Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 36 : Di Luar Expetasi Nia.


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Di sisi lain, tepatnya di mobil Dave yang sudah terparkir di salah satu restoran cabang milik Dave. Nia sudah di beri komando dari Dave untuk tidak membuat ulah, dan harus bersikap anggun, tidak asal bicara saat bertemu dengan Ibunya.


Membuat Nia malas mendengarkan ocehan Dave sedari tadi dan hanya menjawab iya, baik, oke. Nia pun sudah Dave dandani dari ujung rambut hingga ujung kaki agar terlihat dari kalangan orang berada dan menjunjung tinggi kesopanan dalam berpenampilan.


''Kamu dengar nggak!'' Bentak Dave.


''Iya dengar bawel! Nggak perlu kamu ingetin aku sampai berpuluh puluh kali.'' cetus Nia tak mau kalah.


''Syukurlah! Ya sudah sana pergi, ke luar dari mobilku dan temui ibuku yang sebentar lagi pasti akan datang. Ingat ...''


''Aku ingat Dave.'' Ujar Nia membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.


Dave bilang padanya jika dia tidak ikut untuk bertemu dengan sang Ibu, karna sang Ibu hanya ingin berbicara empat mata untuk saling mengenal karna Ibunya Dave sudah merestui hubungan mereka.


Dan perjanjian Dave dan Nia adalah berpacaran selama tiga bulan, setelah itu mereka akan berpisah agar sang Ibu tidak curiga. Dave juga mengatakan jika sang Ibu benar-benar sudah merestui hubungan mereka dan tidak akan menjodohkan Dave pada siapapun lagi.


Untuk itu Ibunya Dave ingin mengenal Nia lebih jauh, karna Dave mengatakan jika pacarnya adalah gadis lemah lembut, baik hati, dan pandai menabung hehe hehe...


Ketika Nia akan masuk kedalam Restoran, ia melirik kebelakang di mana Dave sudah pergi entah kemana. Senyum terbit di wajah Nia karna dia memiliki cara untuk menghancurkan rencana Dave.


''Ck, si Tuan muda songong itu ingin ibunya setuju dengan aku? merestui hubungan yang pura pura ini? bersikap anggun? Hahaha hahaha Dave ... lihatlah, akan aku pastikan jika Ibu mu tidak akan menyukai ku dan memaksa mu untuk meninggalkan aku.'' Gumam Nia dalam hati, melangkah masuk kedalam restoran dengan segudang rencana.


β€’


β€’


β€’


Sedangkan di sisi lainβ€’


Guntur sudah rapih dan wangi karna malam ini dia ada janji dengan Dave dan Ridho bertemu di tempat biasa, namun Guntur urungkan mengingat jika sang Ibu masih kesal padanya.


Untuk itu, Guntur sudah punya siasat agar sang Ibu tidak marah lagi padanya. Guntur keluar dari kamar dan menghampiri Mom Kaleea yang berada di kamar bersama sang Ayah.


Tok. Tok. Tok.


''Mom ... ini Aku, apa aku boleh masuk.'' Ucap Guntur berdiri di depan pintu.


''Masuk.''


Guntur dengan perlahan membuka pintu lalu masuk menghampiri sang Ibu. ''Mom.''


''Heumm ... kenapa, Nak?''


Guntur menghentikan langkahnya setelah mendengar sang Ibu memanggil dirinya dengan sebutan Nak, sudah lama Guntur tidak mendengar panggilan itu dari mulut sang Ibu ... semanjak sang Om gagal menikah, Ibu nya ini bersikap acuh dan galak padanya.

__ADS_1


Bibir Guntur perlahan tersenyum, merasakan kehangatan dari Ibunya lagi. ''Mom sedang apa?'' Guntur duduk di sebelah sang Ibu, yang tengah duduk menghadap ke cermin mengolesi wajahnya dengan masker.


''Lagi boker, udah tau lagi olesi maker di wajah! Nanya lagi.''


''Kenapa harus marah-marah si Mom? nanti cepat mati lho.''


''Itu mah mau'nya Elu, Guntur.''


''Ish, aku tuh sayang loh sama Mamak. Jangan lah marah-marah napa ...'' Ucap Guntur dengan nada manja layaknya anak kecil yang sedang merajuk.


Mom Kaleea langsung tersenyum, hilang sudah rasa kesal di hatinya saat Guntur berbicara dengan lembut. '' Jadi ... Anak Mamak ini mau apa hmm?''


Guntur langsung tersenyum. ''Mau pergi boleh tak Mak? maen sama Dave dan Ridho.''


''Boleh, tapi ingat! Jangan mengulang kesalahan yang sama, kalau kamu nggak mau di usir dari rumah ini.''


''Nggak kok Mom, aku pergi dulu yaa Mom.'' Guntur menyalami tangan Mom Kaleea lalu mencium pucuk kepalanya.


Yang mana membuat Mom Kaleea tertegun melihat perlakukan Guntur yang begitu lembut. Di seumur hidupnya, baru dua kali ini Guntur mencium lagi tangan nya.


Yang pertama, sewaktu Guntur masih kecil hingga menginjak remaja, setelah itu ... Guntur tidak pernah lagi melakukan itu karna Guntur sudah jauh dari pengawasan nya.


''Rupanya dia sudah berubah, ah ... syukurlah tidak sia sia aku mengusir nya dari rumah.''


β€’


β€’


β€’


β€’


Nia duduk dengan tenang menunggu Ibunya Dave datang, hingga lima belas menit pun berlalu membuat Nia bosan dan menguap menunggu begitu lama.


"Apa nggak jadi datang yaa? Apa aku pulang aja." Pikir Nia, hingga tidak begitu lama seorang wanita paruh baya yang masih cantik melangkah ke arah Nia dengan pakaian layaknya ndoro putri dari keraton.


"Kamu Nia?" Tanya nya dengan nada tegas namun lembut.


Nia menoleh ke samping dan mengerutkan keningnya melihat emak-emak di depannya ini, memindai dari atas sampai bawah dengan mulut menganga tak percaya.


"I-iya." Jawab Nia tergagap.


Ibu Dave duduk di depan Nia dengan anggun dan tenang layaknya miss univers, sedangkan Nia masih shoock dan bergumam dalam hatinya. "Tuan muda songong itu keturunan keraton? Oh yaa ampun, habislah aku ... eettt tapi aku hanya perlu tetap tenang dan melakukan apa yang harus aku lakukan."


Hening ... tidak ada yang berbicara dari kedua wanita berbeda usia ini, membuat Nia tidak tau apa yang harus dia katakan untuk mengajak Ibu Dave berbicara.


Sedangkan Ibu Dave masih setia memindai Nia dengan tatapan yang sulit di artikan.


Hingga seorang pelayan menyajikan minuman di meja dengan perlahan, dan Ibunya Dave membuka mulutnya yang sejak tadi diam.

__ADS_1


"Silahkan di minum."


"Baik." Jawab Nia dengan sopan, dan mengambil cangkir dengan tangan bergetar.


"Heii Nia, jangan terlalu gugup! Tenangkan dirimu, wanita ini tidak mungkin menelan mu hidup hidup bukan?" Ucap Nia dalam hati.


Sementara Ibunya Dave dengan tenang mengcocok teh dengan sendok.


"Aku hanya harus melakukan hal yang tenang agar Ibunya Dave tidak menyukai ku dan jika dia tidak menyukai ku maka dia pasti akan memaksa Dave untuk meninggalkan aku, dan otomatis hutangku juga lunas dong." Gumam Nia dalam hati merasa senang dengan rencana nya.


Nia tidak mau berurusan dengan Dave, apa lagi harus menjadi pacar pura-pura nya selama tiga bulan. Mendengarnya saja sudah membuat Nia sesak.


β€’


"Nak, Nia sudah berapa lama kenal dengan Dave?'' tanya Ibunya Dave yang bernama Ningrum.


"Saatnya beraksi."


''Tidak begitu lama, Ibu.'' jawab Nia, lalu menumpangkan kakinya ke kaki yang satunya lagi, lalu membuka dua kencing yang mencekik lehernya hingga menampilkan sedikit belahan dadanya. ''Gerah sekali.'' Jari jemari lentik Nia mengipas ngipas.


Sedangkan Ibu Ningrum melihat ke arah jendela yang kebetulan cuaca sedang gerimis lalu melihat Ac yang menyala di setiap sudut.


''Gerah?'' tanya Ibu Ningrum heran.


''Iya Ibu, biasanya saya nggak pernah pake baju panjang dan mencekik. Biasanya saya selalu berpakaian terbuka atau bisa di bilang kekurangan bahan.'' jawab Nia tersenyum dalam hati.


"Seorang Ibu tidak mungkin menyukai calon menantu yang berpakaian terbuka 'kan? xixixi."


''Aaahhh.'' Ibu Ningrum manggut manggut.


Nia tersenyum. ''Maaf yaaa Bu, bukan saya bermaksud lancang, tapi ini saya apa adanya lho yaa ... saya dari keluarga sederhana, pengangguran, suka dugem, dan satu hal lagi yang harus Ibu tau ...'' Ujar Nia lalu mendekatkan wajahnya ke arah Ibu Ningrum, ''Saya itu pemalas dan suka menghambur-hamburkan uang.''


Ibu Ningrum diam tak bergeming. Tapi hal itu yang membuat Nia bahagia.


''Ahhh hahaha saya tau jika Ibu tidak akan mau menerima saya dan saya memaklumi itu.'' Ujar Nia.


''Tidak.''


''Hah?''


Ibu Ningrum tersenyum lembut, "Ibu suka kamu berbicara blak blakan seperti ini. Dan soal kebiasaan mu, Ibu yakin suatu saat kamu bisa berubah dan persoalan kamu suka menghambur-hamburkan uang ... tidak masalah bagi ibu, karna itu adalah kewajiban Dave.''


''Hah, apa? kenapa Ibu-Ibu ini positif sekali.'' Gumam Nia dalam hati.


Tak lama datang pelayan menyajikan makanan, lalu Ibu Ningrum menyodorkan makanan untuk Nia hingga Nia hanya bisa kicep dengan perlakuan wanita di depan nya ini ... bukan 'kah seharusnya setiap Ibu akan memilih menantu yang terbaik untuk anaknya?


Nia memijat keningnya yang tiba-tiba pusing karna rencananya gagal, ''Kenapa di luar Expetasi ku.'' Jerit Nia dalam hati.


β€’

__ADS_1


...πŸ’πŸ’πŸ’...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2