
#Diujung_Penantian@
Part 5 : tinggal bersama
Butiran -Butiran luka
Setelah rasa kesal ku hilang, aku tak mau bicara dengan Ali dan lebih memilih menghubungi Ilham memang lebih mengerti perasaan ku.
Walau ia tidak pernah tahu aku di tinggal nikah dan masih berhubungan denga Ali karena sifat psikhopatnya.
Entah apa yang terjadi nanti kalau ilham mengetahui. Jujur aku takut ia sangat kecewa dengan diriku karena tak pernah jujur.
ilham adalah sosok yang pandai bercandaa. Ditambah dia yang super tampan ilham juga sosok yang lembut , jadi tidak heran kalau ilham jadi perbincangan ketika kami bersama guru -guru di sekolah tempat aku ngajar.
Eh sampai lupa dengan ilham
" Asalamualaikum ilham "
" Walaikumsalam, Sibuk ya dari tadi Lisa. maaf ya menggangu "
" Di hapeku hampir sepuluh kali calon suamiku ini miskol, ada yang penting!, " dengan nada lembut .
" Nggak ada apa - apa kok lisa " coba mengelak nafas huffffffff
" udah jujur sudah, aku tahu ada masalah sama kamu ilham "
" ahhh, maluu!, " setelah hampir satu jam ilham memberanikan diri berbicara.
" Ngomomog saja lah, insya Allah aku tak akan menolak, aku usahakan sebisah yang aku mampu.
__ADS_1
" Baiklah lisa, gini lisa, sekarang aku belum punya apa-apa di daerah rantauan,tunggu sampai lulus baru kampus itu akan menanggung segala kebutuhan. Kalau minta sama orang tua aku pantang untuk meminta karena aku sudah memilih tujuan hidupku sendiri.
" Berarti Ali mau nginap untuk sementara waktu "
belum beberapa detik ali mengiyakan apa yang dimaksud Elisa
Tapi kalau harus ada dikontrakan kami apa nggak salah pikiranku melayang.tapi ilham juga tak memiliki keluarga disini di hanya seorang mahasiswa
Tiba - tiba ada suara yang memanggil " Elisaa! , ngak apa -apa kalau tidak bisah " suara ali yang tiba - tiba tertahan
" Ali kalau aku tak apa -apa nanti coba aku tanyakan kk lena dulu? "lisapun coba menyelesaikan ngobrol dengan Ali dan menghampiri ku dengan wajah yang sedikit takut.
" kaka lenaa boleh ngomong " dengan wajah agak canggung
" Apa, penting or not " sambil tersenyum manis depan adiku.
" Penting lahhh " dengan emosi bercanda
" gimana ya, baiklah maunya serius berapa persen 10 persen, 20 persen 30,persen "
Tiba elena menghentikan tanganku yang sambil bergerak
" masa serius ada hitunganya juga " elisa yang dengan Muka masam.
" Baiklah serius 100 persen ! "
" Janji, jangan bercanda ya kk "
" Ali, Ali, Ali, mau numpang kesini kk bolehka "
__ADS_1
" What " Elena menjawab
Aku terdiam dengan tatapan kosong ke elisa, bagaimana bisa kita membawa seorang laki - laki ada dalam rumah kita.
"kk lenaa, kk lenaa " aku terbangun dari lamunanku karena mendengar suaraElisa
" Maaf dek aku sedikit bingung "
" kk gimana??," Elisa bertanya lagi
" nggak tahulah dek,terserah kamu "
" kk bagaimanapun Ali yang membawa kita kesini dan mencarikan pekerjaan buat kita"
Di tambah lagi kalian adalh 2 orang yang teramat ku sayang, seru Elena di dalam hati
" Baiklah Dek " Dengan suara yang agak tertahan, hanya Allah yang tahu apa yang akan terjadi ke depan tapi aku takut sesuatu yang aku mimpikan terjadi.
Tiba -tiba dadaku sedikit sesak dengan keadan yang menguji iman dan rasa itu seperti sembilu yang siap menancap hati ku yang tergores akan permainan dunia. tapi rasa sayangku pada kalian berdua jauh lebih besar dibanding rasa takutku.
Andai kau tahu dek apa yang kulihat, aku melihat dirimu, seperti orang yang sangat sakit dengan seseorang tapi tak jelas orang itu siapa . kau melampiaskan dengan ilham perbuatan yang mengarah ke jinah dan mimpi itu ada dalam pikiranku. Yang aku pikirkan itu ada kemungkinan terjadi.
***********
Selang 2 hari ilham pun datang
Hanya rasakan keluh dalam lisanku, berat rasanya menerima keadaan ini, robby jagalah kami dan jagalah ilham.
" Aku sadar fitnah terbesar laki -laki adalah wanita "
__ADS_1
Balas budiku tak bisa kunafikan, rasanya ini adalah penjara pertama dalam hidupku. Kalau aku boleh memilih aku lebih memilih tubuhku di cambuk Robby.