Di Ujung Penantian

Di Ujung Penantian
Trauma


__ADS_3

Bagas tidak percaya memori masa kecilnya membuat dirinya trauma, ia pikir dirinya baik-baik saja dan sudah menerima masa lalunya, Namun ternyata selama ini ia salah ia terlalu menyepelekan dan akhirnya berdampak ke pernikahannya. Disaat ia ingin menikmati momen kebahagiaannya bersma istri dan calon anaknya, justru trauma masa lalunya datang menghalangi, membuatnya terpaksa harus mencari pertolongan kepada ahlinya. Sebelum itu ia mencoba meminta saran dari shabatnya, dan dr Diaz menyarankan untuk segera berkonsultasi ke kelnik psikolog yang dikenalnya, Diaz menduga bahwa kondisi Bagas mungkin saja parah, dan meminta untuk segera mengobatinya.


Dengan bermodalkan alamat dari sahabatnya, bagas menemui seorang psikolog, dan mulai menceritakan bagiaman kehidupannya dulu. Sampai pada kisah yang di yakini sumber dari traumanya. Perkatan dari sang ayah yang selalu berputar di kepalanya saat mendengar nadira bercerita tentang kehamilannya, sampai ia harus mengalihkan topik pembicaraannya.


Cerita bermulai dari Bagas kecil yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan, namun pada suatu hari tiba-tiba datang beberapa orang yang menyita rumahnya, seketika kehidupan Bagas kecil berubah. Keluarganya jatuh misikin di tambah ayahnya yang mulai mabuk-mabukan, dan tak lagi memperdulikan anak dan istrinya, bahkan ibunya yang tengah mengandung harus meraskan kekerasan fisik dari sang ayah, yang di lakukaan berulang kali setiap harinya di hadapan Bagas. Bagas kecil pun melewati hari-harinya mendengar ucapan sumpah serapah dari sang ayah, yang mengatakan bahwa kelak Bagas pasti akan seperti dirinya, dan menyarankan untuk Bagas tidak menikah dan memilki anak karena itu hanya akan mengantarkannya ke gerbang kehancuran sama seperti yang sedang ayahnya rsakan. Ayahnya selalu beranggapan bahwa usahanya hancur karena istri dan anaknya. dan mengaggap kehamilan ibunya adalah kesialan.


Bagas kecil  lelah di perlakukan seperti sampah, namun ia tidak bisa berbuat apapun, selain berharap ibunya bisa membawanya pergi dari rumah yang seperti neraka ini, namun  sang ibu juga bingung karena mereka tidak punya tujuan, yang mereka lakukan hanya saling menguatkan, Namun suatu hari tiba-tiba Bagas di bangunkan oleh ibunya di tengah malam yang dingin, dengan mengendap-endap, mereaka berhasil prgi dari rumah itu, ternyata ibunya meminta pertolongan seorang teman. yang sudah menunggu kedatangan mereka tak jauh dari rumahnya.


Bagas kecil merasa bersyukur karena ibunya akhirnya bisa pergi dri sisi ayahnya, dan menemukan jalan keluar bagi mereka, Namun tak sampai disitu, ujian Bagas belum juga berakhir, karena tak lama dari pelariannya, ibunya harus masuk rumah sakit dan mengalami persalinan yang sulit yang membuatnya kehilangan nyawanya juga anak dalam kandungannya. Itu pukulan terberat Bagi bagas, karena yang ia pikirkan ia pasti akan kembali kepada ayahnya lagi. karena ia sudah tidak memilki siapapun selain ayahnya sendiri.


Namun rupanya Tuhan sangat baik kepadanya, Ternyata ia diangat anak oleh teman ibunya, yang kebetulan sudah belasan tahun menikah tak juga di karuniai seorang anak. Akhirnya Bagas tumbuh dan besar dalam asuhan keluarga besar Padma yang begitu baik.

__ADS_1


                                                                **********************


Pekerjaan Nadira telah selesai, ia akhirnya bisa segera bertemu dengan suaminya, namun sebelum itu ia harus menemui dokter untuk melihat kondisinya apa di perbolehkan untuk terbang jarak jauh atau ia harus menunda sampai kehamilannya kuat, dan semua itu adalah saran dari Liam, karena awalnya nadira akan pulang sendir tanpa memberi tahu dokternya.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Liam yang sudah datang


"Sudah dong." Balas Nadira yang sedari tadi sudah siap dan menunggu Liam.


Ini kali pertama mereka akan melihat perkembangan janin di dalam perut Nadira,Melihatnya secara langsung, ytak hanya Nadira yang sangat antusis, liampun sudah tak sabar ia ingin segera sampai, namun ia harus tetap hati-hati membawa mobilnya.


Cukup lama mereka menunggu giliran masuk kedalam ruangan dokter, sampai nama nadira di panggil, nadira kemudian berdiri, dan menoleh kearah Liam yang hanya duduk saja,

__ADS_1


"Ayo, kamu tidak akan ikut masuk?" Tanya Nadira.


Liam tersenyum, mana mungkin ia tak ingin masuk, ia hanya menunggu nadira yang memintanya, karena ia sadar akan posisinya. ia tidak ingin melangkahi.


Liam kemduian ikut berdiri, dan tiba-tiba saja nadira membelitkan tangannya di lengan Liam dan menarik liam untuk masuk bersama, "kamu juga harus melihat bayi ini.' lanjutnya.


Di dalam ruang dokter Nadira berbaring, dokter pun mulai meletakan alat USG di perutnya, dan monitor mulai menujukan gambar seorang manusia kcil yang mulai terbentuk, juga detak jantung keras yang memenuhi ruangan itu, membuat Nadira terharu dan menggenggam erat tangan Liam.


Liam hampir meneteskan air mata mendengarnya, ia sangat takjub melihat mahluk kecil yang hidup di perut Nadira, bagaimana ia telah membersamai mereka beberapa bulan ini. Ia tak bisa mengungkapkan betapa bahagia dirinya, Meski bukan ia ayah dari janin itu, tapi ia merasa ada getaran di dalam hatinya.


Pemeriksaan pun selesai, dokter mengatakn semua perkembangannya sangat baik, namun mengenai rencana kepulangan Nadira, dokter jelas menolaknya, kehamilan Nadira masih belum cukup kuat untuk pejalanan yang sangat jauh, Nadirapun di minta menunda 2 sampai 3 bulan jika ingin melakukan perjalanan jauh.

__ADS_1


Mendengar saran dari dokter Nadira berusaha menerimanya, karena kesehatan kandungannya juga penting untuknya, dan ia akan bersedia menunggu, sebagai gantinya ia akan meminta Bagas untuk datang menemui dirinya dan calon anaknya.


__ADS_2