
Happy Reading ~~
"makasih sudah datang kepernikahan kami" Ucap Alex saat sudah berada dilingkup Seno dan yang lainnya, "saya kira anda tidak akan datang" Ucap Alex yang kali ini tertuju pada Seno dengan senyum smirk
Akhirnya setelah bertahun-tahun ia hidup dibawah naungan Seno, kini ia bisa lepas juga. Alex kira selamanya ia akan selalu tergantung pada Seno karena biaya kehidupan Karin sangatlah mewah, nyatanya tidak! Dia juga bisa mendirikan sebuah usaha yang sekarang sudah merajalela kemana-mana.
Seno membalas jabatan lengan laki-laki yang tampak sumringah itu, "tidak mungkin saya tidak menghadiri acara yang sangat penting bagi mantan istri saya"jawab Seno penuh dengan senyuman. Senyum palsu.
"kamu bisa saja. Memang acara ini sangat penting bagiku. Sudah lama aku menginginkan pernikahan bersama orang yang dicintaiku. Dan hari ini mimpiku terwujud" ujarnya dengan pekikan bahagia, "oh iya aku mau kasih tau rahasia sama kamu"
Alex menyenggol perempuan itu dan menggeleng. Karin hanya tersenyum lalu berlalu pergi kebelakang.
"rahasia apa nih?" rusuh teman-teman Seno
Alex hanya terdiam lalu tersenyum getir, "lihat nanti saja" kini tatapan Alex beralih pada Sania dan Sean yang sedang tertawa bersama, "dia pengasuh mu kan?" tanya laki-laki itu pura-pura tidak tahu
Umay, salah satu laki-laki yang sedang meminum cola langsung terbatuk dibuatnya. "gila-gila, perempuan itu sebelumnya pengasuh Sean? Gak ada tampang-tampang pengasuh nya"
"bener banget njir, malahan gue kiri dia putri salah satu pengusaha terkenal atau tidak orang berada lah. Lihat saja dari wajahnya yang bersih" jawab yang lain
"polosan-nya pasti mantep banget nih" Ucap Seseorang membuat Seno langsung melotot dan menoyornya
"eh santai bro, bukan polos itu yang gue maksud. Maksud gue polos dalam artian tanpa make up" jawabnya gugup
Seno berdecih, "bilang kek dari awal!"
Semua orang terbahak melihat Seno yang malu.
Kini tatapan Seno tertuju pada Alex, "jangan sebut dia pengasuh Sean! Nyatanya dia istriku sekarang"
Alex tertawa, "selera mu jauh menurun drastis ya" ejek Alex membuat Sania semakin menunduk dibuatnya
"bisa diam tidak!" balas Seno
Tak lama Karin membawa seorang anak laki-laki yang tadi menjadi pengantar bunga pernikahan mereka. Perempuan itu jongkok dihadapan anak itu dengan sedikit bantuan dari Alex karena gaun-nya yang mengembang sedikit susah.
__ADS_1
"aku mau kenalin sama kamu, dia Reyka anak aku sama Alex. Tapi kami sengaja nyembunyiin dari kamu selama ini" ucap Karin dengan sangat enteng, "ayo sayang sapa om Seno"
"halo om Seno, kata bunda Leyka punya adik dali om ya? Mana om?" jawab Reyka dengan antusias
Sania yang melihat hanya mampu menutup mulut, terkejut. Perempuan itu sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada Seno.
"ma...maksudnya?"
"sebelumnya saya minta maaf" Ucap Alex tiba-tiba, "kami sudah berhubungan sebelum kalian menikah. Saya juga yang meminta Karin untuk menjadi istri kamu terlebih dahulu. Karena saat itu saya belum memiliki banyak uang"
Duar.... Seperti ada bom meledak dihati laki-laki itu. Wajahnya memerah, lengannya terkepal sangat kuat hingga menimbulkan urat lengan, "jadi dia?" tunjuk nya pada Reyka yang tersenyum
"ini anak aku sama mas Alex. Kamu tahu sendiri kan di tahun pertama pernikahan kita, aku belum mau memberikan hak-ku kepadamu. Ya karena, saat itu aku sedang hamil anakku tercinta"
Umay menutup mulut lebay, "jadi? You nikah sama Seno, tapi lu hamil anak orang lain?"
"iya? Ada yang salah? Kan aku sudah bilang dari awal kalau aku gak mau nikah Dengan Seno. Dia juga ko yang setuju menikahi aku, tanpa aku harus balik mencintainya"
"gak bisa gitu dong! Gue lihat anak lu berumur sekitar 3-tahunan. Yang berarti lu hamil saat awal pernikahan lu sama Seno! Kalau memang saling nyakitin untuk apa akhirnya lu menyutui pernikahan ini"
Karin mengerikan ujung jari ya keatas meja, "oh iya, apa kau ingat saat aku meminta liburan hampir lima bulan? Nah saat itulah aku melahirkan anakku tercinta"
"bagaimana dengan Sean? Apakah kau cinta juga padanya. Tapi saat ini aku ingin mengenalkan Reyka dengan Sean, karena anakku bilang ia ingin memiliki seorang adik"
"tidak! Kau tidak boleh mendekatkan mereka berdua. Saya tidak sudi" Seno terdiam sejenak, "sekarang saya ragu bahwa nya Sean anak saya, setelah melihat semua ini"
"mas!" pekik Sania dengan cepat, ia tidak mau Sean mendengar ucapan Seno
"kau begitu jahat, kalau seperti itu lebih baik kalian tidak menikah sejak awal" Ucap Umay tiba-tiba
"aku rasa juga seperti itu. Tapi tanya saja temanmu yang begitu jatuh cinta dengan ku" sombong Karin
"baru pertama kali gue ketemu perempuan kayak lu. Be---
"DIAM!" seru Seno
__ADS_1
Laki-laki itu sudah tidak tahan lagi. Kebohongan demi kebohongan yang terkuak malah membuatnya semakin sakit hati.
Prang... Semua piring dan gelas berhamburan begitu Seno menendang nya. Tanpa memperhatikan sekitar, laki-laki itu mengambil kunci mobil dan beranjak meninggalkan Sania dan Sean yang terpaku.
"mas!" pekik Sania berulang kali, belum sempat mengejar laki-laki yang sejak tadi berdebat dengan Karin menahannya
"jangan diikutin biar suami kamu cari waktu untuk menenangkan fikiran-nya"
Sania mengangguk. Kemudian tersenyum canggung pada Karin yang menatapnya dengan tatapan bingung.
"nyonya?" sapanya
Karin menggeleng seraya menepuk pelan punggung yang terbalut kain sutra yang halus, "kamu bukan bawahan saya lagi. Jangan panggil nyonya, apalagi saat ini kamu sudah menikah dengan Seno. Derajat kamu dengan saya itu sama" balas perempuan itu membuat Sania terkejut
"bagaimana mba tahu?" kejut Sania
"Saya gak mungkin membiarkan anak saya begitu saja kan? Ya jadi selama ini saya tetap memantau Sean walaupun dari jarak jauh. Oh iya selamat ya atas pernikahan kamu dengan mantan suami saya" Ucap Karin, "tapi kamu harus sabar terus kepadanya. Siapa tahu dia akan luluh kepadamu, tapi mengingat Seno yang begitu cinta dengan padaku, sepertinya sulit"
Sania terus menunduk sebelum laki-laki tadi menarik paksa Sania. Sania yang sedang menggendong Sean hanya pasrah mengikutinya.
"dasar perempuan si*lan!" Ucap laki-laki itu sebelum meninggalkan kedua pengantin yang terpaku
...~§~...
Di tempat parkir,
Sania menarik paksa lengannya agar terlepas dari genggaman tangannya. Ia menyender pada salah satu mobil, sedangkan Sean sedang menghadap Sania sembari menguyel-uyel pipi Sania. Setidak paham kondisi saat itu Sean, sad!
"jangan nangis, dan jangan masukin ke hati perkataan perempuan tadi" Ucap Umay lalu berkacak pinggang, "sejak dulu gue gak suka deh sama itu perempuan. Sudah kayak ***te, main cowok demi uang banyak. Memang laki lu aja yang mata batin nya ketutup sana ke-sexyan Karin!" ucapnya menggebu-gebu
Sania terkekeh, lalu sedikit mengusap air mata nya yang sempat turun.
"pulang sekarang?" tanya Umay tiba-tiba membuat perempuan itu sadar akan kepergian Seno tiba-tiba tanpa menghiraukan dirinya dan juga Sean, anaknya
Sakit sekali.
__ADS_1