimana kamu bisa bilang nggak apa-apa? Katakan! Katakan padaku siapa yang berani melukai adik kesayanganku.''


''Kak ...'' Sultan memelas.


''Aahh, lihatlah wajah tampan mu.'' Mom Kaleea membolak balikan dagu Sultan dengan wajah kecewa dan kesal sekaligus.


Dari dulu sampai sekarang, Mom Kaleea tidak terima siapapun menyentuh adik kesayangannya ... apa lagi sampai bonyok-bonyok seperti ini. Hanya dia, hanya dia yang boleh melukai adik kesayangannya tapi tidak dengan orang lain.


Jika ada orang lain yang berani melukai Adiknya, Mom Kaleea secara otomatis akan berubah menjadi reog dari alam baka, yang siap memberikan pukulan yang lebih menyakitkan dari apa yang Sultan rasakan.


''Ceritakan apa yang terjadi?'' desak Mom Kaleea.

__ADS_1


''Kak.'' Sultan memohon.


''Baik kalau kamu nggak mau, Kakak akan ...''


''Baiklah, akan aku ceritakan.'' Sultan membawa sang Kakak untuk duduk di sofa, lalu dia duduk di sisi Kakaknya.


''Begini ...''





Sultan Pov•


17 Januari ... aku bertemu dengan seorang gadis tanpa di sengaja, bertubrukan di sebuah tempat makan yang bernama 'kan pecel lele. Mungkin bukan tempat yang romantis, tapi itu sangat berkesan bagiku.


Saat aku menangkap pinggang kecilnya, sekilas aku memandang wajahnya untuk pertama kali. Dia begitu cantik dengan mata yang berbeda dengan orang lain.


Lingkar pupil mata yang berwarna kuning ke-emasan, membuat hati ini sedikit bergetar kala memandangnya. Ada rasa yang berbeda ketika aku memandang gadis itu ... aku berharap akan bertemu dengan nya lagi di lain waktu, tapi itu sangat mustahil karna jarak yang tidak memungkinkan untuk bertemu lagi.


Dia memakai kecamata bulat di wajahnya, dengan rambut terurai hitam, kulitnya yang putih seputih salju, membuat dia terlihat menggemaskan di mataku.


Aku langsung duduk di kursi tepat di depannya, hingga gadis berkecamata itu langsung menoleh dan bertanya padaku. "Kamu, kenapa duduk di depanku?''


Suara lembut dengan tatapan teduh bertanya padaku, dan aku menjawab nya dengan ketus. Namun ada satu hal yang membuat aku tertarik dengan gadis berkecamata yang ada di depan ku, yaitu matanya ... matanya mengingatkan aku dengan gadis yang pernah bertubrukan dengan ku di kota Bandung.


Aku mengobrol dan sedikit menggodanya, tapi entah mengapa dari obrolan itu membuat aku nyaman. Cara dia berbicara dan menanggapi leluconku, membuat aku tertawa dan merasa nyaman berada di dekat nya..


Ketika aku sudah menyelesaikan makan ku, dan aku akan pergi. Namun tanpa aku pikiran aku berkata. ''Sampai bertemu lagi di lain waktu. Jika besok bertemu lagi tanpa di sengaja, berarti fixs kita jodoh yaa."


Kata kata yang aku ucapkan tanpa berpikir panjang, membawaku bertemu dengan nya lagi ... hingga kami pun semakin dekat dan aku selalu memanggilnya Rosalinda, aku sangat senang sekali memanggilnya dengan sebutan Rosalinda karna lingkar matanya berwarna golden to yellow yang teduh dan membuat nyaman jika aku memandangnya lebih lama.


Gadis berkecamata dengan tampilan sederhana, polos, dan baik hati ... membuat aku ingin melindunginya, ingin selalu ada di dekatnya. Tidak masalah bagaimana penampilan nya, yang jelas dia bisa membuat aku nyaman ketika berada di dekatnya.

__ADS_1


Namun tanpa aku sangka, jika di balik kecamata itu terdapat keindahan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata kata. Terlebih dia adalah gadis yang sama yang pernah aku temui di kota Bandung.


Aku begitu bersemangat ketika gadis yang aku sukai ternyata adalah satu orang yang sama, yang mana membuat aku bersemangat ingin memilikinya ... tapi di saat aku ingin mengungkapkan perasaan ku, ternyata aku sudah di dahului oleh orang lain.


Kecewa? tentu saja aku sedikit kecewa ... Ingin aku mundur dan melepaskan nya, tapi bukankah janur kuning belum melengkung? maka aku masih mempunyai kesempatan untuk bisa mendapatkan nya kembali.


Hingga alam pun mendukung diriku dan aku menjadi pemenangnya, aku sudah bahagia dan merasa jika semua akan baik baik saja kedepan nya. Tapi rupanya aku salah, banyak kerikil yang harus aku singkirkan ke tepi, hingga jalan ku bisa mulus tanpa ada kerikil yang mengganggu jalan ku menuju kebahagiaan.


Aku tidak akan menyerah dan terus memperjuangkan cintaku, walau butuh perjuangan extra dan mungkin banyak rintangan kedepan nya. Tapi aku yakin jika aku akan melewatinya.


Pov End•


''Jadi ... siapa nama wanita itu?'' tanya Mom Kaleea, saat dia sudah mendengarkan kisah percintaan sang adik.


Sultan diam sejenak, ''Rapunzell.''


Deg!!


''Ra- hah? Rapunzell.'' Mom Kaleea sedikit tergagap ketika mendengarkan nama yang sangat familiar di telinganya.


''Yaa ... gadis yang aku cintai bernama Rapunzell.''


Dalam hati Mom Kaleea tengah menebak nebak, apa gadis yang di cintai oleh adiknya adalah orang yang sama yang Guntur cintai saat ini? Tidak! Mom Kaleea menampik dugaannya, karna dia berpikir jika nama Rapunzell kemungkinan ada banyak.


''Kak, are you okay?''


''Hah! Yaaa ... i'm oke.''


Entah mengapa Mom Kaleea merasa tidak enak hati, dia bisa merasa akan terjadi sesuatu pada keluarganya. ''Oh Tuhan, jauhkan segala prasangka yang ada di pikiran ku.'' Gumam Mom Kaleea dalam hati.


Ia pun akan menyelidiki apa yang tengah terjadi, Mom Kaleea tidak mau ada kesalahan pahaman dan akan memperjuangkan apa yang adiknya inginkan.


Tanpa dia sadari jika dia pun akan mengalami dilema, dimana dia akan di hadapkan dengan dua pilihan. Yaitu memilih antara kebahagiaan sang anak, atau adik tercintanya.


__ADS_1


...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2