Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 76 : Makan malam.


__ADS_3

Di Antara Kita•


...🍒🍒🍒...


Malam hari di vila milik keluarga Bilal. Ziell sudah bersiap siap memakai gaun yang tadi siang dia beli, kini Ziell tengah melihat dirinya dari pantulan cermin memakai gaun yang sangat simpel namun elegan, dengan rambut panjang semampai berwarna hitam mengkilau, dengan kulit putih seputih giok.


"Non Ziell sangat cantik.'' Puji Mulan, yang membuat hati Ziell berbunga.


''Benarkah?''


Mulan mengangguk, "Yaa tentu saja.''


''Baiklah ... ayo kita turun ke bawah, Kak Sultan sudah menunggu.''


Keduanya pun keluar dari kamar Ziell, lalu turun dari lantai atas ke lantai bawah, di mana Sultan dan Papah Agam sedang berbicara.


Ketika Ziell turun, Sultan begitu terpesona melihat betapa cantik dan anggun nya Ziell malam ini, sampai-sampai Sultan langsung berdiri dari duduknya.


''Maaf, sudah lama menunggu.''


''You are so beautiful tonight." Ucap Sultan mengecup punggung tangan Ziell dengan mesra, yang mana membuat Ziell tersipu malu.


Sedangkan Papah Agam menyunggingkan sudut bibirnya, melihat bagaimana cara Sultan mengistimewakan putri kesayanganya bak barang berharga.


Ia sangat beruntung dengan keputusannya untuk menerima Sultan menjadi calon suami anaknya, karna Papah Agam berpikir jika tipe ideal menantunya ada di diri Sultan semuanya.


Hingga Papah Agam tidak perlu khawatir dan bisa bernafas lega, jika nanti ia melepas putrinya pada Sultan.


''Khem!''


Papah Agam berdehem untuk menyadarkan dua insan yang tengah di mabuk cinta.


''Sampai kapan kalian saling pandang? sudah, sana pergi.''


Ziell dan Sultan tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu berpamitan untuk ngapel.


''Kami pamit dulu, Pah.''


''Hum, pulang jangan terlalu malam.''


''Baik, Pah.''


Keduanya pun pergi dari rumah bergandengan tangan dengan bahagia.


''Kau mau pergi ke mana!'' Suara bariton Papah Agam Sukses membuat Mulan menghentikan langkahnya.


''Ikut Non Ziell, Pak.''


''Jangan ngadi-ngadi kamu! Ngapain mau ikut orang pacaran? Mau jadi setan.''

__ADS_1


''E-eh.''


''Sudah sana pergi ke dapur, bantuin Ibu sama Bibi beres beres barang di belakang.''


''Baik, Pak.''






A few minutes later, in Restoran•


''Silahkan duduk tuan putri.'' Sultan mendorong kursi untuk Ziell duduk.


''Ck, Kakak tuh ... jangan lah bikin aku baper.'' Ziell merajuk dengan gemas sambil duduk dengan rapih.


Sebelum duduk, Sultan mengambil gambar Ziell dari belakang untuk kenang-kenangan.



Setelah selesai, Sultan pun duduk di sebelah Ziell.


"Apa aja, terserah kamu." Ucap Sultan tersenyum sambil memandang Ziell dengan dalam.


Ziell pun memesan beberapa menu makanan, hingga tidak butuh waktu lama para pelayan menyajikan makanan di meja.


''Selamat makan calon suami.'' Guyon Ziell, membuat Sultan menahan senyuman nya.


''Kak ... ayo makan! Jangan ngelamunin aku terus ... nanti di kira orang gila.''


''Iya, aku memang sudah gila, aku tergila-gila sama kamu yang sebentar lagi jadi istriku.''


''Ck, ihhh Kakak! Apaan sih, nggak jelas aahh ...''


''Kau tau sayang, ingin rasanya aku mengurungmu di kamar, dan tidak ada yang boleh melihat mu dari ujung rambut sampai kaki.'' Bisik Sultan dengan nada sensual.


''Kakak!''


Ziell tersipu malu karna Sultan terus menerus menggoda dirinya, hingga Ziell ingin terjun dan nyungsep saja jika terus di tatap dan di goda oleh sang kekasih.


Hingga malam yang cerah penuh bintang di hiasi oleh sepasang kekasih yang sedang bercanda dan bergurau, kedua insan itu saling melengkapi satu sama lain, saling menggoda dan tertawa, melepas rasa yang mereka miliki.



__ADS_1





Sedangkan di sisi lain, Guntur baru saja sampai di apartement nya, dari tadi siang sampai malam dia berbelanja barang yang dia inginkan sampai mengunjungi beberapa Mall.


''Pak, ini di taruh di mana?'' tanya salah satu Kurir yang membawa dus besar milik Guntur.


''Taruh saja di lantai atas, tepatnya di kamar kedua.'' Tunjuk Guntur ke lantai atas.


''Baik, Pak.'' Kedua kurir itu membawa barang ke lantai atas, di susul Guntur yang membawa beberapa paperbag di tanganya.


Setelah selesai, kedua kurir itu pergi dari apartemen Guntur, sedangkan Guntur dengan antusiasi membuka semua barang yang baru saja dia beli.


Mulai dari baju, sepatu, sendal, pakaian tidur dan yang lain-lainnya. Tapi anehnya, semua barang itu bukan barang untuk nya, melainkan barang untuk seorang wanita.


Yaa ... Guntur membeli beberapa barang yang sama yang pernah di pakai oleh Ziell, termasuk Gaun yang tadi siang dia lihat.


Guntur mengingat jelas beberapa baju yang pernah di pakai oleh Ziell, termasuk kecamata yang pernah Ziell pakai, Guntur membeli dengan warna dan jenis yang sama.


''Akhirnya selesai juga.'' Ucap Guntur yang baru saja menata barang-barang di tempatnya, termasuk Gaun berwarna rosè gold yang dia pasang di patung manekin.


''Lihat Ziell, kau sangat cantik memakai gaun ini ... aku yakin suatu saat nanti, kau yang akan memakainya dan pergi makan malam bersamaku.''


Guntur memandang gaun itu dan tersenyum, lalu melihat sekeliling ruangan dan fokus melihat dinding yang kosong.


"Umm ... sepertinya menaruh foto Ziell di situ dengan ukuran besar sangat bagus.'' Guntur seakan terobsesi terhadap Ziell, hingga Guntur ingin memiliki apa yang Ziell miliki termasuk barang yang harus mirip dengan Ziell.


Setelah selesai dengan beberapa barang, Guntur keluar dari ruangan menuju kamarnya, namun saat Guntur sudah berada di dalam kamar. Guntur merogoh ponsel di saku celananya dan menghubungi seseorang.


[Apa kau sudah ada di tempat?]


[Sudah Bos, tapi tidak ada tanda-tanda dia keluar.]


[Tidak apa, mungkin sebentar lagi dia keluar dengan Om ku, buntuti dia kemana pun mereka pergi dan kirimkan gambarnya, tapi ingat ... hanya foto Ziell ku!]


Guntur tidak tau jika orang yang ingin di buntuti sudah tidak ada di rumah.


[Baik, Bos.]


Guntur mematikan sambungan telponnya dan tersenyum aneh, ia menyuruh seseorang untuk membuntuti Ziell kemana pun dia pergi dan melaporkan padanya apa saja dan apa yang di gunakan Ziell.


Sepertinya mental Guntur harus segera di selamatkan sebelum semakin parah, atau Obsesinya itu akan mendarah daging hingga susah untuk di sembuhkan.


...🍒🍒🍒...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2