
Di Antara Kita•
...🍒🍒🍒...
Waktu terasa begitu cepat, tak terasa Ziell sudah dua minggu berada di kota Jakarta dan bekerja sebagai pelayan di salah satu restoran.
Walau Ziell anak dari orang kaya, tapi Ziell begitu sederhana dan apa adanya ... dia tidak malu untuk bekerja menjadi seorang pelayan, karna ini adalah jalan hidup yang dia inginkan.
Sedari kecil hingga umurnya menginjak 24thn, Ziell selalu di kekang oleh Ayah nya, kemana pun dia pergi harus ada pengawal yang menjaganya. Bahkan dirinya tidak di perbolehkan berteman dengan lawan jenis, membuat hidup Ziell terasa hampa.
Untuk itu, Ziell merasa senang walau bekerja menjadi seorang pelayan, dan hari hari yang dia jalani begitu menyenangkan. Apa lagi kedekatan dirinya dengan Guntur semakin lengket saja.
Guntur selalu mepet pada Ziell dimana pun dan kapan pun jika ada waktu, gombalan, bualan, rayuan, bahkan kata kata genit selalu tercurah begitu saja dari mulut Guntur yang mana membuat para reader Jijiq.
Sedangkan si polos Ziell tidak bisa jika dia tidak baper, apa lagi harus menolak ajakan ajakan Guntur. Seperti ... makan malam bersama, mengantarkan dia pulang, dan selalu menggombal di saat waktu istirahat yang membuat jantung Ziell berdetak kencang.
Ziell tidak bisa menolak itu semua, karna yang Ziell rasakan jika Guntur memberikan nya perhatian khusus dan selalu memujinya, yang mana membuat hati Ziell selalu berbunga bunga jika berdekatan dengan Evan, yang nama aslinya adalah Guntur.
Namun Ziell juga tidak bisa menyembunyikan rasa yang lain, jika ada satu pria selain Guntur yang membuat dirinya nyaman berada di dekatnya ... walau dia selalu mengejek dirinya dengan sebutan Rosalinda, dan bersifat semaunya, terlebih dia itu dingin dan ketus dengan tutur kata yang selalu terucap dari mulutnya.
Tapi entah mengapa, berada di dekat Sultan membuat Ziell bisa menunjukkan dirinya sendiri dan tidak perlu canggung apa lagi jaim di hadapan nya.
Sultan dan Guntur, dua orang yang sangat bertolak belakang dengan sifat mereka, dua orang yang saat ini mengisi hati Rapunzell yang selama ini belum pernah terisi oleh nama siapapun.
''Cie ... cie ... yang udah di apelin.'' Ledek Nia, saat dia melihat Rapunzell yang sedang melamun.
''Ih, apaan sih.'' Ziell malu, dan membuang muka ke arah lain agar Nia tidak melihat raut wajahnya.
''Alah, pasti lagi mikirin Evan "kan? Iya kan ...''
''Ng-ngak kok! Si-siapa bilang?" Ziell tergagap.
Kedua sodara itu saling mengejek satu sama lain, mencurahkan semua isi di hati mereka masing-masing. Bahkan mereka curhat tentang masalah pribadi, pekerjaan, teman satu kerjaan, dan lain lain.
Hingga obrolan harus berhenti ketika ibu kost menyuruh semua orang untuk istirahat, karna besok mereka akan bekerja dan melakukan aktivitas masing-masing.
•
•
•
Sedangkan di sisi lain, di waktu yang bersamaan•
__ADS_1
Guntur turun dari taxi saat ia sudah sampai di Apartemen milik Dave. Ia baru saja ngapelin Ziell dari kos-kosan nya dan membuat pendekatan palsu dengan gadis yang dia anggap jelek dan menjijikan.
Bagaimana Guntur tidak merasa jijik berdekatan dengan Ziell, dia adalah pria sejuta pesona untuk kaum hawa ... dan sekarang dirinya harus mendekati wanita culun dan kampungan.
Ohhh harga dirinya seperti sedang terinjak injak, hingga Guntur tidak bisa berkata apa apa lagi selain untuk bertahan hingga waktu yang sudah di tentukan.
Sebenarnya ia tidak mau berdekatan dengan Ziell, namun Guntur tidak bisa berbuat apa apa karna taruhan yang dia lakukan dengan kedua sahabat dakjal nya itu tidak bisa di batalkan. Ibaratkan nasi yang sudah menjadi buru, Guntur seperti sudah terperangkap dengan perangainya sendiri.
•
Guntur turun dari taksi, lalu melangkah ke arah pintu dan menekan pin apartemen. Namun saat ia membuka pintu ... alangkah terkejutnya Guntur, mendapati dua sahabat nya tengah berjongjok dengan kedua tangan mengangkat ke udara.
Mereka seperti sudah kepergok oleh polisi karna telah melakukan kejahatan. Bagaimana tidak, pakaian mereka comprang campring, rambut mereka seperti habis keramas dengan nafas memburu.
"Hey Man, what's with your looks?" (Hei Bung, ada apa dengan penampilan kalian?) tanya Guntur dengan heran.
Dave dan Ridho tak menjawab, namun mereka berdua membuat kode dari mata dengan lirikan, seolah mereka sedang berkata.
"Hei kampreet! Tai Lo! Liat siapa yang duduk di sofa." Ucap suara batin Dave dan Ridho.
Guntur yang peka, langsung menoleh dan membelalakan kedua matanya saat netra matanya melihat sang Ibu yang tengah menatap nya dengan tajam.
''Astagfirullah, JAFAR!'' Teriak Guntur melengking, membuat sang Ibu mengorek kupingnya dengan tengil.
"Hai, Son." Mom Kaleea berdiri dengan gaya tengil melipatkan kedua tangan nya di dada, seperti ia sedang menantang sang anak untuk adu jotos.
''Iy-iyaaa Mom.'' Jawab Guntur tergagap.
''Apa yang sedang kau lakukan di sini?''
''Tentu saja pulang Mom, aku seharian habis bekerja berat di luaran sana.'' Guntur menjawab dengan santai sekarang, namun santainya itu menjadi kepanikan saat netra matanya melihat koper miliknya ada di sisi Mom Kaleea.
Dan hal ini menjadi dejavu bagi Guntur.
''Mom itu koperku?''
''Ya koper mu sweet heart, siapa bilang itu koper tetangga?"
"Mom, apa yang mau kau lakukan?" tanya Guntur, mundur dua langkah kebelakang saat sang Ibu melangkah ke arahnya.
Trag!
...Bugh!...
__ADS_1
Praak!
...Tuiiingggg ......
Mom Kaleea menjambak rambut Guntur dan menendang bokongnya keluar dari apartemen milik Dave.
"Auuchh, Mom ... kenapa kau menendang bokongku!'' Protes Guntur saat ia di paksa keluar dari apartemen sahabatnya.
''Pergi dari sini! Enak saja kau hidup dengan nyaman, di suruh hidup mandiri malah berleha leho di sini!" Sentak Mom Kaleea berkacak pinggang dan menunjuk ke arah lift.
"Mom sudah bilang dengan Dave, bahwa kamu boleh bekerja di Restoran miliknya tapi tidak tinggal di Apartemen yang mewah.'' Ucapnya lagi dengan tegas.
''Trus ... aku mau pergi kemana Mom, malam malam begini.'' Guntur memelas belas kasih sang Ibu, namun rupanya Mom Kaleea tidak goyah sama sekali.
''Terserah kamu, emang gue pikirin!'' Jawab Mom Kaleea dengan tengil, melipat kedua tangan nya di dada.
''Mom, kau jahat sekali!''
''Kau baru tau? bukankah aku ini si JAFAR heh? Jafar yang selalu kau bilang jahat! Ha haa ha hah ... rasakan bagaimana jahatnya si Jafar ini.''
BLAAAM!!💢
Mom Kaleea menutup pintu, tepat di depan muka Guntur. Hingga sang empun mengelus dadanya karna terkejut.
''JA-JAFAR, buka pintunyaaa ... aku tidak punya uang sepeser pun, uang sisa milikku sudah habis ngapel barusan.'' teriak Guntur, sambil mengedor pintu.
Ceklek.
Mom Kaleea membuka pintu, lalu mengeluarkan dompet dari dalam tas miliknya dan menghitung uang seratus ribuan di hadapan Guntur. Membuat Guntur tersenyum sumringah saat ia melihat uang berwarna merah dan biru di tangan sang Ibu.
''Nih, uang jajan untuk mu!''
Guntur melihat uang yang ada tangan nya dengan heran. ''Hah, dua ribu? Mom ... uang dua ri--'' Guntur tidak bisa melanjutkan perkataan nya, saat pintu di tutup kembali oleh Mom Kaleea.
''JAFAARRRR." teriak Guntur, hingga membuat para tetangga apartemen yang lain terganggu.
"Weeiii... siapa itu! jangan berisik."
Sedangkan Mom Kaleea mengancam Dave dan Ridho untuk tidak menolong Guntur dalam hal apapun. Kalau tidak! mereka berdua akan di kirim ke kutub utara dan mengurus beruang di sana.
Dave dan Ridho mengangguk cepat, dari dulu sampai sekarang orang yang mereka takuti adalah Ibu dari sahabatnya karna kemurkaan sang Tante bisa mengguncang hidup mereka.
•
__ADS_1
...🍒🍒🍒...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...