Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 33 : Membawanya Kembali.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


''Evan, kau mau ke mana?'' tanya Ziell saat Guntur keluar dari ruangan Dave.


''Aku ada urusan mendadak, bye.'' Belum apa-apa sindrom orang kaya Guntur kembali kumat.


''Van, tunggu.'' Ziell memegang pergelangan tangan Guntur, karna Ziell merasa heran dengan sikap Guntur kali ini... bahkan sikap Guntur baik-baik saja tadi.


''Isshh apa lagi sih!'' sentak Guntur, memperlihatkan sifat aslinya yang sudah tidak sabar ingin pulang ke Mansion.


''Yang tadi ngobrol sama kamu siapa?'' Ziell masih bertanya dengan senyum di wajahnya.


Oon dasar!


Guntur mengerutkan keningnya, lalu menepis tangan Ziell sedikit kasar. ''Kali ini tolong jangan ikut campur! Dah aah ... gue pergi dulu.''


''Evan.'' Panggil Ziell.


Guntur tidak menghiraukan panggilan Ziell padanya, yang ada di pikiran nya saat ini adalah hidup dalam kemewahan lagi setelah di miskin 'kan dengan paksa oleh sang Ibu.


Sedangkan Ziell bingung dengan sikap Guntur padanya, perasaan tadi dia baik-baik saja ... kenapa sekarang berubah sikap? mungkin itulah yang ada di benak Ziell saat ini.


Ziell melihat Guntur yang menjauh dengan sendu, ''Apa aku ada salah yaa? kok dia kelihatan kesel liat aku.'' Gumam Ziell dalam hati merasa sedih.


Sedangkan Imelda, yang tidak sengaja mendengar dan melihat perlakuan Guntur pada Ziell merasa kasihan pada wanita polos dan belum mengerti arti cinta sesungguh nya.


''Ziell, ngapain kamu ngelamun di situ! Kerjaan masih banyak.'' cetus Imelda yang tidak ingin melihat Ziell bersedih, tapi kemungkinan cara nya salah.


''Ah iyaa ...'' jawab Ziell sambil membenarkan kecamatanya.






Beberapa saat berlalu•


Guntur dan Sultan sudah berada di dalam mobil menuju Mansion Adiwangsa, bagaimana pun caranya ... Sultan harus membujuk sang Kakak agar bisa membuat Guntur tinggal dan hidup layak seperti dulu.


Ia benar benar tidak tega melihat Guntur yang notabennya adalah ahli waris segala kekayaan sang Kakak, harus hidup menderita di luar sana walau ia tau maksud sang Kakak mengusir keponakan nya.


Tapi ia tidak tega, apa lagi mendengar Guntur sakit dan tidak memiliki uang untuk berobat.


Beberapa menit pun berlalu, mobil Sultan masuk ke halaman Mansion lalu berhenti tepat di depan Mom Kaleea yang tengah menyiram bunga kesayangan nya.''Ayo turun.''


Gleek..

__ADS_1


Guntur menelan ludahnya dengan kasar, ''Om, aku takut Kakak mu marah.''


''Ada Om di sini, sudah Ayo turun.''


Sultan turun dari dalam mobil terlebih dahulu, di sambut hangat oleh Mom Kaleea dengan pelukan kasih sayang. Sedangkan Guntur yang melihat Ibu nya yang begitu lembut pada Om nya, hanya mengelus dada dengan sabar.


''Yaa Tuhan ... apa aku benar-benar anak pungut yaaa?'' cicit Guntur dengan perlahan.



''Tadi kata Bibi kamu kesini yaa? kenapa nginep di apartement semalam?'' tanya Mom Kaleea pura-pura tidak tau.


''Lagi pengen aja Kak, lagian udah larut malam aku pulang nya, takut ganggu Kakak.''


''Ishh ... ayo masuk, kamu udah makan?''


''Sudah Kak, oh iyaa aku bawa seseorang di dalam mobil.''


''Seseorang?''


Sultan tersenyum dan mengangguk, lalu melangkah ke arah pintu mobil di mana Guntur masih ada di dalam.


Sedangkan Mom Kaleea berpikir sejenak. ''Seseorang? adik ku bawa cewe yaa ... aahh akhirnya Tuhan.'' Hati Mom Kaleea gembira dan bahagia, ia tak percaya jika sang adik sudah moveon dari si Malehong.


Mom Kaleea pun merapihkan penampilan nya, pipinya di tepuk tepuk agar tidak terlalu kaku seperti kanebo kering ketika tersenyum lalu ia berkata. ''Harus tetap Sleeyy.''


Namun senyuman manis itu luntur begitu saja, ketika pintu mobil terbuka dan menampilkan sosok sang anak dengan wajah cengir kuda tidak berdosa.


Tuuuiinggg...


...Syuuu ... ttttt...


Slebeeewww ...


...Bugh!!!...


Mom Kaleea melemparkan sendal yang dia pakai tepat di wajah Guntur, membuat Guntur langsung terjungkal kebelakang. ''Aauuchhh.''


Sedangkan Sultan membelalakan kedua matanya tak percaya. ''Kak!'' Bentak nya, menatap tajam sang Kakak. ''Ya ampun Guntur.''


''Aduh ... pusing pala barby.'' Guntur mengelus jidatnya yang terkena sendal sejuta umat. (Swalow)


Sultan menolong Guntur untuk berdiri, sementara sang empun yang melempar sendal jepit memasang muka watado (wajah tanpa dosa) melipatlan kedua tangannya di dada.


''Ngapain kamu ngajak dia kesini! Misi dia belum selesai, jadi dia tidak boleh pulang apapun yang terjadi'' Bentak Mom Kaleea.


''Kak! Kakak jangan terlalu tega sama anak sendiri.'' Sultan mencoba untuk membujuk.


''Dia yang begitu tega!''


''Kak, apa Kakak nggak kasian sama Guntur yang harus menjalani hidup kekurangan? dia juga berhak di sini ... keras boleh pada anak tapi jangan sampai menelantarkan nya Kak.''

__ADS_1


Mom Kaleea bergeming di tempat.


''Kak, apa Kakak tau jika anak mu sakit selama tiga hari dan tidak ada yang merawatnya? Kenapa Kakak begitu tega membiarkan keponakan ku tersiksa dan merasa kekurangan di luar sana?''


''Tap-.''


''Nggak Kak, nggak ada tapi-tapian! Kali ini aku tegaskan jika Guntur akan tetap tinggal di sini, jika Kakak mengusirnya ... maka aku pun akan pergi dari sini dan tinggal dengan Mom Lintang!'' Agam Sultan.


''Ahaaaa ... yes! Akhirnya si Jafar tidak berkutik.'' Gumam Guntur dalam hati.


Kedua bola mata Mom Kaleea membulat sempurna, ketika sang adik mengancam dengan kelemahan nya. Mom Kaleea pun melihat Guntur dari atas sampai bawah, memperhatikan penampilan acak kadut sang anak yang boleh di bilang memprihatinkan.


Mom Kaleea menghela nafasnya, apa dia terlalu kejam pada sang anak? Itulah yang ada di benak Mom Kaleea saat ini.


''Baiklah ... Guntur boleh tinggal lagi di sini.'' Mom Kaleea menurunkan ego nya.


Sultan tersenyum begitu pun Guntur.


''Tapi dengan satu syarat!''


Guntur dan Sultan terdiam. ''Apa itu?'' Tanya Sultan dan Guntur secara bersamaan.


''Kalau dia melakukan kesalahan lagi, maka dia akan di kirim ke kutub utara!''


Meskipun Guntur tidak tau apa kesalahnya, namun iya tetap menyanggupi persyaratan dari sang Ibu asal dia kembali ke masa kejayaan nya. Ia sudah bosan hidup miskin mendadak yang menyiksa batin, mental dan jantung hatinya.


Lebay ...


''Sepertinya aku harus mengambil hati si Jafar!'' Gumam Guntur dalam hati, bertekad untuk membuat sang Ibu bisa menyayangi dirinya lagi seperti dulu.


Mereka bertiga pun masuk kedalam dan berbincang-bincang, sedangkan Guntur langsung berlari ke kamarnya karna dia ingin beristirahat di kasurnya yang empuk.



Sedangkan Ziell yang masih berada di restoran, ia tengah duduk di area belakang karna ini adalah waktu istirahat untuknya. Hati Ziell merasa tidak enak sedari tadi saat Guntur bersikap cetus padanya, pikirannya berkecamuk bingung dan menerka-nerka apa kesalahan nya.


''Ini.'' Imelda memberikan satu kaleng minuman.


''Ah, makasih Mel.'' Ziell menerima minuman pemberian dari Imelda.


Keduanya nampak diam, tidak ada yang memulai pembicaraan hingga tak berapa lama Imelda berkata.


''Ziell, kau tau ... terkadang cinta bisa membingungkan, kita masih terlalu dini untuk mengenal apa itu cinta dan apa itu saling mencintai.'' ungkap Imelda menoleh pada Ziell dan tersenyum.


''Jangan terlalu di butakan oleh cinta, kadang cinta itu butuh akal sehat bukan logika. Jangan sampai ada kata dan pribahasa Pungkuk merindukan bulan, terkadang kita harus tau diri siapa kita dan siapa dia. Sebelum kita mencintainya lebih dalam, alahkan baiknya kita mencari tau terlebih dahulu orang yang akan mendampingi kita.''


Imelda mencoba menasehati sekaligus memberi tahu Ziell, tapi apakah Ziell mengerti arti dari perkataan Imelda?


...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2