
Nadira sedang memilah-milih pakaian yang akan ia gunakan untuk menghadir makan malam di rumah calon mertuannya, sekaligus memperkenalkan diri secara resmi kepada keluarga inti dari Liam. Nadira terus mencari pakaian yang tidak terlalu sesak, karena berat badannya yang semakin bertambah.
Tak terasa hari sudah mulai sore, hanya tinggal beberapa menit lagi Liam akan pulang dari kantornya, sehingga Nadira harus selesai bersiap untuk menyambut calon suaminya pulang.
"Kamu sudah siap sayang?" Ucap Liam begitu Nadira membukakan pintu dan melihat calon istrinya sudah tampil sangat cantik dengan balutan dress yang semakin memperlihatkan perut besarnya.
Nadira tersenyum manis mengiyakan pertanyaan dari Liam, Liam kemudian duduk berlutut menghadap perut besra Nasdira.
Seperti biasa Liam selalu mencium perut Nadira saat berangkat ataupun sepulang bekerja.
"Anak cantik papa sudah siap bertemu oma dan opa? Tanya Liam dengan suara yang di buat sangat menggemaskan. Tak berapa lama Liam merasakan pergerakan yang cukup keras dari dalam perut Nadira, seolah mengerti dengan semua yang Liam ucapkan.
"Baiklah, tunggu sebentar, papa mandi dan bersiap dulu." Lanjutnya yang kemudian kembali berdiri, tak lupa mencium kening Nadira sebelum beranjak menuju kamar untuk bersiap-siap.
Liam yang tak ingin membuat Nadira menunggu, dengan cepat menyelsaikan mandi dan berpakainnya, kemudian segera menemui Nadira yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Ayo kita berangkat." Ajak Nadira ketika melihat Liam keluar dari dalam kamar.
Namun tiba-tiba Liam memanggil dan meminta Nadira duduk kembali. Ada satu hal yang membuatnya terganggu seharian ini. Ia harus menanyakannya kepada Nadira, itu semua prihal Sandy, omnya yang juga mantan suami dari sang istri, Ia ingin Nadira nyaman saat nanti bertemu orangtuanya, karena sudah pasti makan malam nanti dihadiri oleh sandy juga keluarganya.
__ADS_1
"Apakah tidak masalah untuk bertemu kembali dengan om Sandy?" Tanya Liam dengan hati-hati. Ia tidak ingin pertanyaannya diartikan Lain oleh Nadira. karena maksudnya adalah demi kenyamanan Nadira bukan karena cemburu ataupun tak mempercayai Nadira.
Dengan senyumnya, Nadira mengatakan bahwa ia tak mempermasalahkan hal itu, sebab ia sudah berdamai dengan masalalunya, hingga tak tersisa sedikitpun perasaan, baik itu rasa benci, cinta dan lainnya kepada Sandy.
Setelah mendengar jawaban dari nadira, barulah Liam merasa lega dan kemudian berangkat menuju rumah orang tuanya.
***************************
Sementara Sandra yang akan kedatangan tamu pentingnya, sejak pagi sudah repot mempersiapkan semuanya, terutama hidangan yang cocok untuk dimakan nadira yang sedang mengandung, Hidangan yang harus sehat dan bergizi, bahkan ia sendiri yang memasak untuk calon menantunya itu.
"Kak sebenarnya siapa tamu kakak itu?" Tanya sandy yang sejak tadi melihat kakaknya yang sangat sibuk mempersiapkan segala hal.
"Kamu tunggu saja, sebentar lagi mereka pasti datang." jawab Sandra yang membuat sandy semakin penasaran.
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya, dan akhirnya tamu yang di tunggu sampai juga.
"Itu pasti mereka." Ucapnya segera menuju depan untuk membukakan pintu menyambut kedatangan anak dan calon menantunya.
Tingkah Sandra sangat membuat Sandy semakin tak sabar siapa dan seperti apa tamu kakaknya, sampai membuat sang kakak sangat bahagia seperti itu.
__ADS_1
Begitu terkejutnya Sandy saat kakaknya datang dengan menggandeng seorang wanita yang dengan jelas ia kenal, bahkan wajahnya tak pernah ia lupa. Sandy kemudian melihat kondisi sang wanita yang tengah memegangi perut besarnya tersenyum kearah semua orang yang sudah berada di meja makan.
Banyak pertanyyan di benak Sandy, mengeni kedatangan mantan istrinya bersama keponakannya sendiri, namun dari semua pertannyaannya ia sudah memilki jawaban yang sangat ingin ia sangkal.
"Semuanya, Liam dan nadira akan segera menikah setelah Nadira melahirkan." Ucap Sandra memberi pengumuman unuk semua yang hadir di makan malam keluarganya.
Tak ada yang berani menyanggah, atau menolak penguman yang baru sja Sandra ucapkan, termasuk Sandy, meski dalam hatinya meneriaki penolakan dari ucapan kakaknya.
"Papa sangat mendukung keputusan kalian." Ucap sang papa memberi restu dan suportnya.
"Selamat, akhirnya kalian akan menikah." Lanjut kini giliran Reni yang memberi selamat sambil sesekali melirik kearah suaminya untuk melihat reaksi apa yang di tunjukan sang suami melihat pertunjukan yang sangat mengejutkan.
Setelah makan malam selesai, Sandy segera menarik sang kakak untuk menjauh, dan mempertanyakan semuanya.
"Kak, mengapa kakak merestui hubungan mereka, harusnya kakak adalah orang pertama yang menolak ide gila ini, kakak tahu Nadira itu mantan istriku?"Sandy benar-benar sangat marah
"Lantas mengapa?,kalian bahkan sudah lama berpisah, lagi pula mereka sama-sama sendiri. Jadi tidak ada alasan kakak tidak merestui."
"Atau ini semua karena Liam yang membuat Nadira hamil sampai Bagas menceraikan Nadira." Hanya itu kesimpulan yang Sandy ambil dari pertemuan tadi. Dia tahu Bagas amat mencintai Nadira sangat tidak mungkin Bagas mau melepaskan nadira jika bukan karena Nadira kembali berselingkuh.
__ADS_1
Mendengar anaknya disudutkan, Sandra terpancing emosi, dia tidak mengerti jalan pikiran adiknya, adiknya memang tidak pernah dewasa.
"Jaga ucapan kamu, Liam tidak sama seperti kamu. Mereka masih saling mencintai. baik dulu maupun sekarang, kakak tidak ingin membuat kesalahan yang sama, sampai membuat Liam kembali pergi. dan seharusnya kakak lakukan ini dahulu." Sandra segera pergi meninggalkan sang adik untuk meredakan amarahnya, yang mungkin saja bisa membuatnya kembali drop lagi. Di momen bahagai seperti ini seharusnya ia tak boleh terpancing emosi seperti tadi.