
Di Antara Kita•
...🍒🍒🍒...
“Kak, kita mau kemana?” tanya Ziell saat ia melihat jalan yang bukan ke arah kos-kosan miliknya.
“Ke apartemen ku, lagian kamu basah kuyup terlalu lama di dalam mobil ber-ac nggak baik nanti masuk angin.”
Si polos Ziell hanya ber-oh ria saja, mentang mentang sudah cukup kenal dengan Sultan, dia tidak curiga atau takut sama sekali.
“Kak, aku lapar.”
“Kamu lapar?” Sultan balik bertanya.
“Iyaa, tadi hanya makan somay di pinggir jalan.”
“Kalau kamu lapar, ngapain ngomong sama aku! Beli aja sendiri.” ketusnya.
“Ish, Kakak tuh 'kan kaya ... masa beliin makan aku aja nggak mau.” Ziell cemberut sambil membenarkan kecamata nya yang turun.
“Sudah, jangan cemberut ... ayo turun dan bersihkan tubuh mu.” Ucap Sultan yang sudah berada di parkiran apartemen nya.
Ziell tak banyak perotes, ia keluar dari dalam mobil lalu berjalan beriringan dengan Sultan dan masuk kedalam lift.
Ting!
Lift berhenti bersamaan pintu lift terbuka, Sultan berjalan ke kamar apartemen miliknya dan menyalakan lampu otomatis.
“kak, aku ke kamar mandi langsung deh nggak enak basah.” Ziell berbelok untuk pergi ke kamar, dan membersihkan tubuhnya yang basah.
Sedangkan Sultan langsung pergi ke dapur untuk membuat makanan, ia melihat isi kulkas yang penuh lalu mengambil bahan makanan yang dia butuhkan untuk memasak.
Sultan dengan gesit mencuci beras dan memasukkan nya kedalam ricekuker, memotong ayam dan sayuran untuk membuat sayur sop.
Ia tidak tega juga membiarkan anak orang kelaparan, apa lagi gadis selugu Ziell.
•
•
15mnt berlalu, Ziell keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang bersih dan wangi. Namun Ziell menepuk jidatnya karna dia lupa tidak membawa baju ganti.
Ziell pun berjalan ke arah lemari dan hanya menemukan kemeja dan jas milik Sultan saja, ia berinisiatip untuk memakainya di bandingkan dia hanya memakai handuk saja.
Namun Ziell juga harus meminta izin terlebih dahulu, Ziell pun berjalan ke arah pintu dan membukanya sedikit, “Kakak ...” Teriak Ziell.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Sultan tanpa melihat ke arah Ziell.
“Nggak ada baju cewek yaa? Aku nggak punya ganti.” Teriak Ziell dari balik pintu, membuat Sultan menghentikan kegiatan nya.
“Eh, Rosalinda! Kamu itu merepotkan ku! Pakai aja yang ada ... nanti aku suruh orang belikan, gitu aja repot!” ketus Sultan, namun tak ayal dia mengambil ponsel dan menyuruh bawahan nya untuk membelikan baju untuk seorang wanita.
Ziell yang mendengar Sultan berkata ketus, ia tidak mengambil hati ... toh kata ketus yang di lontarkan Sultan terselip perhatian padanya, dan itu yang membuat Ziell nyaman dan merasa aman dekat dengan Sultan.
Tak berapa lama ... Sultan menata makanan yang sudah dia buat, ia tersenyum lalu duduk menunggu Ziell datang.
“Rosalinda ... ngapain kamu lama-lama di kamar ku! Kamu lagi ngerampok.” Teriak Sultan, yang memegang piring untuk mengambil nasi.
“Iyaaa ... aku datang.” Ziell keluar dan berjalan ke arah Sultan yang sudah menunggunya di meja makan.
“Wah ... Kakak bisa masak?” tanya Ziell mengusap perutnya lalu duduk di depan Sultan.
Sultan yang tidak memperhatikan Ziell hanya mengunyah makanan nya, jujur dia juga lapar sebenarnya karna dia tidak makan siang tadi.
Namun ketika Sultan akan mengambil air, dia tertegun sejenak melihat wanita cantik di depan nya yang tengah mengunyah makanan.
“KAU!” Tunjuk Sultan mengerutkan keningnya dengan bingung.
“Kenapa Kak? Kakak itu hebat masak juga yaaa, sayur sup ayam ini enak.” Puji Ziell mengacungkan kedua jempolnya, dengan senyuman manis di wajahnya.
“Siapa kamu?”
“Rosalinda?” Sultan masih terdiam, lalu dia sadar akan sesuatu ... bibir Sultan menyungging sebelah, seakan dia sudah menemukan sesuatu yang berharga. “Aaahh, di mana kecamata tebal mu?”
Uhuk!
Ziell langsung tersedak makanan nya lalu dengan refleks meraba matanya. “Ups ... aku ketahuan yaa.” Gumam Ziell dalam hati, menggigit bibir bawahnya.
“Hehehe, aku lupa memakainya.”
“Oh, lanjutkan makan mu.” Sultan berkata dingin, membuat Ziell jadi kikuk sendiri. Ziell pun melanjutkan makan nya begitu pun Sultan.
Hening ... tidak ada percakapan dari keduanya, yang ada hanya suara garpu dan sendok yang berdenting kala menyuapkan sesuap nasi kedalam mulut.
Sultan melirik Ziell dan menatapnya, melihat Ziell tanpa kecamata dengan rambut tergerai basah dan memakai kemeja kebesaran, Membuat Ziell terlihat seksi di matanya.
Sultan menyunggingkan bibirnya. “Dasar gadis aneh.” Gumam Sultan dalam hati.
•
•
__ADS_1
•
Di sisi lain, di waktu yang bersamaan•
Guntur baru sampai di kos-kosan merpati miliknya, ia merebahkan tubuhnya di kasur lapuk dan membuka bajunya karna merasa gerah.
Sungguh. Guntur sebenarnya tidak kuat hidup seperti ini ... namun apa lah daya jika dia belum bisa pulang, ia takut si Jafar akan lebih murka dan mengutuknya menjadi lutung kasarung.
Brugh!
"Ahhh ... nasib, nasib! Begini amat yaa hidup miskin nggak punya uang dan tempat nyaman." Lirih Guntur, melihat langit-langit kamarnya.
Guntur menoleh ke sebelah kiri, dilihatnya jam menunjukan pukul 22:30 malam.
Guntur mengambil ponsel di sakunya, dan mengirim pesan pada Ziell untuk meminta maaf karna sudah meninggalkan dirinya tadi siang ... itu pun terpaksa dia lakukan.
Alih alih Ziell yang membalas pesan nya, namun ternyata ada pesan masuk dari Lyvia yang menuliskan kata kata kasar padanya, karna Guntur membiarkan dirinya untuk membayar tagihan restoran tadi siang. Yang mana membuat Guntur langsung terkekeh dan merasa puas karna sudah berhasil mengerjai gebetan nya.
Tak lama berselang ... ada notifikasi pesan dari Ziell yang bertuliskan.
[Nggak apa apa, aku udah di tempat aman kok ... aku tau kamu pergi pasti ada hal penting.]
[Makasih yaa ... udah ngertiin aku, Cantik] balas Guntur dengan emotikon kiss.
Lalu Guntur melihat poto profil Ziell, dimana Ziell sedang berpose dengan kecamata tebalnya. Guntur sejenak memandangi poto Ziell lalu berkata.
“Sebenarnya dia gadis sederhana dan baik, tapi sayang ... cih, penampilan nya hancur.” Ucap Guntur, melempar ponselnya lalu tidur.
•
Sedangkan di Apartemen•
Sultan baru saja selesai merapihkan dapur dan piring kotor, ia berjalan membuka pintu saat ada bawahan nya mengantarkan baju yang dia pesan untuk Ziell.
“Tuan, ini bajunya.”
“Hm.” Sultan mengambil paperbag dan langsung menutup pintu, berjalan ke arah ruang tv dimana Ziell berada.
Namun Sultan menghela nafasnya, melihat Ziell tertidur dengan nyenyak yang membuat Sultan merasa kasihan untuk membangun Ziell.
“Lihatlah kerbau ini, sudah makan terus tidur.” Sultan menggendong Ziell ke kamarnya, merebahkan tubuh Ziell dengan perlahan.
Sultan duduk di pinggir ranjang, membenarkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Ziell. "Rosalinda, kau cantik juga rupanya."
•
__ADS_1
...🍒🍒🍒...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...