Dia Mamiku!

Dia Mamiku!
Bab 12


__ADS_3

Selamat membaca ^-^


"tidak ada yang ingin kalian bicarakan?" Sania bersedikap seraya menatap tajam kedua pasangan yang saling menyikut


Acara pernikahan sudah selesai dua jam yang lalu. Acaranya berjalan sangat megah, membuat para orang tua lebih cepat kelelahan dan memilih terlebih dahulu untuk beristirahat meninggalkan para pasangan yang baru beberapa jam lalu dinyatakan sah sebagai suami istri.


Pasangan baru itu diangsurkan kepada rumah kedua orang tua Sania. Tidak ada perbincangan saat perjalanan berlangsung.


Setelah sampai Sania segera menidurkan Sean dikasur miliknya dengan guling mengelilingi anak laki-laki yang tampak sangat pulas. Agar anak itu tidak jatuh dari kasur yang terletak tinggi dan sudah rentan termakan usia.


Kini mereka sedang berada diruang tamu dengan Santy dan Kamal duduk dihadapan Sania yang diam berkutik.


Seno membisikkan sesuatu pada perempuan disebelahnya, "ada apa?"


"apa selamanya kalian akan menunduk terus seperti itu?" Sania menghiraukan pertanyaan Seno. Ada yang lebih penting disini, "Perkataan maaf gitu?"


"kenapa kakak malah menyudutkan kami! Kami memang salah, tapi tidak seharusnya kakak menyudutkan kami!"


Sania tersenyum, "seperti pada umumnya ya, yang punya salah malah lebih galak daripada yang disakiti. Rasanya setahun lalu ada yang bilang akan menjaga kekasih kakak, eh malah yang berniat menjaga dia pula yang mengambil orang yang dijaga nya"


Seno menatap kasihan pada Sania, lalu merangkul perempuan itu. Ia sudah sedikit paham mengenai masalah antara kakak dan adik ini.


Adiknya Sania mengambil kekasih Sania diam-diam bahkan sampai mereka menikah. Right?

__ADS_1


"jangan salahkan Santy, salahkan saja aku disini. Lagi pula aku juga perlu perempuan yang memperhatikanku selama kamu dikota. Dan adik kamu menyanggupi nya. Bukankah aku hebat, dapat menaklukkan kakaknya dan kini adiknya dapat aku dapatkan" Ucap Kamal


Santy semakin menunduk mendengar perkataan suaminya. Perempuan itu baru menyadari kesalahan nya.


"hoho bangga? Sebenarnya kakak pulang kekampung untuk memutuskan hubungan kakak dengan Kamal. Ternyata sebelum memutuskan Kamal, kakak mendapat suatu kejutan yang waah. Adik yang sangat hebat!" seru Sania penuh penekanan


Sania terkesiap saat mendapat usapan halus dipunggung perempuan itu. Sania menoleh, hatinya sedikit mencela saat mendapati sorot Seno yang menatapnya dengan santai tidak penuh rasa penyesalan karena telah menodainya.


"kamu tidak apa-apa?" Sania meresponnya dengan anggukan kecil


Sebenarnya kata 'tidak apa-apa' jauh terkubur dalam diri seorang Sania. Bagiamana dirinya dapat dikatakan tidak apa-apa setelah kehormatan nya terenggut begitu saja dan kekasihnya yang ia cintai ternyata menikah dengan adiknya.


"oh iya, kenalkan ini Tuan Seno suami kakak" Ucap Sania


"tuan... Kaka memanggil suami kakak dengan sebutan tuan? Kenapa kalian menikah secara tiba-tiba juga. Jangan-jangan, dikota kalian selingkuh dibelakang mas Kamal?"


"Lagi pula, tuan Seno ko mau sih nikah sama perempuan yang tidak pernah memperhatikan penampilan seperti kakak. Dimana-mana, Santy lah yang paling oke daripada kakak"


Seno memindai Santy dari atas sampai bawah lalu menunjuk nya berulang kali, "kayak gini yang dibilang paling oke? Ckck saya tidak tahu selera suami kamu ternyata sangat rendah"


"maksudmu apa!" Santy hampir saja mendorong Seno kalau saja tidak ditahan oleh Sania


"dek bentar deh. Kamu tidak punya rasa sedikit bersalah saja sama kakak?" ungkit Sania kembali

__ADS_1


"buat apa aku merasa bersalah" angkuh Santy lalu mendekap Kamal dipelukannya, "malahan aku bangga bisa merebut kekasih kakak yang sempurna ini dan menjadikannya sebagai suamiku. Apalagi suami Santy sangatlah kaya, tidak seperti suami kakak" ejek Santy membuat Seno tertawa dalam hati


"waw bangga? Selamat ya dek" Sania mendekatkan diri ketelinga Santy, "kamu lihat mobil didepan, itu punya suami kakak. Suami kakak jauh lebih kaya dibandingkan suami kamu hihihi"


Bukan maksudnya Sania sombong harta Seno, hanya saja perempuan itu terlalu lelah untuk terus diinjak-injak harga dirinya.


Santy terperanjat saat sadar dengan pakaian yang dipakai Seno terlihat sangat mewah walaupun laki-laki itu hanya terbalut dengan jas hitam. Tangannya tergenggam amarah. Ia tidak perduli, yang penting ia sudah merebut kekasih kakaknya!


"tuan, maaf ya kedatangan tuan malah disambut pertengkaran seperti ini" ucap Sania


Seno memeluk Sania dari belakang, "panggil saya mas. Kita sudah sah jadi sepasang suami istri, tidak perlu lagi ada kata tuan diantara kita"


"ta-- tapi?"


"Kita mulai dari awal lagi ya. Saya benar-benar minta maaf karena perlakuan saya kemarin. Kita ulang semuanya dari awal. Ajarkan saya untuk jatuh cinta padamu dan kita jadi keluarga bahagia"


Hati perempuan itu tersentuh lalu mengangguk malu-malu.


"kamu tahu? kepergian kamu tadi pagi membuat saya benar-benar kelimpungan. Sean yang tidak berhenti menangis, rasa bersalah saya yang kian menggunung dan kehilangan kamu yang membuat rumah saya menjadi hampa. Setelah itu saya sadar, hidup keluarga mas sudah bergantung dengan kamu"


"terus dari mana mas tahu alamat rumah saya?"


Seno memeluk erat Sania dalam dekapannya. Walaupun saat ini hati laki-laki itu belum bergetar dengan keberadaan perempuan didekapannya itu, "kamu tidak perlu tahu"

__ADS_1


Seno menciup bergantian kening Sania dan Sean yang sudah tertidur sejak tadi, "sudah malam, baiknya kita tidur"


Malam berlalu begitu saja dalam dekapan Seno~


__ADS_2