Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 88 : Tak sabar.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Sultan sejak tadi terus melihat jam di pergelangan tangannya, ia bertanya dalam hati kenapa waktu begitu lambat? Apakah jam tangan nya mati atau rusak.


Jika bisa, ingin sekali Sultan membubarkan tamu yang datang dan segera membawa istrinya kabur dari tempat ini dan membawanya ke nirwana bersama sama.


Tapi apalah daya dan upaya, tamu yang hadir terus berdatangan tidak ada habisnya sambil mengucapkan selamat padanya.


Sultan pun terpaksa mengobrol ke sana ke mari, dan tidak ada waktu berduaan dengan istrinya ... bahkan sang istri terus di ajak mengobrol oleh para tamu dan di perkenalkan pada orang-orang penting oleh Jida Lintang.


"Lemes amat sih ini pengantin. Nggak di kasih jatah yaa?" Guyon Mom Kallea dengan kekehan.


"Jatah apa sih Kak? Orang baru aja nikah." Sultan mengambil jus dan meminumnya.


Tuingg!


Mom Kallea mentoyor kepala sang adik. "Bohong Lu. Kau pikir aku nggak akan tau kalau kamu nyosor tadi di kamar hotel."


Sultan langsung menoleh dan memutar matanya dengan malas. "Sotoy beet dah aah. Udah sana pergi temui para tamu dan teman-teman mu, berantem kek sama Mom Lintang! Biasanya juga kalau ketemu kaya kucing sama tikus."


''Ihhh mana boleh berantem di hari bahagia? biasalah damai dulu sehari, nanti di lanjut. Ehh ngomong-ngomong jadi nggak nyosor nih tadi? Padahal lumayan loh jeda waktu dari akad ke resepsi." Ujar Mom Kallea menaik turunkan kedua alisnya.


"Sultan menghela nafasnya, "Udah ... sono aah."


"Ck, ck, ck, sepertinya aku salah nih. Tampang muka ke gini bukan nggak di kasih jatah, tapi gagal belah duren ini mah, Hahahaha."


Mom Kaleea tidak henti-hentinya menggoda Sultan yang sedang kesal, karna menggoda sang adik adalah hobi lamanya dan membuat ia semakin semangat untuk menjahili sang adik.


Membully maksudnya.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul sembilan lewat tiga puluh menit, para tamu mulai melangkah pergi dari pesta, begitu pun semua keluarga sudah kembali ke kediaman masing-masing.


Sedangkan Sultan dan Ziell tengah berada di dalam lift menuju kamar mereka. Tangan Ziell terus di genggam oleh Sultan, seakan ia takut jika Ziell kabur di saat on fire.


Sementara Ziell memandang Sultan dengan kening mengkerut, ia merasa terancam saat Sultan terus tersenyum yang membuat ia takut.


"Kak, ada apa dengan wajahmu? apa kamu lapar."


Sultan menoleh, "Hah?"


"Muka mu seperti serigala yang belum makan."


Sultan tersenyum menggoda dan melangkah mendekat pada Ziell, sedangkan Ziell refleks mundur hingga punggung Ziell tersudutkan di pojok lift.


"Kaaaak!"


"Aku memang lapar, dan ingin memakan seseorang untuk membuat para cacing alaska ku kenyang."


Ting!


Pintu lift terbuka, yang mana Sultan langsung menarik tangan Ziell dan berlari sedikit menuju pintu kamar hotel mereka.


"Kak, pelan-pelan aja sih." Ucap Ziell saat Sultan sedikit susah memasukkan kunci pintu kamar hotel.


"Nggak bisa pelan-pelan, nggak enak kalau pelan. Soalnya ini kali pertama buat Kakak." Ucap Sultan yang sudah tidak kuasa menahan sesuatu yang berkobar dalam dirinya, hingga obrolan yang keluar dari mulutnya selalu membuat Ziell tidak mengerti.


"Hah? Apa Kakak nggak pernah nginep di hotel yaa ... kok pertama kali?" Ziell tidak mengerti arah pembicaraan sang suami ke mana, hingga Ziell yang akan berbicara terputus karna Sultan mencium bibir Ziell dan mendorongnya ke dalam kamar.


Sultan menendang pintu kamar dengan kakinya, karna tangan dan bibirnya sedang bekerja di tempat yang seharusnya.


Pintu kamar hotel tertutup, bersamaan seseorang berdiri sejak tadi dan memperhatikan kedua pengantin tak jauh dari pintu kamar hotel.

__ADS_1


Guntur ... Guntur mengepalkan kedua tanganya dengan sorot mata memerah menahan amarah yang teramat dalam, berjalan ke arah pintu hotel yang tengah di tempati sang pengantin.


Guntur berdiri beberapa menit dan berjalan ke arah pintu kamar hotel tepat di sebelah kamar pengantin.


Guntur membuka pintu dan menutup nya dengan perlahan, melihat ke setiap penjuru kamar yang sudah ia pesan sama persis seperti kamar kedua pengantin yang saat ini sedang on the wey ke nirwana.


Guntur berjalan ke arah peraduan lalu berbaring dan memejamkan kedua matanya, membayangkan jika dirinyalah yang saat ini tengah melakukan malam pertama.


Ketika matanya asik terpenjam, seseorang menekan bell hingga kedua mata Guntur perlahan terbuka.


Guntur turun dari peraduan, berjalan ke arah pintu dan membuka'kan pintu itu untuk tamu yang dia undang.


''Maaf Tuan, saya terlambat.'' Ucap seorang wanita.


Guntur melihat wanita di depannya, memindai dari atas sampai bawah lalu tersenyum, Guntur sangat puas melihat penampilan wanita yang dia sewa untuk menemaninya malam ini.


Wanita cantik namun Guntur menyuruh wanita itu berdandan culun, layaknya tampilan Ziell sewaktu bertemu dengannya.


''Masuk dan puaskan aku!''


Sungguh gila memang, tapi itulah hati manusia yang tidak akan pernah ada yang mengetahuinya ... Guntur semakin terobsesi pada Ziell karna ia tidak bisa mendapatkan Ziell.


Jika Ziell tidak dapat di miliki, maka ia akan menciptakan Ziell lain untuk dirinya sendiri.


β€’


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


khem ... mohon untuk para reader duduk di tempat, karna bab selanjutnya kita akan di buat belingsetan dengan kelakuan sang pengantin baru.


__ADS_2