Dia Mamiku!

Dia Mamiku!
Bab 83


__ADS_3

Part ini khusus Reyka dan Alex yaw✌️


 


"Reyka sayang" panggilnya dengan suara gemetar


Reyka membuka telungkupan mata. Raut wajahnya langsung berubah seketika.


Perasaan menggebu-gebu dirasakan oleh seorang Alex. Tangannya direntangkan lalu ia memilih menutup mata. Ia tidak ingin melihat respon dingin dari buah hatinya itu.


"ayahhhh" Reyka menubruk Alex hingga laki-laki itu sedikit oleng


Terdengar tangisan Reyka menggelegar. Seno mengintip sedikit melihat keadaan lalu berlalu, membiarkan kedua orang yang sedang melepas rindu itu untuk memiliki waktu bersama.


"ayah kangen kamu, nak. Maafin ayah" Ucap Seno tak lupa Alex mengusap air mata yang masih turun dari mata anaknya


"ayah... Kemana aja? Reyka tunggu ayah terus. Tapi ayah gak pernah dateng. Ayah gak sayang Reyka ya? Ayah juga benci sama Reyka ya? Kaya bunda yang benci sama Reyka?" Reyka menatap sendu, teringat kali kenangan sang-bunda yang selalu menatap benci padanya


Hati siapa yang tidak akan tersakiti saat sang anak mengucap dengan wajah penuh derita seperti itu, "ayah gak pernah benci Reyka. Bunda juga gak pernah benci Reyka. Kita berdua sayang banget sama Reyka"


Alex bangkit dan menggiring Reyka duduk dikursi kebesaran-nya. Alex sumringah melihat Reyka yang menatap kagum ruangannya.


Reyka sengaja mendesain ruangan yang memiliki arena kecil bermain dan tidak lupa dengan memajang foto Reyka sejak bayi hingga terakhir kali ia bertemu dengannya, umur 5 tahun.


"Reyka suka ruangan ayah. Besok-besok bolehkah Reyka ajak Sean main disini? Sean pasti suka" sahut Reyka mengingat kecintaan Sean pada mainan


"boleh dong" ucapnya lalu mengacak-acak rambut anaknya


Lantas Reyka langsung berteriak kencang dan menerjang tubuh sang-ayah. Kesedihan beberapa tahun terakhir terobati begitu saja saat melihat ayahnya yang ternyata masih sangat peduli padanya. Tidak seperti fikiran-fikiran buruk yang selama ini meng-hantuinya.


"ayah benar sayang Reyka kan?" tanya Reyka sekali lagi, anak itu masih merasakan bagai mimpi siang ini


Alex sama sekali tidak menggubris pertanyaan Reyka dan malah memeluk anak itu. Hal itu sudah cukup menjawab pertanyaan Reyka. Ia memeluk balik orang yang selama ini ia rindukan.


" jadi, ayah boleh denger dong kegiatan kamu selama ini?" tanya Alex setelah mendudukan Reyka di hadapan - nya


Seakan masih penuh pertanyaan, Alex menatap anak-nya lekat-lekat. Berbeda dengan Reyka yang menatap malas pada sang-ayah.


"ya gitu deh yah. Pokoknya baik-baik aja" jawabnya seraya mengusap tengkuk, ia paham jawabannya sudah mengecewakan Alex.


Tapi ya bagaimana, Reyka paling membenci -FLASHBACK-, atau semua kejadian dulu yang pernah ia alami. Karena setiap mengingat-nya mampu membuat Reyka menangis kembali.


"ayah gak mau denger jawaban yang kayak gitu. Gimana kabar kamu sekarang? Kegiatan sekolah kamu? Bagaimana kamu hidup selama ini? Atau bahkan alasan Sania membawa kalian pergi?" tanya Alex berulang kali seakan paham anaknya pintar dan sudah pasti dapat menjelaskan semua pertanyaan yang selama ini muncul dibenaknya


Reyka mendengus lalu menyilakan kaki keatas kursi. Mencari posisi nyaman," kabar Reyka baik-baik aja. Ya seperti yang ayah lihat. Kabar ayah gimana?"

__ADS_1


"ayah gak pernah baik-baik aja setelah kepergian kamu" jawabnya disertai senyuman pedih


"tapi ayah yang menyebabkan aku pergi" sahut Reyka tidak terima


"bukan ayah, tapi bunda kamu" seru Alex tidak terima, tidak mau kalah dari keluhan anaknya


"bunda?" Reyka mengerjap, "gimana kabar bunda? Reyka rindu sama bunda. Tapi pasti bunda gak pernah rindu sama Reyka" ucapnya


Alex merutuki dirinya. Paham perkataannya membuat Reyka jadi sedih dan memancing orang yang paling ia benci seumur hidupnya, "bunda baik-baik saja ko. Bunda juga rindu sama kamu, tapi bunda lagi ada kerjaan diluar negeri jadi gak ada sinyal buat hubungin kamu" dusta-nya


Mana ada! Sampai saat ini Karin masih bersemanyam di Rsj. Keadaan-nya semakin parah. Terakhir dengar, Alex mendapat kabar kalau Karin hampir bunuh diri tapi digagalin oleh salah satu perawat. Entahlah, Alex sudah tidak pernah memikirkan perempuan yang menjadi penyebab kepergian Reyka dari pelukan-nya itu.


"ayah gak bohong kan?" Reyka menatap penuh harap


"iya ayah gak bohong. Bunda juga kangen banget sama kamu"


Reyka tersenyum bahagia. "karena Reyka seneng, Reyka akan ceritain semua pertanyaan ayah" jawabnya


"kegiatan sekolah Reyka? Reyka benci sekolah, semuanya hina Reyka sama mamih. Reyka gak suka kalau harus sekolah. Tapi Reyka gak mau kecewain mamih, jadi terpaksa Reyka sekolah. Demi mamih!"


"terus, hidup Reyka baik-baik aja selama ada mamih disamping Reyka. Reyka gak suka kalau mamih nangis dan sedih. Pokoknya selama ada mamih Reyka pasti bahagia" lanjutnya dengan wajah berbinar-binar


"tapi---" Reyka mengernyitkan kening, "Reyka gak tahu alasan mamih pergi. Karena paman kali" ucapnya diakhiri mengendikkan bahu


"kenapa kamu benci sekolah?" Alex meringsut kesamping Reyka dan mengelus punggung anak itu


Nyaman. Reyka menyetujui pelukan Alex merupakan tempat ternyaman setelah mamih-nya yang selalu menjadi tempat prioritas.


"karena semua orang omongin jelek tentang mamih sama aku. Katanya mamih orang gak bener, terus hamil diluar nikah. Aku juga dikata-katain gak punya ayah" Reyka mendongak, "padahal aku kan punya ayah ya?"


Alex meringis, "maafin ayah ya. Karena ayah kamu jadi ngalamin hal buruk seperti ini"


"bukan salah ayah ko"


"oh iya, ayah bawa bekal masakan sendiri. Kamu mau coba?" tanya Alex seraya mengeluarkan kotak bekal dari laci meja kerjanya


Reyka mengangguk antusias. First time, mencoba masakan ayah kandung dan tentu saja Reyka sangat antusias.


"ayah cuma bawa satu sendok. Nih kamu aja yang makan, habisin ya"


Reyka mengernyit tidak suka, "berdua. Aku sama ayah makan berdua. Kata mamih kita gak boleh egois, kita harus saling berbagi gimanapun keadaan-nya"


"Sania mengajarkan kamu banyak hal baik"


"oh tentu saja dong. Istri siapa dulu dong" Ucap seseorang yang membuka pintu ruangan tiba-tiba, "by the why, udah pada akur nih?" tanya Seno lalu duduk disofa didepan Reyka dan Alex setelah mengendurkan kancing di setelan jas-nya

__ADS_1


"udah, berkat lu. Makasih ya"


"iya, paman makasih banyak ya karena udah temui Reyka ama ayah" tambahnya menaruh kembali garpu pada tempat bekal


"ko masih paman?"


"terus--- oh.... Maaf papih" serunya, tersenyum kecil


Seno membelalakkan matanya, mendengar pernyataan Reyka. Astaga, anaknya benar-benar lucu dengan wajah memerah seperti itu.


"ahhh papih senang lihat kamu senyum seperti ini. Papih gak mau yah liat wajah sedih kamu kayak tadi dirumah" titah Seno


Reyka mengangguk, "berkat papih"


"sudah-sudah, ayu makan dulu. Udah masuknya jam makan siang" Ucap Alex dengan maksud mengusir Seno, "sudah ah sana lu pergi"


"Gue juga kan mau temu kangen sama anak gue tercinta" balasnya, melipat kedua tangan diatas dada bak anak kecil yang merajuk


"anak gue sih, wleee"


Bentar-bentar, disini yang anaknya itu Reyka. Kenapa malah Seno dan Alex yang bertingkah seperti anak kecil sejak tadi. Reyka tidak habis fikir.


Reyka mengunyah nasi goreng yang erghh tampak tidak menggugah selera. Tapi untuk membuat ayah-nya senang ia mulai menyuapkan sendok kemulutnya dengan tersenyum paksa.


"habisin ya" titah Alex yang memancarkan rina bahagia berbanding terbalik dengan Reyka yang sedang menahan mual yang begitu dahsyat


Perpaduan asin dan asam menghujam lambungnya begitu sesendok nasi masuk kemulutnya. Reyka bersumpah, ia tidak akan lagi memakan masakan ayahnya. Ia tersenyum paksa, "enak yah, ayah cobain deh. Oh iya, papih juga"


Seno yang memang peka langsung menggeleng dan menolak. Rasanya ia ingin menertawakan sahabat-nya. Tapi ia urungkan melihat rona bahagia Alex.


"ayah udah cobain tadi pagi. Kamu habisin ya"


Seno terkekeh, "jangan dipaksa makan, nak kalau gak enak. Daripada kamu sakit perut"


"memangnya gak enak. Eh kalau gak enak, gak usah dimakan" Ucap Alex dengan nada khawatir membuat Reyka menatap dengan wajah meminta maaf


"bener kan bro kata gue, indra perasan lu tuh bener-bener gak beres. Besok-besok jangan masak lagi deh. Bisa mati keracunan anak gue"


"maaf ya yah" sela Reyka, menyodorkan kotak bekal kehadapan Alex


"iya nak gak papa. Harusnya kamu jujur, ayah juga gak akan marah ko"


Brukkk... Pintu terbuka kencang tiba-tiba, mengejutkan orang didalamnya


"KAKAK!!!"

__ADS_1


__ADS_2