
Di Antara Kitaβ’
...πππ...
Semua orang pergi meninggalkan dua orang yang sedang bertengkar, namun sebelum pergi ... Dave menoleh ke kebelakang melihat Ziell yang sedang menangis pilu tiada henti.
''Sorry.'' Gumam Dave dalam hati, ia pun merasa kasihan karna ini semua berawal darinya juga yang ikut andil dalam taruhan itu.
Ridho menepuk pundak Dave dan membawanya menjauh, agar Ziell dan Guntur bisa menyelesaikan permasalahan mereka.
β’
Rintiknya hujan membasahi bumi di malam hari, gelap nya malam menutupi mata hati, kekosongan akan cinta yang rapuh kini terbungungkus berkeping keping.
''Ziell.'' panggil Guntur, mencoba untuk mendekat.
''Pergi! Jangan sentuh aku. Pergi dari hadapanku karna aku membencimu.'' Terak Ziell mundur satu langkah, melepaskan kecamatanya dan mengusap air matanya yang sejak tadi terus bercucuran.
Guntur ingin pergi, tapi entah mengapa hati dan pikiran nya tidak mau pergi meninggalkan Ziell yang sedang terluka.
''Apa sekarang kau puas memperlakukan ku seperti ini, Hah? apakah sifatmu memang seperti ini Evan? apa lagi yang kau sembunyikan dari ku Hah! APA!''
Guntur tak bergeming, ia masih terpaku pada mata Ziell yang tidak menggunakan kecamata dan terus mengeluarkan air mata tanpa di komando.
''Asal kau tau, kau pria paling brengsek yang pernah aku temui! Jangan pernah lagi temui aku lagi mulai sekarang!'' Pekik Ziell berlari dengan sekuat tenaga, menjauh dari orang yang sudah membuat hatinya terluka dan hancur secara bersamaan.
Hilang sudah semua janji yang sudah terucap, hilang pula semua mimpi-mimpi indah yang sudah tersusun rapih. Hancur hatinya melihat semua ini ... seorang gadis tengah berlari di bawah rintiknya hujan, menatap kosong hatinya yang tengah terluka oleh cinta pertamanya.
Bayang bayang akan kebersamaan selama satu bulan, kini sirna oleh kenyataan yang baru saja dia dapatkan. Kenyataan pahit di awal kebebasan dari kakangan sang Ayah membawa luka pertamanya.
Isak tangis penuh pilu tak bisa di bendung lagi, kakinya yang sedang berlari seakan sudah tidak kuat untuk melangkah dan menopang berat badannya lagi ... Ziell ambruk dan berteriak histeris di bawah rintihan hujan dan memeluk lututnya lalu membenamkan wajahnya.
''Papah ... Hisk,, apakah harus sesakit ini? maafkan anak mu ini cengeng Pah.'' Ziell menangis dan meraung, "Di sini."
Dhuk. Dhuk. Dhuk.
Ziell memukul dadanya yang sesak beberapa kali, "Di sini, kenapa di sini terasa sakit sekali, Hisk... hisk.''
__ADS_1
Ziell merasa ini seperti mimpi buruk baginya ... ini kali pertama dia merasakan sakit hati dengan hinaan seseorang, terlebih yang mengina dirinya adalah kekasih nya sendiri ... orang yang begitu dia cintai dengan segenap hati.
Lu itu menjijik'kan dan lebih menjijik'kan di bandingkan Anjiing!
''Aahhh ... nggak! Nggak!'' Ziell menutup kedua telinganya, karna perkataan Guntur terus terngiang ngiang.
Kata kata itu seolah menohok pikiran nya, dan membuat lubang membekas secara permanen di dalam lubuk hatinya. ''Aarrgghh ...'' Ziell berteriak dengan kencang, menumpah ruah segala sakit dan kesal dalam hatinya.
''Ke- kenapa Tuhan? kenapa semua jalan tidak ada yang sesuai dengan harapanku? hisk,, hisk,, padahal aku sudah memberikan seluruh hatiku padanya. Hisk.''
"Kenapa seperti ini ... kenapa harus sesakit ini ...? kenapa harus merasakan cinta kalau harus merasakan sakit yang akan terus membekas.''
Hisk,, Hisk,, Hisk.
''Me-memangnya ap-apa salahku? ke-kenapa kau be-begitu la-la-lancang menaruh luka di hatiku, Huuaaa.''
Ziell menangis sambil memeluk lututnya, menatap ke atas langit yang gelap seperti hatinya. Menggigit tangannya dengan kencang, hingga membekas luka merah ke unguan karna Ziell sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang dia terima.
Ketika dirinya tengah di landa kesepian layaknya sebatang kara, Ziell melihat Cincin pemberian Sultan yang masih setia ia pakai.
Jika kamu merindukan ku dan membutuhkan aku, maka gosok Cincin ini tiga kali maka aku akan datang.
''Kakak ... aku membutuhkan mu.''
Perlahan mata Ziell terbuka, namun ia merasa kecewa saat orang yang dia butuhkan tidak ada. Hal itu membuat Ziell kembali menangis dengan kencang, karna tidak ada seorang pun yang perduli di saat dirinya sedang terluka.
Hisk,, Hisk,, Hisk..
''Papah ... Zi-Ziel ma-mau pul-pulang ...''
β’
Ketika Ziell masih menunduk dan menangis dengan sedih, dia melihat sepatu yang mengkilat berdiri di depannya, Lalu Ziell perlahan mendongkakan kepalanya ke atas dan melihat siapa yang berdiri di depan nya.
"Rosalinda kamu baik-baik saja?'' Sultan berdiri memayungi Ziell dari rintiknya hujan.
''Kakak ...'' Ziell langsung berdiri dan memeluk Sultan. Menangis di dalam pelukannya dan menumpah ruahkan segala sakit yang dia terima.
__ADS_1
Ziell menceritakan apa yang sudah dia alami walau ucapan nya tidak terlalu jelas karna segukan. Sultan masih setia mendengarkan dan mengeratkan pelukannya agar gadis yang ada di dalam pelukannya kuat dan merasa jika dia memiliki dukungan.
"Menangislah sepuas mu." Sultan memeluk Ziell yang masih terisak di dalam pelukan nya.
Hiks... hiks.. "Kak, dia jahat. Dia berengsek!"
Sultan mengelus kepala Ziell dengan lembut, "Jika kamu melepaskan tangisan mu, itu hanya akan meninggalkan bekas luka. Menangislah karna aku akan selalu ada untuk mu, then, now, and later."
β’
β’
Guntur termerung seorang diri di atas kapal, memandangi lautan yang gelap dan luas. Ia merutuki apa yang sudah dia katakan pada Ziell, ia sadar sudah keterlaluan menghina gadis lugu dan polos itu.
Ingin dia berlari menyusul dan meminta maaf pada gadis yang sudah ia sakiti, namun ego bercampur gengsi yang masih tinggi mencekik lerung hatinya dan mendorong agar tidak melakukan itu semua.
Guntur merasa lemah saat ia teringat dengan sorot mata kecewa yang Ziell tunjuk'kan tadi, membuat ia terbayang dengan rasa sakit nya.
''Bodoh! Bodoh! Bodoh!''
Praaangg!!
Guntur membanting gelas yang tengah ia pegang. Menjambak rambutnya prustasi mengingat pupil mata yang bisa membuat jantungnya berdetak untuk pertama kalinya.
''Ziell. Ziell. Ziell! kenapa mata mu mengingatkan aku pada Apuu ku!'' Ucap Guntur tak sengaja.
Lalu sedetik kemudian Guntur membelalakan kedua matanya, ''Apuu, Rapu, Rapunzell, Ziell."
Deg.
Jantung Guntur kini berdetak dengan kencang, ''Tidak! Tidak mungkin, mana mungkin Apuu ku adalah Ziell!'' Guntur menampik apa yang ada di pikiran nya.
''Aahk! Brengseek!'' Guntur berdiri lalu bergegas pergi ke apartemen Dave untuk menyelidiki nama lengkap Ziell, karna jujur saja ... Guntur tidak tau nama lengkap Ziell siapa. karna ia tidak
β’
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE...