Di Ujung Penantian

Di Ujung Penantian
Diujung Penantian


__ADS_3

#Diujung_Penantian@


Part 6 : berujung kehancuran


Keesokan harinya pun ilham datang dengan pakaian ala kadarnya. Kami menempatkan ilham di kamar bagian depan, dari keempat ruangan tersebut.


Untuk beberapa hari ini kami sering bercanda, terkadang menyuruh ilham memakai kerudung dan masya Allah dia benar -benar kelihatan kaya perempuan, Cantikkkkkkk


Kami saling tertawa sesekali membayangkan Jika wajah ilham di poles dengan make up tebal. Ilham pun memperagakan cara jalan seorang perempuan.


Walaupun pikiran ku berkata lain dan


Aku paham betul laki -laki tidak boleh menyerupai perempuan dan perempuan tidak boleh menyerupai laki -laki.


Tapi rasa penasaran ku jauh lebih luar biasa tentang wajahnya yang persis seperti ibunya.


7 hari sudah telah berlalu ilham tinggal di kontrakan kami. Alhamdulillah dia dapat menjaga adab nya dengan baik.


Dan selama 7 hari itu juga Ali menelepon tapi Elisa tidak pernah mengangkat telpon tersebut.


Alipun mengelabui elisa dengan sebuah pesan whats up. bahwa ia telah tidur dengan perempuan yang bernama Mia. Lisa pun menelpon Ali dengan segera.


" hebaaat sekali abang , sangat hebat, dimana rasanya dengan perempuan itu bang?? "Air mata itu merambat di kulit putih Elisa.


"Bukankah kau sudah dijodohkan Elisa, Aku sudah tahu semuanya tentang mu, bahkan laki


-laki itu yang membawamu ke jakarta, aku tahu semuanya itu dari temanku" dengan nada marah.


" Tahu kamu seperti ini kenapa kau mengubungiku, apakah kau mau membunuhku sekarang bang "


" iya karena kau juga telah membunuhku, lisa apakah aku tidak berharga dimatamu sekarang?? " Air mata ali yang terus menetes meninggalkan banyak luka yang teramat nyata.


lisa hanya bisa menangis dengan deraian air. Sambil tertegun melamun


Hufffff hancur hatiku saat itu perempuan yang bernama Mia yang sangat mengidamkan bang Ali. akhirnya keinginanya terpenuhi .

__ADS_1


" kau tahu lisa?? Mia berjanji, ia siap cerai dari suaminya hanya untuku lisa. Janda satu orang anak tapi bergelimang harta, dia ingin seperti seperti Ali ini yang menjadi Pendampingnya.


" Benar -Benar kau mau membunuhku bang "


" lisaaa maafkan aku !, "dengan suara lirih Ali menjawab


lisa yg masih terdiam dengan rasa Kagetnya


Mencoba, menahan tangisnya dan segera memberikan hape kepadaku.


" Ada apa si ali!, " dengan emosi


" Kk aku telah meniduri perempuan yang bernama Mia "


" Kamu gilaa Ali, Tolong jangan bercanda "


" Benar kk Aku berani sumpah untuk ini "


Akupun terdiam dan mungkin ia benar karena baru kali ini ali mau bersumpah.


Aku tertegun dengan menjawab " Iya "


Lisapun memegang tanganku dan menyuruhku agar tidak keluar


Lisa mendekap ke Ali berharap dia mengerti perasaan sekarang, memegang tangannya perlahan menaikan bibir munyilnya ke mulut Ali, tapi sontak Ali menolak kemauanya


" Stop lisa kamu!, " dengan sedikit emosi


" Kenapa kau menolaku Ali, apakah Aku hina dimatamu? " Elisa dengan emosi kecewa


" Apakah kau menyembunyikan sesuatu lisaa " dengan tatapan seribu pertanyaan. Ada apa dengan lisa. Nggak biasa2 nya dia seperti ini.


Elisa mendekap ke Ali berharap laki -laki itu mengerti perasaanya sekarang. Menarik tanganya sebisa mungkin.


"lepas lisaa, Aku tak suka kau seperti ini, apa ada yang salah. Ali dengan segudang tanda tanyaa.

__ADS_1


" Kenapa kau menolaku "


" Aku tahu kamu bukan orang bodoh lisa apakah ada yang kau sembunyikan?? Jujur lisaa "dengan emosi


" Ilham, kau tahu aku tak mau kehilanganmu " Sambil memegang pipi ilham.


"apakah salah aku mengingingkanmu sekarang"


" gila masuk sekarang atau nggak kamu kehilangan kepercayaanku sekarang " belum sempat lisa masuk ali menarik tangan lisa


Alipun menarik tangan lisa dan merangkul tangan orang yang dicintainya itu sambil mengelus kepalanya.


Lisa menangis di atas pahanya Ali


" Apa kau memiliki masalah bidadariku?, " Sambil melirik ke arah Elisa.


" Aku lagi memikirkan orang tuaku dan cuma takut kehilanganmu ilham " Air mata Elisa yang terjatuh "


" Iya kah " memandang hampa ke Elisa


Kau ingin tahu kisahku say?


" Apa? , jangan bilang perempuan lagi, hampir benar?? "


" bosaan, "


" Tapi semua perempuan itu sudah aku lupakan dan putuskan, karena kelembutan mu itu buat aku jatuh dalam cinta "


" Gomballll" lisa yang tersenyum


" Jujur " ilham yang tersenyum dengan manis


mereka pun bercanda untuk beberapa menit dan lisa pun masuk kembali kedalam kamar takut lena berfikir macam-macam


Tapi lenaa mulai berfikiran burukkk Dan mengisyaratkan persahabatan yang mulai goyah.

__ADS_1


__ADS_2