
Di Antara Kita•
...🍒🍒🍒...
Menghitung hari, detik demi detik menuju hari bahagia akhirnya akan tiba. Semua persiapan sudah mencapai 80% dan undangan pun sudah menyebar.
Guntur pun sudah kembali bekerja di kantor dan berbicara dengan sang Om layaknya dulu, semua terlihat baik-baik saja dan tidak ada yang patut mencurigai Guntur akan menggagalkan rencana pernikahan Ziell dan Sultan.
Yang mana membuat Mom Kaleea bisa menghela nafas dengan lega, ketakutannya tidak terbukti saat Guntur bersikap fine fine saja di depan semua orang.
Namun yang mereka tidak ketahui, Guntur sudah memiliki rencana lain yang bahkan rencana nya itu hanya ia dan tuhan yang mengetahuinya.
Di kantor, Sultan dan sekretaris nya seperti biasa tengah mengerjakan pekerjaan yang setiap hari tiada habisnya.
''Tuan, kenapa anda belum cuti?'' tanya Jerry, karna heran sang bos masih masuk ke kantor, sedangkan kan pernikahannya tiga hari lagi.
''Iyaa, kemungkinan besok.'' jawab Sultan tanpa melihat lawan bicaranya, lalu ia teringat akan sesuatu. ''Jer.''
''Iya Tuan.''
''Sementara aku cuti, Guntur yang akan menggantikan posisi ku menjadi Ceo, bagaimana kinerja nya sekarang?''
Jerry berdehem. "Tuan, kinerja Pak Guntur lebih baik di bandingkan sebelumnya, bahkan sekarang dia terbilang jarang bicara pada siapapun.''
''Oh ya?'' Sultan mulai tertarik pada topik pembicaraan.
Jerry mengangguk dengan mantap. "Sempat juga saya pergoki dia berbicara sendiri, tapi mungkin itu perasaan saya saja yaa ... mungkin saja Pak Guntur sedang menelpon menggunakan airphone.''
''Tapi anehnya Tuan, sifat dia berbeda 10 derajat di bandingkan dulu. Kalau dulu yang saya perhatian Pak Guntur selengean, suka menggoda wanita di kantor, tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan nya, cerewet, suka menghina orang, tapi sekarang berbanding terbalik Tuan.''
Sultan terdiam ... dalam benaknya menerka nerka, apa ini efek percintaan mereka yang rumit? hingga Guntur berubah?
Sultan langsung berdiri dari duduknya dan melangkah ke luar dari ruanganya untuk pergi menuju ruangan Guntur.

Saat keluar dari ruanganya, Sultan melihat jika semua karyawan nya tidak ada di tempat, lalu ia melihat jam di pergelangan tanganya menunjukan waktu makan siang.
Sultan pun tidak terlalu perduli, ia berjalan menuju ruangan Guntur, hingga dalam persekiaan detik Sultan berdiri di depan pintu ruangan Maneger.
Tok. Tok.
''Masuk.'' Suara Guntur dari dalam.
''Apa Om mengganggu?'' tanya Sultan saat ia sudah masuk kedalam.
Guntur mendongkak saat mendengar suara Om nya.
''Tentu saja tidak Om, ada apa?'' tanya Guntur, menaruh pena nya di atas kertas.
Sultan tersenyum lalu duduk di kursi menatap Guntur dengan intens, "Are you alright?"
''Yaa... I'm fine uncle, What is it?''
''Tidak ada, cuma Om akhir-akhir ini mendengar desas desus di kantor?''
__ADS_1
''Desas desus apa Om?'' Guntur kurang mengerti.
''Katanya playboy di kantor berubah 10 derajat di banding dulu, why?''
Guntur terkekeh dan menggelengkan kepalanya, " Hee ... tidak ada yang berubah Om, aku masih sama seperti dulu, hanya saja Guntur merasa di fase ingin berubah dewasa dalam bidang apapun, terlebih pekerjaan.''
Sultan tersenyum.
''Guntur merasa bukan lagi remaja dan harus berbubah untuk masa depan, terlebih, sebentar lagi Om akan berkeluarga dan kemungkinan besar tanggung jawab Om selama di kantor akan aku gantian.''
Sultan mengangguk, "Syukurlah.''
Hening ... tidak ada lagi pembicaraan dari keduanya hingga mereka berdua terdiam, seakan ada tembok menjulang tinggi di depan mereka yang menghalangi jarak kedetakan yang erat seperti dulu.
''Guntur.''
''Ya, Om.''
''Maaf.''
''Maaf untuk apa, Om?''
''Merebut cinta mu.''
Guntur terdiam, namun di bawah meja ia mengepalkan kedua tanganya. ''Tidak apa, mungkin aku bukan jodohnya.''
''Apa kam-.''
''Om, apa sudah makan siang?'' Tanya Guntur, mengalihkan pembicaraan.
Sultan menggeleng, "Belum.''
Sultan mengangguk dan berdiri dari duduknya. Keduanya pun berjalan keluar ruangan beriringan menuju lift ke lantai bawah.
Ting! Pintu lift terbuka.
Keduanya keluar dan di kejutkan dengan kegadugan di pintu masuk, membuat Sultan dan Guntur menghentikan langkahnya.
''Sudah aku bilang aku mau masuk! Kenapa kalian tidak percaya.''
''Anda harus membuat janji terlebih dahulu.''
''Aku ini calon istrinya! Kenapa aku harus membuat janji.'' Bentak Ziell dengan kesal, karna dirinya tidak di perolehan masuk oleh kedua Scurity hanya karna Ziell memakai sendal jepit.
''Mana mungkin calon istri Tuan Sultan seperti ini.'' Ucap salah satu Scurity memandang Ziell dari atas sampai bawah.
''Aku tid-.''
''Ziell.''
Ziell dan dua scurity menoleh secara bersamaan saat Sultan memanggil nama Ziell
''Kakak ...'' Ziell dengan buru-buru menghambur kepelukan Sultan dan bersembunyi di balik ketiak Sultan. ''Kak, dari tadi aku nggak di bolehin masuk! Hanya karna aku pakai sendal jepit Mulan.''
''Dia calon istriku! Pergilah.''
__ADS_1
''Ma-maaf Tuan.'' Kedua Scurity itu menunduk malu, sekaligus takut.
''Kenapa kamu pakai sendal jepit Mulan? dan ... bukannya kamu sedang di pingit?''
''Eh, hehe ... hehe aku nyelinap kabur Kak, soalnya kangen.'' Bisik Ziell dengan malu-malu.
''Ih, dasar nakal.'' Sultan dengan gemas mencubit hidung Ziell, "Ya sudah kalau begitu, ayo kita makan siang bersama.''
''Berdua?''
''Bertiga dengan Guntur.''
Ziell menoleh, ia sedikit terkejut melihat Guntur berada di belakang mereka. ''Kau di sini? ck, dasar pengganggu.'' lanjut Ziell dalam hati.
Guntur mengangguk dan tersenyum, "Yaa ... tadinya mau makan siang, tapi jika sudah ada kamu aku makan siang sendiri saja.''
''Tidak perlu, ayo kita makan bersama.''
''Ya, tidak apa-apa kok, walau sebenarnya aku tidak suka." gumam Ziell, namun masih bisa terdengar.
Sultan dengan segera merangkul Ziell dan berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Guntur yang sedang memandang mereka.
Sedetik kemudian Guntur berjalan menyusul Sultan dan Ziell yang sudah berada di dalam mobil.
•
•
•
•
Restoran•
Ketiganya sudah duduk dan memesan makanan, namun Guntur merasa jika dirinya hanya menjadi patung di antara dua insan yang sedang bermesraan di depan matanya.
Kepala Guntur sudah memanas, bahkan sudah ada asap yang keluar dari kedua telinganya dan berbunyi.
Tuuuuuut ... layaknya suara kereta api tanpa rem.
Tak berapa lama, makanan sudah tersaji di meja, namun Ziell merasa jika perutnya kurang nyaman. Ia pun berpamitan untuk pergi ke Toilet sebantar.
''Kak, aku ke toilet dulu sebentar yaa.''
''hemm, jangan lama-lama.''
Ziell pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi, namun baru saja Ziell akan masuk ke dalam toilet, seseorang dari belakang membekap mulutnya dengan kain.
''Hmmmm...''
Ziell memberontak dan mencoba untuk melawan, namun lama kelamaan matanya tertutup dan tidak sadarkan diri ketika ia menghirup aroma yang menyengat.
Seseorang yang tidak di kenal memasukan Ziell kedalam bak sampah dan membawanya keluar dari arah lain.
•
__ADS_1
...🍒🍒🍒...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...