Di Ujung Penantian

Di Ujung Penantian
Diujung Penantian


__ADS_3

Part 4 : Bahaya Cinta


Kami seharian penuh berada di bogor. Setelah, kami menghadiri acara pernikahan Fauzan Nasrul bersama rombongan. kamipun bergegas pulang dan meninggalkan Bogor. pernikahan yang tak terlalu mewah dan jauh dari kesan publik.


Suara hape tiba - tiba berdering di hapenya lisa, kulihat senyuman yang tiba -tiba terpancar walaupun secara harfiahnya lisa belum memliki perasaan ke Ilham.


Aku bertanya dengan suara lirih kepada adiku lisa tentang siapa yang menghubunginya.


" Ehmmm, ciee siapa yang telpon "


" Ilham, k lenaa" Lisa menjawab datar dengan senyuman merona


Ilham yang khas akan senyumanya tiba-tiba berucap.


" Cieee yang lihat Artis, tampan nggak , lebih tampan aku kan?, " ilham yang membuka percakapan sambil tertawa cekekikan di hape.


" Geer Bangettttt " Lena menjawab


" Lumayaaan, sekedarnya lebih tampan keponakanya ( anak laki-laki pemilik sekolah )" Lisa menjawab


" Aku nggak di akui gituuu " dengan wajah yang di buat murung Ilham menjawab


" Sengaja " Elisa yang coba ledek Ilham


Kami berdua saling tertawa dengan puas

__ADS_1


Sambil bercanda dan saling menilai kumpulan laki-laki tampan itu, Hingga tak terasa, Hp lisa berdering lagi, hingga memutus pembicaraan kami sebentar dan ternyata adiknya elisa yaitu Naina Trianandri ( nama samaran )


Kamipun menutup telpon dari ilham karena ada hal yang penting dibicarakan dengan naina.


" Asalamualaikum nana " lisa bertanya


" Walaikumsalam kk " nada suara nana yang sedikit serak


" Ada Apa kok suaranya serak dek, " Elisa bertanya


" kk aku tak tahan tinggal di rumah ini kk,,karena ada temanya mama, " wajah naina yang memelas sedih


" Maksudnya bu tyas "


" Iya kk, Rasanya aku ingin segera ibu tyas pergi dari rumah "


" Udah hampir 15 hari kk, tahu nggak kk aku kesal . "


" Sabar dek "


Selesai Elisa dan nana berbicara akhirmya elisa bercerita kepadaku, dengan raut wajah sedih


" Kk lena, kenapa bu Tyas selalu menganggu keluargaku "


" Kenapa dengan bu Tyas dek" Akhirnya elisa mulai bercerita dengan kesedihan yang terpendam

__ADS_1


Bu Tyas itu, Adalah seorang perempuan tomboy merokok mungkin jadi hal yang biasa. Ditambah ia menganut ilmu hitam itu membuat ia sangat berbahaya .


Mamaku dulu adalah salah - satu permpuan yang teramat cantik, sewaktu muda . Tak jarang Mama di sukai oleh banyak lelaki.


Tapi,,, tak ada satu pun yang ia sukai dan nenek beranggapan itu tidak wajar . Hingga akhirnya nenek membawa mama ke orang pintar dan awalnya mamaku tak mau tapi dengan kegigihan nenek , Ia pun mau.


Dan ketauanlah semuanya memang mama benar di guna-guna soalnya dia tak mau pisah dari bu Tyas , akhirnya mamapun dimandikan . Dan sedikit -demi sediki mama menjauh dari bu Tyas.


Pada Akhirnya mereka terpisah dan singkat cerita akhirnya mama nikah dengan seorang lelaki yaitu Papaku sekarang. Walaupun memang ujung - ujungnya kurang akur tapi tak seperti sekarang makin menjadi - jadi.


Mama menjauh dari Papa, dan Papa seperti di kendalikan hanya bisa diam itupun penuturan Naina . Papaku seperti robot tampa bisa berbicara banyak ketika bu Tyas berada di Rumahku dan perilaku mamaku yang janggal dia nggak mau tidur sama papa dan lebih memilih tidur sama temanya itu.


Di sela elisa berbicara tiba-tiba Ali menelpon


" Sibuk terus hape mu dari tadi lisaa!, tampak mengucap salam, Kamu nggak lihat aku menelpon mu dari tadi, atau nggak Calonmu yang telpon tadi ya??? " Dengan emosi


" Ngomong apa si kamu bang, Calon dari mana ??? Menjaga perasaan Ali yang selalu nekat dengan hal tidak di ingingkan


" Terus kenapa sibuk "


" Telpon Naina sekarang kalau nggak percaya, Aku bosan sama kamu tahu nggak bang, kerjaan kamu hanya bisa cemburu saja di tambah lagi setiap ngobrol sama kamu selalu marah -marah " wajah kesal Elisa terlihat di kulit putihnya.


Akhirnya Ali terdiam dan menelepon Naina untuk memastikan.


Tiba -tiba Elisa berucap dengan kekesalan

__ADS_1


" kk lenaa kenapa si Ali bisanya marah -marah. aku capeh kk, bisanya ngancam bunuh diri, gilaaaaaaaa" menghelak nafas marah di tambah air mata yang mulai merembas


*****************


__ADS_2