Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 25 : Sakit.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Mungkin terlalu dini bagi kita untuk mengenal cinta,


merangkai indahnya tali asmara ... ribuan kerikil tajam menghadang dengan angin menerjang menguasi perjalan cinta yang panjang.


Namun percayalah, Tuhan telah menyiapkan sebuah kisah yang lebih indah dari apa yang diimpikan oleh kita. Biarkan waktu bergulir bagai roda yang terus berputar, di iringi langkah kita menuju singgasana cinta yang abadi.


Biarkan keindahan cinta yang ada dunia menjadi saksi akan cinta kita, hingga malam menutup jiwa dan raga untuk hari ini ... esok, atau pun nanti dan selamanya.


β€’


Wanita cantik namun berkecamata bulat tengah melihat sebuah alamat di tangan nya, ia mencari alamat Guntur dari Tuan Dave untuk melihat keadaan sang kekasih, yang konon katanya sedang terbaring di rumah kontrakan merpati miliknya dengan keadaan tak berdaya.


Rapunzell turun dari Taxi ... celingak-celinguk melihat lingkungan kotor nan kumuh di balik indahnya kota Jakarta yang megah metropolitan.


Jalan yang becek, gang yang sempit, suara gaduh orang orang yang tengah berteriak, dan bau menyengat dari sungai yang kotor bersamaan dengan pedagang kaki lima yang meneriaki dagangan nya.


Tahu ... bulat di goreng dadakan, gurih gurih nyooy.


Rapunzell tidak bisa membayangkan, bagaimana bisa Evan tinggal di lingkungan seperti ini ... yang jauh di katakan layak untuk di tinggali, namun itu menurut pengmatan orang kalangan atas seperti Ziell yang sedari kecil hidupnya sudah terjamin.


Namun bagi kalangan menengah ke bawah, tinggal di tempat seperti ini sudah terbiasa ... apa lagi hanya sekedar berdampingan dengan sungai yang kotor dan bau menyengat itu sudah hal yang biasa.


Ziell terus berjalan mencari alamat yang tertulis di kertas, lalu bertanya pada seorang paman yang tengah bermain catur di pos penjagaan dengan beberapa orang.


''Selamat sore Pak, boleh saya bertanya.'' Ucap Ziell sambil membenarkan kecamatanya.


Kedua paman itu langsung menoleh ke arah Ziell, "Tanya apa, Dek?"


''Alamat kos-kosan ini di sebelah mana yaa?'' Ziell memperlihatkan kertas yang ada di tangannya.


''Ouh ... ini mah tinggal lurus aja Dek, nanti ada rumah warna biru itu tempatnya.''


''Aaah, terima kasih Pak.''


''Sama-sama Dek.''


Ziell membungkuk lalu berjalan kembali ke arah Alamat yang di tuju, ketika Ziell melewati beberapa warga yang tengah menatapnya dengan sinis, namun bagi Ziell tidak terlalu di ambil hati ... ia tetap sopan dan berucap permisi ketika melewati mereka semua.

__ADS_1


Tok. Tok. Tok. "Asalamualaikum ..."


Ziell mengetuk pintu pemilik rumah kos-kosan, lalu tak lama pintu kayu itu terbuka dan memperlihatkan seorang Ibu-ibu pemilik kos.


''Yaa, Walaikum'salam! Cari siapa?'' Ibu kos bertanya dengan judes.


Ziell tersenyum ramah, "Saya Ziell, pa- khem ... teman Evan yang tinggal di kos-kosan Ibu.'' Jelas Ziell yang langsung di mengerti oleh si Ibu kos.


''Oh, ya udah ke tas aja! Nagapain ngetuk pintu rumah saya segala!''


Ziell masih dengan polosnya tersenyum, sambil membenarkan kecamatanya. "Saya ngetuk pintu Ibu untuk ngasih ini Bu." Ziell menyodorkan satu kantong keresek berwarna putih.


Ibu pemilik kos langsung sumringah dan merebut kantong keresek dari tangan Ziell. "Ini untuk saya? hahah haha terima kasih yaa cantik ... Evan ada di atas, sana ke atas aja dan anggap kos-kosan sendiri."


Blaam!!!


Ziell terkejut ketika pintu di depan nya langsung tertutup dengan kencang, "Astagfirullah ..." Ziell mengelus dadanya, lalu naik ke lantai atas di mana Ziell harus menaiki tangga yang kecil dan curam yang terbuat dari papan kayu.


(Namanya juga kos-kosan merpati)


Sedangkan sang Ibu kos, langsung membuka makanan yang di bawa oleh Ziell dan langsung memakan nya dengan lahap.


''Bodo amat ah, yang penting makan enak.''


β€’


Sedangkan Ziell sudah sampai di depan pintu kamar Guntur, lalu ia mengetuk pintu kamar dan memanggil nama kekasihnya.


"Evan ...?"


Tok. Tok. Tok.


''Evan, apa kamu di dalam?''


Tak ada jawaban namun ada suara rintihan dari dalam, membuat Ziell memberanikan diri membuka pintu di depan nya.


''Astagfirullah, Evan!'' Ziell terkejut melihat Guntur yang tengah duduk berselimut sarung, dengan kepala di bungkus layaknya poci yang tengah menggigil kedinginan.


Guntur yang mendengar suara Ziell, langsung membuka matanya. ''Ka-kau di ... sini." Ucapnya dengan gagap.


Ziell yang sudah menetralkan rasa ke'terkejutan nya, langsung menghampiri Guntur lalu membuka pintu dengan lebar di halangi asbak rokok.

__ADS_1


Ziell ingin sekali muntah berada di kamar pengap dan bau yang Guntur tinggali, namun ia dengan baik hati menahan keinginan itu untuk menjaga perasaan pasangan nya karna takut Guntur tersinggung.


''Kau baik-baik saja?'' Ziell dengan cepat memeriksa tubuh Guntur yang panas.


''Aku nggak apa-apa.''


''Ayo kita ke dokter? nanti demam mu tambah tinggi.''


''Aku nggak mau ke dokter, aku takutt ..." Ucap Guntur bernada manja.


Ziell pun menghela nafasnya, lalu menyuruh Guntur untuk makan agar dia bisa segera minum obat penurun panas agar cepat sembuh. Dan sore ini Ziell habiskan untuk mengurus Guntur dari hal kecil hingga berat, mulai dari menyuapi makan, menyuapi minum, hingga sang empu tertidur dengan keadaan pulas tanpa beban.


Setelah mengurus bayi besar, Ziell membereskan kamar yang terdapat banyak sampah, debu, baju kotor, cucian, piring kotor, yang mana membuat Ziell berinisiatif untuk membereskan kekacauan di kamar sang kekasih.


Hingga hampir 2 jam, Ziell membereskan semua nya hingga bersih, bahkan Ziell mencuci baju untuk pertama kali dalam hidupnya dan itu hanya untuk seorang Evan yang dia cintai.


Jika Papah Agam mengetahui putri kesayangan nya mencuci baju ... entah amukan Unta dari alam goib mana yang akan papah Agam datangkan untuk menghajar pria yang di cintai putrinya ini.


''Ahk, akhirnya selesai.'' Ziell mengelap kening nya yang berkeringat.


Ziell awalnya sedikit risih mencuci boxser milik Guntur, namun karna sudah terlanjur cinta, yaa ... apa mau di kata? ia lakukan walau sedikit aarrghh gimana gituuu.


Setelah selesai, Ziell kembali memeriksa keadaan Guntur yang ternyata sudah bangun dan tersenyum ke arahnya.


''Kenapa kamu beres-beres? aku jadi nggak enak.'' Ucap Guntur dengan mimik muka merasa bersalah, namun dalam hati ... ia merasa di untungkan karna cucian miliknya tidak perlu di antar ke londry.


''Tidak sia-sia aku pacari si gadis bermata empat ini." Gumam Guntur dalam hati.


Sedangkan si polos alias si oon Ziell tersenyum dengan bodohnya, lalu duduk di samping Guntur. ''Nggak apa-apa kok, aku malah senang bisa bantu kamu."


Guntur tersenyum. ''Semakin cinta deh sama kamu ...'' ucap Guntur mencubit pipi Ziell.


Namun tidak ada kata Aku di awal kata, yang mana mengartikan jika Guntur tidak pernah mencintainya sedikit pun. Namun si polos Ziell yang tidak mengerti tentang percintaan dan hanya tersenyum malu, ia begitu senang dengan ungkapan palsu dan penuh kebohongan dari sang kekasih.


Lantas ... siapa yang patut di salahkan dengan situasi seperti ini?


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2