
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
''Ah ... sayang, syukurlah kau kembali dengan selamat. Apa kau terluka?'' tanya Papah Agam memeluk putrinya yang baru saja pulang dan berkumpul bersamanya lagi.
''Apa ada yang sakit, Nak? lihatlah pipimu sedikit memar.'' Mama Ella mengelus pipi sang anak dengan sedih.
''Tidak apa-apa Maa ... Ziell ini wanita kuat! Buktinya Ziell bisa mengalahkan para penculik itu.'' Ujar Ziell berbohong dengan antusiasi.
Jangan di tiru ya gess...
Sedangkan Mulan yang tidak jauh dari mereka mengerutkan keningnya dan bertanya tanya dalam hati, ''Ehh kenapa tiba-tiba ada luka di wajah Non Ziell yaa? aneeeeh ...''
Ting!!! Ziell mengedipkan sebelah matanya pada Mulan.
''Tidak apa-apa apa bagaimana sayang ... besok adalah pernikahan mu, mana mungkin kau muncul di pernikahan dengan luka memar di pipimu.'' Timpal Mom Kaleea, yang merasa prihatin.
''Begini saja, bagaimana kalau kita undur pernikahan nya.'' Ucap Dad Ryan.
''TIDAK BISA!'' Teriak Ziell menggema di ruang tamu, membuat semua orang terkejut dan mendadak jadi patung.
Krik ... Krik ... jangkrik pun bersuara di tengah tengah mereka, sedangkan Ziell langsung berdehem untuk menetralkan rasa malunya.
''Khem!''
''Oho ... rupanya ada yang sudah tidak sabar pengen wik-wik.'' ceplos Mom Kaleea, yang mana di iringin gelak tawa oleh semua orang yang ada di ruang tamu.
''Eh, nggak gitu lho maksud Ziell ... it-itu, emm nggak mungkin 'kan pernikahan Ziell sama Kak Sultan di undur, sedangkan undangan sudah menyebar! Iya 'kan Kak? iya 'kan 'kan 'kan.''
Ziell membuat kode pada Sultan, yang mana membuat Sultan tersenyum nakal.
''Lihatlah Pah, anak mu sudah tidak sabar ingin menjadi seorang istri.''
''hmm ... sepertinya Ziell kecilku sudah dewasa."
Pipi Ziell memerah karna malu, ia bersembunyi di balik punggung Sultan dan mencubit calon suaminya.
''Kakak ... Ih!''
''Sudah Sudah, lebih baik kamu membersihkan tubuh mu dulu Ziell, setelah itu kita makan malam bersama.''
Ziell mengangguk dan melangkah ke arah kamar, di susul oleh Mulan yang membawa pakaian untuk majikannya.
''Non, Ini baju mau di taruh di mana?''
''Taruh saja di atas kasur, oh iyaa ... ponselnya si Guntur sama kamu 'kan?''
Mulan mengangguk dan merogoh saku celananya, memperlihatkan pada Ziell jika ponsel Guntur ia yang pegang.
''Bagus! Nanti malam kirim pesan pada Mom Kaleea, katakan bahwa Guntur tidak bisa menghadiri pernikahan Om nya, bikin alasan apa kek.''
__ADS_1
''Tapi Non, aku takut, gimana kalau Den Guntur tau kalau aku yang mukul dia dan bantu Non kabur..''
''Nggak usah takut dia nggak bakalan macam-macam, pokonya setelah acara pernikahan aku selesai baru kamu lepasin si Guntur, suruh aja orang.''
Mulan mengangguk, "Oke Non.''
''Tenang saja, aku akan mengirim mu ke tempat di mana Guntur tidak akan menemukan dirimu.''
Ziell pun dengan rasa gembira langsung pergi ke kamar mandi, sedangkan Mulan pergi ke luar kamar untuk membantu art mempersiapkan makan malam.
Tidak berapa lama Mulan pergi, Sultan celingak-celinguk memastikan keadaan aman dan masuk kedalam kamar tamu lalu menguncinya dari dalam.
Clek!
Kunci berputar dan Sultan menghela nafas dengan lega.
''Aman.''
Sultan tersenyum dan melangkah ke arah ranjang, di mana ada baju dan pakaian dalam milik Ziell. Sultan mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi, dan mendengar jika Ziell sedang bergumam menyanyikan sebuah lagu yang tidak ia mengerti.
...Hayang Kawin win win win Hayang kawin...
...Geus teu tahan mang taun taun paparawanan....
...Hayang Kawin win win win Hayang kawin....
...Geus teu kuat beurang peuting duh ngahalu....
...Loba nu nyeletuk cenah kuring perawan lapuk....
...Isin ku pa RT isin ku pa RW...
...Sering ngalelewe cenah teu payu ka lalaki....
Sultan tidak terlalu mengerti banyak tentang lagu itu, namun sedikit tau bahwa Ziell pengen nikah. Sultan pun duduk dan bersender di sofa dekat kaca menuju balkon menunggu Ziell keluar dari kamar mandi.
Hingga tak berapa lama, Ziell keluar menggunakan handuk dan masih menyanyikan lagu yang sama.
...Emak bapak cik pang neangken jalu...
...Aaaannnjayy....
''Haha ... hahah.''
Ziell tertawa sendiri dengan kelakuanya, hingga ia tidak menyadari jika Sultan berada di belakangnya sedang duduk memperhatikan tingkah absurd nya.
''Apa calon istriku sudah gila?'' celetuk Sultan yang membuat Ziell terkejut.
''Astagfirullah! Kak.'' Ziell membelalakan kedua matanya dan memegang handuk dengan kuat. ''Kak, kenapa kau di sini? bagaimana kalau Papah tau.''
Sultan menghela nafas lalu berdiri dari duduknya, melangkah dengan perlahan ke arah Ziell. Sedangkan Ziell yang takut dengan refleks mundur saat Sultan maju padanya.
__ADS_1
''Kak.''
Kedua insan itu saling melangkah maju dan mundur, hingga punggung Ziell beradu dengan tembok. Sultan menghempit tubuh Ziell dengan jarak yang sangat dekat, saking dekatnya mereka hingga nafas keduanya saling beradu.
''Kak.'' Ziell menatap Sultan dengan mata penuh khawatir dan takut di telan hidup-hidup oleh Sultan, namun tatapan itu sukses membuat api di dalam tubuh Sultan menggelora.
''Jangan tatap aku dengan tatapan seperti itu, karna tatapan mu bisa membuat ku hilang akal Ziell.'' bisik Sultan dengan nada berat, seakan Sultan tengah memikul beban di punggungnya.
Hidung Sultan yang mancung menelusuri area daun telinga, membuat Ziell merinding ketika nafas Sultan yang hangat menelusuri kulitnya.
''Kakak.'' Ucap Ziell merem melek, mencoba untuk menyadarkan diri dari kegelisahan hati.
''Hmm ...'' Sultan terus menggoda Ziell.
''Ta-ngan nya ... mo-mohon di di di di diskusikan.'' gagap Ziell menggigit bibir bawahnya.
''Memangnya kenapa dengan tanganku? dia sedang melakukan kewajibanya.'' Bisik Sultan terus menggoda Ziell dengan nada sensual.
Padahal tangan Sultan hanya menelusuri punggung Ziell yang halus, namun Ziell benar-benar di buat gila hanya dengan sentuhan itu.
"Ahhhkk sialan! Ada apa dengan tubuhku ini, kenapa bisa seperti ini." Jerit Ziell dalam hati.
''Non Ziell ... apa kau sudah selesai mandi?'' teriak Mulan dari luar, membuat kegiatan mereka terhenti dan menoleh secara bersamaan ke arah pintu, ''I-iya ... sebentar lagi aku selesai.''
''Kakak! Jangan selalu menggodaku ...''
Sultan tersenyum dan mengecup bibir Ziell.
Cup. Cup.
''Aku suka ketika aku menggoda mu, dan melihat wajah mu yang pasrah dan menggemaskan.''
''Ihhh tapi aku malu.'' Ziell cemberut.
Muuuaacch.
Sultan mecium bibir Ziell cukup lama, lalu berkata. ''Cepalah pakai baju mu, nanti kita lanjutkan lagi.''
''Ya sudah, Kakak keluar.''
''Nggak! Untuk apa aku keluar? aku di sini menunggu mu.''
''Kakak, belum saatnya iiihhh.''
''Ihhh ...'' Sultan menirukan bicara Ziell, lalu berjalan keluar sebelum Mulan kembali lagi memanggil Ziell.
Ziell buru-buru memakai bajunya, sebelum calon suaminya datang untuk melihat dirinya yang tidak memakai apapun.
β’
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...