Dia Suami Ku

Dia Suami Ku
Versi Mai? Atau Wujud Ira?


__ADS_3

"Jadi benar nih kalian rebutan cewek?" Ulang Ira kerena mendapat reaksi dari keduanya yang hanya terdiam dengan saling memandang satu sama lainnya.


"Benar-benar!" Gumam Ira yang langsung menarik tangan Bara lalu membawanya keluar dari kamar Rival.


Setelah keduanya keluar, bukannya Ira pergi ia malah kembali masuk ke dalam kamar Rival dengan meninggalkan Bara begitu saja di depan pintu kamar yang telah ia tutup rapat-rapat dari dalam. Ira mendekati sang adik yang duduk dilantai dengan punggung yang bersandar di tempat tidur.


"Ayo sini kakak obati lukanya!" Ajak Ira yang duduk di samping Rival dengan membawa serta kotak p3k bersamanya.


"Adek baik-baik aja kok kak, cuman bonyok sedikit, Bara mana? Kakak nggak ngobatin dia?" Tanya Rival.


"Adek dulu, setelah itu baru dia." Jelas Ira yang langsung membersihkan memar di pipi kiri dan juga ujung bibir bagian kanan.


"Pelan-pelan kak, sakit!" Protes Rival sambil menahan rasa perih yang seakan menarik lepas kulit wajahnya.


"Apa yang kalian ributkan?" Tanya Ira.


"Apa kakak mencintai Bara?" Tanya Rival.


"Kenapa bertanya seperti itu? Apa Bara mengatakan sesuatu?" Ira balik bertanya.


"Dia bilang dia jatuh cinta sama kak Ira!" Jelas Rival yang sukses membuat tangan Ira yang sedang mengoleskan obat terhenti seketika.


"Jangan percaya sama omong kosongnya, dia hanya bercanda, tadi pagi dia juga bilang gitu sama kakak!" Jelas Ira lalu lanjut mengoleskan salep pada pipi Rival.


"Kak dia nggak bercanda! Dia serius, aku tau gimana Bara, aku tau kapan dia bercanda dan kapan dia bicara serius, dan tadi itu dia benar-benar serius kak, dia mencintai mu!" Tegas Rival meyakinkan.


"Benarkah?" Tanya Ira lalu menutup kembali kotak p3k.


"Hmmmm, kak tolong lupakan abang Vino, buang dia dari hidup kakak dan aku juga minta sama kakak tolong balas cinta Bara karena dia suami kak Ira!" Tegas Rival.


"Akan kakak bicarakan dengan dia, kamu istirahat lah!" Jelas Ira lalu beranjak bangun dari sana.


"Kak..." Panggil Rival yang kembali membuat langkah Ira terhenti.


"Kenapa?" Tanya Ira yang Kembali menoleh pada sang adik yang kini beranjak duduk ke atas tempat tidur.


"Jangan lupa obati juga luka Bara, aku yakin lukanya lebih banyak dari aku, karena tadi aku benar-benar memukulnya." Jelas Rival dan langsung berbaring di kasur.


"Hmmmm, istirahat lah, nanti kakak akan ke sini lagi!" Jelas Ira dan lekas keluar dari sana.


Setelah menutup pintu kamar Rival rapat-rapat, Ira hendak melangkah menuju kamarnya namun langkahnya langsung terhenti saat mendapati sosok Bara yang masih berdiri tegap seperti sediakala sebagaimana dia membawanya keluar beberapa menit yang lalu.


"Kamu masih disini?" Tanya Ira kaget.

__ADS_1


"Ayo ke kamar!" Ajak Bara lalu menarik tangan Ira untuk ke kamar.


Ira menurut, tanpa protes sama sekali ia terus mengikuti langkah Bara menuju kamar, sesampai disana, Bara melepaskan tangan Ira dan berlalu menuju kamar mandi.


"Handuk mu!" Ujar Ira sambil menyerahkan handuk pada Bara yang hendak membuka pintu kamar mandi.


"Terima kasih, kak...!" Ujar Bara.


"Iya kenapa?" Tanya Ira.


"Setelah selesai mandi tolong obati luka aku." Pinta Bara.


"Iya." Jawab Ira bersamaan dengan Bara yang langsung menutup pintu kamar mandi.


Ira kembali berjalan menuju tempat tidur lalu duduk disana dengan meletakkan kotak p3k disampingnya, ia terus duduk sambil menunggu Bara selesai mandi. Di saat Ira sedang asyik dengan ponselnya tiba-tiba ponsel milik Bara yang ada si samping Ira mulai berdering satu panggilan masuk.


"Assalamualaikum pa..." Jawab Ira setelah menggeserkan tombol biru di layar ponsel Bara.


"Waalaikum salam. Ira, Bara dimana?" Tanya Bima dari seberang sana.


"Dia lagi mandi pa." Jawab Ira.


"Apa tadi dia datang ke kantor lagi? Kali ini apa ulahnya?" Tanya Bima.


"Rupanya begitu, ya udah kalau begitu, selamat siang." Jelas Bima dan langsung memutuskan panggilannya.


Ira hendak meletakkan kembali ponsel Bara di tempatnya namun niatnya langsung terkunci rapat saat layar ponsel menampilkan apk Ig milik Bara, seketika membuat Ira ingin membukanya, setelah sejenak berdebat dengan otak dan hati pada akhirnya sang hati kalah dan jemari pun langsung membuka Instagram milik sang suami.


Pelan-pelan jempol Ira terus mengeser-geres layar keatas, lalu berpindah ke kotak masuk dan berakhir dengan membuka akun atas nama Mai_24.


Pelan-pelan ia terus membaca chat keduanya hingga pintu kamar mandi terbuka pun tidak ia sadari. Bara yang melihat Ira larut dengan ponsel miliknya seketika segera menghampiri Ira lalu merebut kasar ponsel miliknya dari tangan Ira. Mata Ira langsung menatap sosok Bara yang berdiri dihadapannya dengan tatapan yang begitu mematikan.


"Apa yang kakak lihat?" Tanya Bara.


"Tadi papa nelpon." Jelas Ira yang terlihat kalang kabut karena kepergok Bara.


"Terus? Lihat ini itu tanpa izin?" Tanya Bara.


"Kakak, cuman....!" Penjelasan Ira langsung terhenti dengan sendirinya, kepalanya langsung tertunduk seketika.


"Apa hak kakak untuk mengecek ponsel aku? Kenapa bertindak keterlaluan?" Gumam Bara yang lepas kendali dan tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Fine, kakak salah, kakak minta maaf!" Jelas Ira lalu berusaha untuk menatap mata Bara.

__ADS_1


"Basi!" Cetus Bara lalu melempar ponselnya begitu saja keatas kasur.


"Kamu mau kemana?" Tanya Ira saat Bara beranjak dari sampingnya.


"Kenapa? Apa kak Ira mau ikut?" Tanya Bara judes.


"Duduklah, biar kakak obati dulu luka mu, setelah itu terserah kamu kamu mau lanjut marahan sama kakak atau apapun mau mu!" Jelas Ira.


"Aku bisa mengurus diri aku sendiri!" Tegas Bara.


"Bar!" Seru Ira kali ini dengan suara yang sedikit lantang.


"Apa? kenapa? Kakak nggak suka dengan sikap aku? Apa peduli kakak? Toh kakak juga nggak suka dengan kehadiran aku ini kan?" Gumam Bara.


"Tidak suka? Kakak yang tidak suka dengan kehadiran mu atau justru kamu yang enek sama hadirnya kakak dalam hidup mu?" Tanya Ira yang kini melangkah mendekati Bara.


"Kenapa memutar balikkan fakta? Aku? Aku yang tidak suka? Jangan bercanda! Jelas tadi aku sudah menyatakan cinta aku sama kakak. Aku, Bara Pradipta jatuh cinta sama kamu, Khumaira!" Jelas Bara dengan mata memerah yang perlahan berubah menjadi begitu berkaca-kaca.


"Lalu apa kamu tidak ingin mendengar jawaban kakak?" Tanya Ira dengan kedua tangan yang menyentuh lembut kedua telapak tangan Bara.


"Jangan memberiku cahaya jika nanti akan kakak padamkan dengan begitu kejam, jangan hadirkan pelangi jika di penghujung nanti kakak singkirkan ia dengan badai yang berulangkali menerjang." Jelas Bara.


"Hahahaha! Kamu benar-benar penulis lirik lagu yang sangat berbakat." Ujar Ira.


"Jangan bercanda, aku serius. Jangan beri harapan jika pada akhirnya hanya asa belaka." Jelas Bara.


"Kamu mencintai Khumaira kan?" Tanya Ira.


"Hmmmm, sangat mencintainya!" Jawab Bara tegas.


"Dalam versi Mai atau dalam wujud Ira?" Tanya Ira.


"Apa maksud kakak? Ada hubungan apa Mai sama kakak?" Tanya Bara.


"Masih ingat dengan kejadian saat kamu tenggelam dulu?" Tanya Ira.


"Aku sama sekali tidak bisa melupakan hari itu, aku hampir saja mati terbawa arus, meski kejadiannya saat aku SD dulu, tapi aku masih mengingat dengan baik. Tapi, tunggu! Apa hubungan kejadian itu sama kak Ira dan Mai?" Jelas Bara yang mulai kebingungan.


"Aku tidak peduli dengan semua itu, aku hanya ingin tau jawaban kakak atas pernyataan cinta ku!" Lanjut Bara.


"Bara, kakak sudah lebih dulu mencintai mu, bahkan sebelum kamu mengenal kakak!" Jelas Ira dan langsung memeluk erat tubuh Bara membuat sang suami kebingungan dengan sikapnya itu.


🦋🦋🦋🦋🦋

__ADS_1


__ADS_2