Di Ujung Penantian

Di Ujung Penantian
nDiujung Penantian


__ADS_3

#Diujung_Penantian@


Part 7


Elisa masuk kedalam kamar dengan pesan yang disampaikan ilham kepada kami berdua.


" Lisa kamu baik -baik saja " lena bertanya dengan pertanyaan khawatir.


" Iya kk Aku baik, Lisa menjawab datar " kk kita di panggil ilham !"


Lenaa berfikir sejenak, dengan hal apa yang di ingingkan ilham sekarang.


" Baiklah dek " dengan keraguan


Lisa dan lenapun keluar menghampiri ilham dan duduk.


Dan tiba-tiba ilham memberikan secarik kertas berisi angka


" Ayoo coba hitung dalam waktu 5 menit !"


" Baiklah " dengan polosnya lenaa mengambil tulisan tersebut dan menghitungnya sebelum waktu 5 menit.


1 + 3 \= 4


2 + 2 \= 4


3 + 4.\= 7


15 + 5\= 20


15 +17\=32

__ADS_1


" sudah lenaa, " Sudah Ilham


" Mana yang lebih besar dari angka tersebut


" 32, " lenaa menjawab


"Kaka lenaa tahu nggak makna dari angka tersebut?" .


Lenaa hanya bisa terdiam dengan apa yang dimaksudkan ilham


" Maksudnya! " Lena menjawab


" kk menghitung angka yang kecil adalah seluruh kebaikan orang lain kepada kk lenaa.


" Terus angka yang besar? " Lena bertanya


" Angka yang besar adalah keburukan.dan banyak yang dilihat oleh kita yang besar ini. Sehingga melupakan seluruh kebaikan orang lain yang kecil


Lena mengangguk dengan Serius.


" iya tu kk lenaa terlalu serius " lisa bicara


"ya sudah masuk semuanya tidur, " Ilham menyuruh kami masuk ke kamar.


Kamipun masuk dan tidur.


*************


Kamipun menikmati malam dengan sangat lelap dan adzan berkumandangpun tiba


Dan saatnya kami bersiap -siap kesekolah,

__ADS_1


Kamipun melangkah menuju sekolah dengan melewati lorong yang hanya seukuran badan orang kurus,seperti badangku dan badan elisa, bangga ceritanya wkwkwk.


Setelah melewati jalan yang cukup jauh akhirnya kami sampai di sekolah.dan melewati kegiatan mengajar yang dilakukan guru pada umumnya.


Tiba - Tiba bu hani masuk dalam ruanganku dan menanyakan tentang ilham.


Bu hani yang berjalan mendekap ku


" Lenaaa, katanya ada seorang laki-laki di kontrakanmu kan? "


" Maksud bu hani " dengan muke bingung


" Gue udah tahu semuanya lenaa, Ilham ada di kontrakan lu kan "


Aku terdiam tampa bisa berucap, karena memang tak bisa memberikan jawaban. Dan bagaimana bu hani bisa tahu.


" kok diam lu len, Benarkan apa yang gue bilang? "


Tiba - tiba bu hany melanjutkan pembicaraanya lagi.


" lu tahu sendirikan lenaa, tidak boleh laki -laki dan perempuan berada dalam satu ruangan yang sama. itu bisa menimbulkan zinah, okelah lisa sama ilham sepupu tapi lu siapa? "


Lena hanya bisa terbungkam dengan semua pertanyaan yang di ajukan bu hanI dan bu hani melanjutkan lagi perkataanya.


" Pokonya masalah ini selesai ya lena, pokonya harus dan gue nggak ma tahu dan tadi juga gue udah tanya ke lisa " bu hani yang meninggalkan ruangan dengan muka sadisnya.


Akupun terdiam di dalam kelas hanya bisa hidup dalam lamunangku yang belum usai. Dan tiba -tiba Air mataku menetes, mengingat 2 bulan sebelum kami ke bekasi, aku ingat Ketika aku menantang abangku hanya Demi menemani sahabatku lisa merantau, Sekejap lamunan itu buyar setelah lisa membangungkanku.


" kk lenaa, tadi bu hani masuk kelas kk ya "


" lisa ni ngaggetin ah" dengan muka yang sedikit Kesal

__ADS_1


" sengaja! "lisa menjawab dengan senyuman yang menunjukan rasa tidak bersalah


Pikiran lenaa bercampur kekesalan ada perasaan sedih yang menyeruak


__ADS_2