Di Antara Kita

Di Antara Kita
Bab 31 : Flashback II


__ADS_3

Di Antara Kitaβ€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Mobil Mercedes-Maybach S560 melaju dengan cepat, ke arah hotel di mana pernikahan sang adik akan di laksanakan dua hari lagi.


Hati Mom Kaleea sangat hancur, ketika dia mendapati kenyataan jika calon adik iparnya sudah mengkhianati sang adik yang dia sayangi.


Mom Kallea tak bisa membayangkan, bagaimana perasaan Sultan jika tau calon istri nya bermain main dengan keponakan yang dia sayangi. Dan itu membuat Mom Kallea merasa bersalah pada Sultan.


''Guntur ... Guntur ... Guntur ... tidak adalah wanita lain selain Melody!'' Teriak Mom Kallea di dalam Mobil sambil memukul stir di depan nya.


Ciittt...


Mobil itu berhenti di depan hotel, lalu Mom Kaleea keluar dari mobil dan berjalan tergesa gesa ke arah Ballaroom yang sudah di dekor begitu indah dan mewah.


''Keluar kalian semua.'' Titah Mom Kaleea pada semua orang yang tengah mendekor dan menata barang untuk persiapan pernikahan.


Semua orang saling pandang, lalu W.o yang bertanggung jawab datang menghampiri Mom Kaleea. ''Nyonya, apa ada yang salah?''


Mom Kaleea menghela nafas, memejamkan kedua matanya dengan berat. ''Tidak ada masalah, keluarlah kalian semua.'' Ucapnya dengan nada dingin.


''Ba-baik Nyonya.''


Semua orang keluar meninggalkan Mom Kallea sendirian, lalu Mom Kallea mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang yang bisa mencari tau seluk beluk hidup Melody selama ini.


Ia tidak mau mengambil resiko jika sang adik hidup dengan wanita macam ular, yang bisa mencekiknya suatu saat nanti. Bagaimana pun caranya ia harus membatalkan pernikahan ini, walau harus menanggung malu.


Mom Kaleea menatap dekorasi Ballaroom dengan sedih, hatinya tersayat sakit dan terpukul begitu keras menghantam di ulu jantung yang terdalam mengingat Melody.


Mom Kaleea mengingat bagaimana pertemuan dirinya dulu dengan sang adik, bayang bayang dulu ketika mereka bermain bersama berputar di ingatan Mom Kaleea seperti film dengan kecepatan tinggi.


"Aarrghh ... sialan!"


Braak!!!


Mom Kaleea mendorong meja di depan nya, mengacak ngacak bunga yang sudah di susun dengan rapih ... merobek kain putih menjulang tinggi hingga tak tersisa sedikit pun.


"Apa kurangnya adikku? Kenapa dia bisa jatuh cinta dengan wanita jalangg tak tau diri seperti si Malehong! Aku tidak sudi jika adik kesayangan ku harus memiliki Istri seperti dia! Akan aku pastikan dia pergi dan membatalkan pernikahan ini dengan kemauan dirinya sendiri."


Ballroom yang Awalnya cantik, kini seperti kapal pecah tak berbentuk lagi ... barang-barang yang terbuat dari kaca sudah pecah berkeping keping, termasuk kursi pelaminan yang sudah menjadi barang loak'kan.


Setelah puas merusak segalanya, Mom Kallea merapihkan penampilan nya yang acak-acak 'kan lalu pergi dengan rasa yang masih dongkol di hatinya.


Tidak lupa, ia juga menyuap W.o dan semua orang yang bertanggung jawab untuk merahasiakan apa yang sudah ia lakukan.


Hingga ke esok'kan paginya, orang yang di suruh untuk menyelidiki Melody datang untuk memberikan informasi yang di dapat. Yang mana sebuah kenyataan jika Melody adalah gadis simpanan Om-Om.

__ADS_1


Tanduk Ali baba muncul semakin menjulang di kepala Mom Kallea saat ia tau kebenaran nya tentang Melody. Mom Kallea pun menyuruh orang untuk menculik Melody dan membawanya jauh dari Indonesia.


Dan saat itu juga, kabar Melody pergi di hari H membuat Sultan terpukul dan berubah sikap menjadi dingin dengan emosi yang selalu meledak ledak tak terkontrol.


Inggaaatt ya Ziyeng, KONTROL YAA KONTROL BUKAN KON ... mama kepeleset tuh lidah.


Dan di situ juga Mom Kallea selalu berbersikap acuh dan menunjuk'kan ke tidak pedulian nya pada Guntur dan selalu memarahinya, walau dalam lubuk hatinya paling dalam bahwa Mom Kallea sangat mencintai anak sulungnya tersebut.


Flashback Offβ€’


β€’


β€’


β€’


β€’


Apartment Sultan.


Sultan sudah bangun pagi dan sudah berpakaian rapih untuk pulang ke Mansion, namun sebelum pergi ke Mansion... ia akan bertemu dengan Ziell terlebih dahulu dan memberikan apa yang ingin ia berikan pada gadis berkecamata bulat, yang selalu datang di ingatan nya akhir akhir ini.


Sultan bergegas pergi keluar dari apartment nya dan menunggu lift sambil memainkan ponsel di tangannnya, hingga tak lama ... lift terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang sangat dia kenal.


''Hai Bro, baru mau berangkat nih?'' tanya Sultan terlebih dahulu, pada seorang pria tampan penghuni apartment di lantai atas.


Sultan masuk dan lift pun bergerak ke bawah, hingga tak lama lift terbuka di loby apartment.


''Bro, gue duluan yaa.''


Sultan mengangguk, lift pun tertutup dan membawanya ke parkiran apartment. ia sudah tidak sabar bertemu dengan Ziell dan ingin sekali melihat reaksinya.


Beberapa menit di perjalanan. Sultan menepikan mobilnya di sebrang kos-kosan tempat tinggal Ziell, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Ziell.


Tut ... Lama tak ada jawaban, akhirnya suara merdu milik Ziell terdengar di indra pendengaran Sultan.


[Hallo ...]


[Kau di mana?] Tanya Sultan.


[Aku sedang kerja Kak, ada apa?]


[Aku berada di depan kos-kosan mu, apa kamu tidak ada di kamar mu? jika kamu tidak ada di tempat, aku akan pulang.]


[Bagaimana kalau nanti malam saja Kak, soalnya aku sibuk kerja. Kakak sudah pulang dari luar Negri?]


[Hem.]

__ADS_1


Hening ... tak ada suara dari kedua nya, hingga Sultan menyuruh Ziell bersiap siap nanti malam dan akan menjemputnya nanti malam jam 8.


Ziell pun menyutujuinya dan berjanji akan bersiap siap, membuat Sultan menyunggingkan sudut bibirnya, hingga kedua insan itu mengobrol banyak hal lalu memutuskan panggilan telponya.


''Kamu telponan sama siapa?'' Tanya Guntur dari arah belakang, membuat Ziell langsung menoleh.


Guntur tadinya akan mengambil air minum di kulkas dapur, namun netra mataya merasa curiga dengan Ziell yang tengah menerima telpon sambil tersenyum.


''Dari temen, sekaligus seorang Kakak.'' Jawab Ziell tersenyum.


Guntur mencibikan bibirnya, "Ck, Kakak ketemu gede rupanya.'' Guntur berjalan mendekat, membuat Ziell cikep sambil mundur selangkah kebelakang.


''Evan.''


Ziell terus mundur hingga punggung nya mentok ke dinding, ia takut dengan tatapan yang di berikan oleh Guntur padanya.


Guntur melangkah lalu mengurung Ziell dan memajukan wajahnya, hingga kedua mata mereka sailing pandang satu sama lain.


Lagi dan lagi Guntur merasakan rasa yang akrab dengan mata Ziell, hingga jantung nya pun ikut berdetak ketika mata bemereka saling tatap.


''Apa dia tampan?'' Tanya Guntur keceplosan, lalu Guntur merutuki perkataan nya.


''Hah?''


''Ah, tidak! maksudku ... emm apa yaaa ... sejak kapan kalian kenal? ah iyaaa itu maksud ku.'' Guntur yang gugup langsung merelat perkataan nya.


''Ouhhh.. udah lama kok, kenapa?''


''Ti ... dak. Cepat kerja lagi, nanti gaji mu aku potong.''


Ziell tersenyum, membenarkan kecamata nya. ''Kamu cemburu yaa?'' tanya Ziell dengan hati yang senang.


''Dih ... ngekunjak! Mana ada aku cemburu. Sudah sana pergi.'' Guntur salah tingkah, ia tidak mungkin cemburu bukan? karna dia tidak akan pernah mencintai gadis bermata empat yang paling dia benci. Itu yang ada di dalam pikiran nya.


''Iyaa iyaaa ... nggak usah dorong juga kali.'' Ziell cemberut, lalu pergi.


''Ziell, bukan gitu maksudku.'' Ucap Guntur, merasakan tidak tega melihat raut muka Ziell yang sedih, ''Aahh ada apa sih sama gue.'' Guntur merutuki tingkahnya yang aneh akhir-akhir ini.


Guntur merasakan ada keanehan semenjak Ziell mengurusnya waktu sakit, terlebih keanehan itu muncul saat ia sering menatap bola mata Ziell yang sangat indah.


''Kaya nya gue harus konsultasi ke dokter deh, kok gue ngerasa akhir akhir ini ... diri gue aneh.'' gumam Guntur mengacak rambutnya prustasi, lalu pergi kembali bekerja.


Guntur belum peka terhadap perasaan nya yang mulai menyukai Ziell, karna Guntur selalu menampik dan membuang jauh-jauh rasa jika dia menyukai Ziell.


β€’


...πŸ’πŸ’πŸ’...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2