Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 74 : Benarkah?


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


"Apa kau sudah gila!" Bentak Dad Ryan pada istrinya, "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa berunding terlebih dahulu?"


"Aku tidak punya pilihan lain." Pekik Mom Kaleea, "Saat itu yang aku pikirkan bagaimana caranya untuk memisahkan perempuan ular itu dengan adikku. Aku tidak mau Sultan memiliki istri seperti Melody."


"Kaleea Kaleea Kaleea ..." Dad Ryan memijat keningnya yang terasa pening, "Lantas sekarang harus bagaimana? Anak dan adik mu mencintai wanita yang sama."


"Nggak! Aku yakin jika Guntur tidak begitu mencintai Ziell, dia hanya merasa bersalah atas kelakuan nya yang sudah menjadikan Ziell bahan taruhan."


"Lantas apa yang mau kau lakukan? Bagaimana jika Guntur kekeh untuk menggagalkan pernikahan Sultan dan Ziell yang sebenar lagi akan di laksanakan."


Mom Kaleea terdiam ... ia pun tidak ada cara untuk saat ini, tapi dia yakin jika anaknya tidak begitu mencintai Ziell ... Sultan lah yang benar-benar tulus mencintai Ziell, dan dia yakin jika anaknya akan menemukan wanita pengganti yang lebih dari Ziell.


"Aku yang akan memikirkan caranya, tenang saja ... pasti ada jalan untuk meluruskan semuanya." Ucap Mom Kaleea, pergi ke lantai atas meninggalkan suaminya.


β€’


β€’


β€’


β€’


Di sisi lain ... Guntur sudah berada di apartemen nya sendiri, ia membanting koper lalu membanting tubuhnya ke atas kasur.


"Huffht."


Guntur membuang nafas dengan kasar, menatap lagit-langit kamarnya dengan dalam. Ia bergelut dengan pikirannya sendiri, apa ia ... dia harus merelakan Ziell untuk Om nya? Jika itu dia lakukan, bagaimana dengan dirinya?


Ia bisa dengan gampangnya melepas wanita mana pun, tapi untuk Ziell ... Guntur merasa berat, karna Ziell adalah cinta masa kecilnya yang masih ia tunggu sampai hari ini.


Ingin rasanya waktu berputar saat ia dan Ziell di pertemukan, dan ia tau jika wanita culun itu adalah Appu nya ... maka ia tidak akan pernah melepaskan Ziell dan membuat hatinya sakit dan kecewa.


Ketika Guntur tengah melamun, Guntur mendengar ponselnya berdering. Ia pun merogoh ponselnya dan menjawab panggilan telpon dari Dave.


[Hmm ...]


[Di mana Bro!]


[Apart]


[Tumben Lu di apart?]


[Gue pindah.] jawab Guntur dengan helaan nafas panjang.


[Gue susul yaa, sekalian ajak temen-temen buat party.]

__ADS_1


Guntur menghela nafas dan memejamkan kedua matanya. [Gue lagi nggak mau di ganggu.] Ucap Guntur langsung mematikan ponselnya.


Guntur melamun sebentar lalu beranjak dari kasur, melangkah keluar dari apartemen untuk mencari makan siang sekaligus menjernihkan pikirannya yang kacau.


Sedangkan di sisi lain, di waktu yang bersamaan. Ziell dan Mulan tengah berjalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan di ibu kota Jakarta yang lumayan terkenal.


Ziell dengan antusiasi membelikan Mulan beberapa pakaian dan sepatu bermerk, tanda terima kasih karna Mulan mau bekerja bersama dengan dirinya dan menemani dirinya kemana pun dia pergi.


Padahal itu sudah kewajibannya sebagai bawahan!


Mulan sempat menolak, tetapi Ziell memaksa, yang mana membuat Mulan menerima pemberian dari Ziell dengan malu-malu kucing.


''Mulan, Apa ini bagus?'' tanya Ziell, sambil memperlihatkan Gaun yang sangat indah berwarna rosè gold.


''Bagus, Non.'' Mulan mengacungkan dua jempolnya.


''Kau tau, gaun ini akan aku pakai nanti malam ... karna Kak Sultan mengajak aku makan malam."


''Benarkah?'' tanya Mulan antusiasi saat mendengar nama Sultan, entah mengapa dia sedikit mengagumi calon suami majikannya ini.


Ziell mengangguk dan tersenyum.


''Waahh ... Non itu beruntung sekali yaa dapat calon suami yang ganteng, kaya, perhatian, plus cinta sama Non Ziell.''


''Yaa begitulah.'' Ziell tersenyum dan melangkah membawa gaun yang dia pegang ke arah kasir.


"Mulan, ayoo ... kenapa kamu melamun sambil berdiri."


''Ehh iyaa Non.'' Mulan tersadar dan berlari menghampiri Ziell, ''Kita mau ke mana lagi, Non?''


''Umm ... kita makan aja kali yaa, udah laper juga belanja dari tadi, trus kita pulang deh.''


Keduanya pun melangkah ke salah satu restoran ternama yang ada di lantai atas Mall tersebut, lalu masuk dan memesan kursi.


''Non, Mulan ke toilet sebentar ya Non.''


''Ngapain kamu ke toilet?''


''Pacaran Non.''


''Hah.''


''Tentu saja menuntaskan panggilan alam.'' Ujar Mulan yang langsung berlari meninggalkan Ziell yang sedang terkekeh.


''Ada ada saja.''


''Selamat siang, Nona.'' Ucap salah satu pelayan dengan ramah, sambil membawa catatan.


Ziell pun memesan dua menu makanan dan minuman serta dessert yang ada di dalam menu.

__ADS_1


''Baik, ada tambahan menu yang lainnya Non?''


''Tidak.''


Pelayan itu pun mengangguk dan pergi, sedangkan Ziell menunggu sambil memainkan ponselnya.


''Apa aku mengganggu?'' tanya seorang laki-laki, yang mana membuat Ziell terkejut.


''Kau! sedang apa kau di sini?'' tanya Ziell heran melihat Guntur ada di hadapannya.


''Aku tadi mencari makanan, dan tidak sengaja melihatmu sendirian, ummm boleh aku duduk?''


Ziell ingin mengusir Guntur dari hadapannya, namun Guntur sudah duduk terlebih dahulu hingga Ziell hanya bisa membuang muka.


''Hmpt!''


Guntur terkekeh melihat sikap Ziell yang masih ketus padanya. ''Heii ... aku ini sebentar lagi akan menjadi keponakan mu, 'kan. Apa kau terus akan mendiami ku seperti itu?'' Ucap Guntur, yang membuat Ziell langsung menoleh dengan heran.


''Maksud mu?''


''Maksudku? haha ... haha." Guntur sedikit tertawa. ''Ziell Ziell, bukankah sebentar lagi kamu akan menikah dengan Om ku? tidak mungkin kamu terus ketus kepadaku, 'kan?''


''Kau!''


''Iyaa ... aku sudah ikhlas, berbahagia lah kalian berdua.'' Ucap Guntur, entah apa yang dia katakan itu benar atau dusta.


''Benarkah?'' tanya Ziell memastikan.


Guntur mengangguk, "Soo ... apa boleh kita makan berdua untuk yang terakhir kalinya?''


Ziell sedikit berpikir lalu mengangguk, toh tidak ada salahnya makan untuk terakhir kalinya, terlepas dari itu mereka makan bertiga dengan Mulan.


''Maaf Non, saya lam .... aa.'' Mulan terkejut melihat pria yang tidak dia suka ada di depannya.


''Kamu?'' Ucap Guntur dan Mulan secara bersamaan.


"Sialan! Ngapain gadis teh gila ini ada di sini! merusak suasana saja." Dumel Guntur dalam hati, ia merasa tidak suka atas hadirnya wanita kampung yang selalu tubrukan dengan dirinya.


Ziell menyeret Mulan untuk duduk di sampingnya, dan memperkenalkan Guntur sebagai keponakan Sultan, yang mana membuat Mulan sedikit melotot.


Ketiganya pun makan siang dengan damai, terutama Ziell yang merasa bahagia karna dia merasa tidak ada halangan lagi menuju kebahagian antara dirinya dan Sulatan.


Tanpa Ziell curiga, apa Guntur benar-benar tulus ingin mengikhlaskan dirinya, atau Guntur memiliki cara lain untuk memisahkan antara Ziell dan Sultan.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2