
#Candu_Asmara
Part 3 : Tidak bisa di analogikan
***************
Aku memandang hampa di dirimu Bang. seperti kata maaf itu tidak pantas lagi kau dapatkan, jujur hatiku meronta mengingingkanmu. Tapi, dilain sisi hatiku menangung rasa kecewa yang teramat dalam. batin Elisa meronta.
Tiba -tiba terdengar suara Ali yang membangungkan lamunan Elisa
" Elisa maafkan aku " suara yang terdengar mulai serak.
" Ali, Aku selesaikan pekerjaan dulu! " Elisa yang coba menghindari obrolan dengan Ali.
" Sebentar lagiii, ku mohon,"Gumam Ali memohon .
" Aku masih banyak pekerjaan tolong, mengertilah, " Wajah yang berharap pengertian.
" Iyaaa, baiklah Elisa jaga kesehatan " Ali menjawab dengan rasa kecewa
Selesai Elisa mengobrol dengan Ali, Akupun memberitahu Elisa untuk melihat Group. Dan tiba -tiba Elisa terlihat senang, sambil mengerjakan pekerjaan sekolah dengan semangat dan memikirkan pakaian yang kami kenakan besok.
" Elisaa si rambut keriting hehehehe, " Mencobah memecah keheningan dengan adiku yang super duper nyebelin
" Apaaa, keriting nggak salaaahhhh!," lisa yang bermuka bingung.
" hmmmm nggakk " lenaa yang Sambil Geleng Kepala dan merasa perkataanya benar ,sambil tersenyum dengan bibir tipisnya.
" Rambut K lena, bagaikan Mak lampir " tertawa sekencang -kencangnya
" Cieee yang masih ingat nenek nya hahaha "
Kami berdua sifatnya banyak tertawa untuk mengobati sedikit beban dunia.
Kamipun sejenak menikmati waktu dengan berbagai candaan yang kami buat.tampa terasa waktu berlalu dengan cepat dan tubuh kami pun memberontak kecapeaan dan tertidur.
Ditemani suara kodok yang bergemurung itu lah yang menemani lelap kami, kondisi disini memang agak sedikit lembap dengan pepohonan pisang dan daerahnya cukup luas.
__ADS_1
Tapi lelapku di ganggu oleh mata yang tiba -tiba terbelalak . Pas sekitar jam 1 biasa ku terbangun cuma sesaat
Spontan ku melihat wajah Elisa berubah menyeramkan ada bekas luka diwajahnya dan mengeluarkan banyak darah, benar -benar mirip setan. tapi aku sadar itu elisa adiku
Tapi ku tahan karena dia sudah terlelap dan ku berfikir rasanya aku sudah terbiasa dengan hal yang beginian, Aku diam dan ku rangkul tanganya, akhirnya ia berbalik badan lagi wajahnya sudah normal kembali.
Akhirnya Aku menutup mataku mencoba lelapkan badangku setelah kejadian itu hampir membuatku shock.
Jam tiga biasa aku terbangun sudah terbiasa dengan bermunajat kepada cinta sejatiku yaitu Allah. Selesai dengan itu aku terlelap dan di bangungkan oleh adzan subuh.
******************
Adzan subuh berkumandang, Segera kami bersiap -siap untuk sholat dan menyetrika pakaian. Dan Elisa pun menanyakan pendapatku tentang Pakaian yang dia kenakan.
" kk dimana dengan pakaian Ku!, " Elisa menanyakan tentang pakaian biru yang sangat serasi dengan kulit putihnya.
" Bagus lisaaa, perfeckkk "
"Mata kk keeenya Bagus Semua!," Wajah yang kelihatan Kesal
" Bukan Pakaian saja semuanya " Sambil senyum meledek
" Nyebelinn yaaaa " menggelitik Aisyah layaknya anak kecil yang bermain dengan teman kesayanganya, tiba -tiba aisya bertutur
" Nanti terlambat kita kk!" kami terdiam dan saling melemparkan senyum tawa, sambil memikirkan bu hani yang kerjaanya ngomel terus, kalau kami terlambat tentunya.
Akhirnya kami selesai dengan dandanan kami dan saling memuji diri kaya bidadari syurga. Kamipun memasuki jalan yang hanya muat satu orang itu, jalanan itupun sempit yang pasnya buat ukuran badan kami yang kurus wkwkw.
Kamipun saling kejar -kejaran di temani saling ngeledek. Pakai bahasa sendiri.
Beberapa waktu telah berlalu akhirnya kami sampai dan mendekati rombongan guru -guru yang sudah pada cantik, dan dihias dengan garis hitam di bawah mata alias mata Pandaa saking sibuknya kita.
guru - guru rupanya sudah menunggu kami disekolah, belum sampai di pintu pagar datang seseorang yang sedikit gendut dan berkata, dengan suara lantang
" Telat lagi!, nggak sekolah, nggak nyantai selalu telat mulu keenya!, " kami hanya bisa menunduk.
kalau dilawan makin menjadi -jadi hufffffffffff
__ADS_1
Ternyata bu hani sudah siap dengan segudang omelanya dan langkah kamipun terhenti, Menarik nafas yang masih terengah.
" Telat lagi, telat lagi, kapan bisa cepat "bu hani dengan suara garangnya.
Tiba -tiba umi datang dari belakang kami
" anak orang hani, kasian "
" kebiasaan ne, kapan mereka bisa sadar
Umipun melepaskan kami dengan nada Bicarany yang lembut.
Selesai dengan bu hani yang super duper nyeremi.
Kamipun menunggu Grab datang sebelum kami berjalan ke arah stasiun.
Kamipum menaiki kereta agar perjalanan kami dari Bekasi ke Bogor cepat sampai.
Sesampainya Kami ke Bogor kami menaiki Grab dan nginap Di hotel Marina, Kami Berada di Tingkat ke 27. Pertama kali tapi cukup berkesan . Kamipun diajak sama anak -anak kecil, Pemilik Yayasan untuk makan di hotel tersebut .
" K Elena coba lihat Disana "
" Apaaaaaa?? " Elisa pun menggeser kepalaku, Masya Alllah Tampanya "
" Iya K memang Tampan aku saja terpesonaaa hehehe "
" Jinah mata kita Elisaaa " akhirnya kami saling tertawa, hari ini kita dapat makanan buat Mata secara gratis ,bagaimana bisa menolak.
Kami pun sedikit menegok ke arah pemuda bernama faujan nasrul itu ,senyuman yang begitu manis membuat dia terlihat menawan
Kami hanya bisa menatap ia sesekali, karena takut di bilang kampungan, aku tahula sifatnya elisa selalu menjaga imez dengan siapa saja jadi tidak kaget dengan batasan dia.
Tapi orang itu tengah sibuk akhirnya ia bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar kafe
Selesai kami menikmati makanan kafe itu dengan gratis, kami pun menelusuri tempat itu dan kami melihat laki -laki itu sedang melakukan pemotretan tapi kami bersama anak -anak acuh tak acuh saja .
****************
__ADS_1