Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 75 : Apa rencananya?


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


''Kami pulang duluan yaa, makasih sudah membayar makanan kami.'' Ucap Ziell, berdiri dari duduknya dan membungkuk sedikit lalu pergi.


Sedangkan Guntur ingin mencegah pun tidak bisa, karna Ziell sangat terburu buru, walau Guntur masih ingin berlama lama mengobrol dengan Ziell.


Guntur pun berdiri dari duduknya dan ingin pergi, namun langkahnya terhenti saat melihat satu paperbag yang tertinggal di bawah kursi.


Guntur mengambil dan melihat isi paperbag tersebut, dan ternyata isinya gaun berwarna rosè gold. Guntur pun menoleh kebelakang. "Apa ini milik Ziell?''


Guntur pun memasukan gaun itu dengan tergesa-gesa dan berlari, mencoba untuk menyusul Ziell dan melihat jika Ziell berada di dalam lift dan sudah berada di lantai dua.


Guntur sebisa mungkin berlari menyusul Ziell, hingga Guntur menubruk beberapa orang yang ada di depannya. Guntur melihat jika Ziell menuju Basement, ia pun menyusul dengan cepat.


''Ziell.''


''Ziell.''


Ziell dan Mulan menoleh secara bersamaan.


''Iyaa, apa ada yang perlu di bicarakan lagi?''


''Ini.'' Guntur memberikan paperbag, dengan nafas naik turun karna lelah berlari.


''Ouh yaa ampun, ini ketinggalan! Mulan.'' Ziell menoleh pada Mulan.


''Ma-maaf, Non.''


''Ihhh lain kali hati-hati! Gimana kalau tertinggal, gagal deh aku pake nanti malam.'' Ucap Ziell memeriksa gaunnya.


''Maaf, Non.''


''Makasih yaa.'' Ucap Ziell yang masih berat memanggil nama Guntur.


Guntur tersenyum, "Kau mau pakai gaun itu untuk kemana?''


''Untuk makan malam, udah yaa aku pergi dulu.''

__ADS_1


''Tunggu! Makasih yaa, udah mau makan siang bareng.'' Ucap Guntur, mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan.


Sedangkan Ziell masih bingung, antara menerima uluran tangan Guntur atau membiarkannya.


''Iyaa sama-sama, sebentar lagi 'kan kita menjadi satu keluarga.'' Ucap Ziell dengan ragu ingin membalas uluran tangan Guntur, namun segera di cegah oleh Mulan.


''Non, ayoo masuk mobil, panas banget ini teh.'' Ucap Mulan menarik tangan Ziell, membuat Guntur semakin geram terhadap Mulan.


''Oh iyaa, aku duluan yaa by.'' Ziell dan Mulan segera masuk kedalam mobil, lalu pergi meninggalkan Guntur yang masih menatap kepergian Mobil Ziell.


''Gadis kampung itu ingin mencoba bermain-main denganku? heh, kita lihat saja.'' Gumam Guntur dalam hati, lalu ia masuk ke dalam Mall untuk membeli sesuatu.


Sedangkan di dalam mobil, Ziell yang sedang mengemudi di tatap oleh Mulan dengan heran.


''Non.''


''Iya.'' jawab Ziell tanpa menoleh pada Mulan, dan fokus menyetir.


''Kok aku punya firasat nggak enak yaa.''


''Firasat apa?''


''Ouhh Guntur, kenapa emang?''


''Kaya nya dia bukan cowo baik-baik deh, Non.''


Ziell menoleh sebentar dan menyunggingkan bibirnya, ia sedikit berpikir kenapa Mulan bisa tau jika Guntur pria kurang baik dalam sekali bertemu, sedangkan dirinya bisa tertipu dan tidak bisa membedakan mana pria baik dan pria jahat.


Padahal ia bertemu setiap hari dan menjalin hubungan dengan Guntur, tapi kenapa dulu dirinya tidak bisa melihat sisi lain dari seorang Guntur? aahh cinta memang buta dan tuli, hingga dirinya tidak bisa membedakan mana cinta yang tulus dan mana cinta yang palsu.


Tapi Ziell tidak menyesali semua yang sudah terjadi, karna dia sudah berdamai dengan masalalu dan dia akan menjalin masa depan dengan orang yang sangat mencintai dan menginginkan dirinya.


''Tidak usah di pikirkan, dan jangan terlalu dekat dengan dia di masa depan. Karna mungkin kamu akan menyesalinya.'' Ucap Ziell yang membuat Mulan mengerutkan keningnya heran.


''Maksud, Non?''


''Ah, tidak usah di pikirkan, lain kali kalau bertemu dengannya anggap saja patung.''


''I-iya Non.'' angguk Mulan walau dia tidak mengerti arti perkataan sang majikan.

__ADS_1


β€’


β€’


β€’


β€’


β€’


Sementara di kantor, Sultan tengah memejamkan kedua matanya dengan posisi kepala menyender ke kursi, mendongkak ke atas langit-langit ruangannya.


''Tuan, apa ada yang mengganggu pikiran anda?'' tanya Jerry sang sekretaris.


Sultan membuka kedua matanya, lalu menoleh pada Jerry. ''Aku sedang memikirkan Guntur.''


''Apa dia membuat ulah lagi?''


Sultan menghela nafasnya, lalu menceritakan apa yang terjadi pada percintaan nya yang rumit, hingga Sultan dilema apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


''Apa anda mencintainya?''


''Lebih dari segalanya, Jer.''


''Lalu? perjuangkan lah, coba sekali ini saja egois dan jangan terlalu memikirkan perasaan orang lain.''


''Lalu bagaimana dengan perasaan Guntur?''


''Ck, lantas bagaimana perasaan anda dan pasangan anda yang sudah tidak menginginkan dia lagi? apa jika anda merekalan orang yang anda cintai pada Tuan Guntur, membuat Nona Ziell bahagia? tidak 'kan.''


Sultan terdiam ...


''Hubungan di antara kalian memang rumit, tapi percayalah Tuan, jika kebahagiaan Nona Ziell terletak pada anda, bukan dia.'' Ucap Jerry yang mana membuat Sultan tambah yakin dengan keputusannya.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2