
"Apa maksud abang Sam? Bunda, pa, sebenarnya apa yang tidak aku tau?" Tanya Bara yang kembali mendekati kedua orang tuannya.
"Terserah kalian, dari awal memang kalian tidak pernah menganggap aku sebagai keluarga." Tegas Samudra dan lekas pergi begitu saja.
"Bunda, ada apa ini? Apa yang kalian rahasiakan dari aku?" Tanya Bara.
"Maaf, karena bunda tidak jujur pada mu, tapi jauh dari lubuk hati terdalam, bunda sangat menyayangi kalian berdua dan rasa sayang bunda tetap sama meski Sam bukan darah daging bunda. Bara, kita bicarakan tentang Sam nanti, sekarang selesaikan dulu masalah mu." Jelas Dewi.
"Papa janji, papa akan menjelaskannya tanpa ada cerita yang tertinggal. Tapi itu nanti, untuk saat ini papa ingin melihat si bungsu papa menyelesaikan masalahnya dengan baik." Jelas Bima.
"Baiklah! Nanti akan aku tagih janji bunda dan Papa." Jelas Bara lalu segera berlalu menuju pintu utama.
Bara perlahan membuka pintu depan, matanya langsung menelusuri setiap wartawan yang sejak tadi subuh menunggu dirinya. Saat melihat kedatangan Bara, pada wartawan sontak berlari mendekati Bara, mengerahkan kamera secera membabi buta lalu menyerangnya dengan pertanyaan yang diajukan secara bertubi-tubi. Ira sedikit bergerak mendekati Bara lalu menggenggam tangan sang suami dengan begitu erat.
"Apa benar kalian suami istri?"
"Menikah karena perjodohan atau memang saling cinta?"
"Apa ini demi perusahaan keluarga Pradipta?"
"Atau pernikahan karena kecelakaan?" Pertanyaan nyeleneh yang tiba-tiba terlontar dari salah satu wartawan sukses membuat Bara dipenuhi amarah.
"Apa maksud mu aku menghamili istriku sebelum kami menikah?" Tanya Bara yang sukses membuat suasana memanas seketika.
"Jadi memang benar begitu alur ceritanya?" Ulang wartawan tersebut.
"Tolong di rekam dengan baik, kamera tolong fokus pada ku, catat baik-baik!" Tegas Bara lalu mengeluarkan buku nikah dari ransel sekolahnya.
"Aku sudah menikah sejak beberapa bulan yang lalu, ingat beberapa bulan yang lalu dan aku baru menyentuh istri aku beberapa hari yang lalu, kamu tau kenapa? Itu semua karena aku tidak berani menyentuh wanita seanggun dan sealim dia. Jangankan menidurinya sebelum nikah, setelah menikah pun aku masih belum berani. Karena aku, jika dibandingkan dengannya, aku hanyalah sampah yang tidak punya apa-apa. Dan soal pernikahan kami, ini adalah privasi kami, kenapa kami harus menjadikannya sebagai konsumsi public, dan satu hal lagi kami saling mencintai." Jelas Bara panjang lebar.
"Bukankah istrimu adalah sekretaris pribadi pak Bima Pradipta?" Tanya salah satunya lagi.
__ADS_1
"Iyap itu benar." Jawab Bara tegas.
"Itu artinya istrimu jauh lebih tua dari pada diri mu, benar begitu?" Lanjutnya lagi.
"Iya benar! Saat aku masih berstatus sebagai siswa SMA ia justru telah bekerja, aku yang menikmati segala fasilitas dari orang tua, dia, istri ku justru telah hidup mandiri, bukankah dia adalah istri yang begitu sempurna? Punya pekerjaan tetap, alim, anggun, baik, kuat dan juga sangat cantik, bukankah itu sudah cukup menjadi alasan kenapa aku menikahinya? Dan satu lagi, status usia tidak menjamin rumah tangga bahagia. Benarkan sayang ku?" Jelas Bara lalu merangkul pundak Ira, menoleh pada Ira lalu memamerkan senyum dengan kedipan mata yang sukses menyihir para wartawan wanita.
"Apa mbak Ira mencintai suami mbak?" Tanya salah satu wartawan lelaki yang sejak tadi hanya diam dengan tatapan yang terus memperhatikan Ira.
"Tidak aku tidak mencintainya! Tapi aku sangat dan sangat mencintainya, aku bahkan sudah mencintainya sejak dulu, saat pertama kami bertemu, hmmmm, kalau tidak salah saat itu suamiku masih bocah SD." Jelas Ira yang diakhiri dengan tawa lepas.
"Aku rasa semuanya sudah jelas bukan? Tulislah berita yang benar, jika aku melihat kalian menerbitkan berita hoaxs tentang istri aku, maka aku akan menuntut kalian dan ancaman aku juga berlaku untuk para netizen diseluruh penjuru dunia, jangan pernah sekalipun mencoba untuk berbicara kasar apa lagi menghujat istri ku, jika kalian melakukannya maka aku akan menggunakan segala cara untuk menghukum kalian." Tegas Bara.
"Aaaah, saya harus ke sekolah, kalau tidak ada lagi pertanyaan tolong bubar dari depan rumah ku karena kalian membuat anggota keluarga ku tidak nyaman. Bye....semoga hari kalian menyenangkan!" Jelas Bara yang berlalu begitu saja dengan membawa serta Ira bersamanya.
_____________
Mobil Ira berhenti tepat di parkiran kantor, sebelum keluar dari mobil ia lebih dulu memantau keadaan di depan kantor.
"Nggak akan ada wartawan disini!" Jelas Bara santai setelah sejak beberapa menit yang lalu memperhatikan gerak-gerik Ira yang terus celingak-celinguk keluar mobil.
"Coba buka ponsel kakak! Makanya baca berita!" Jelas Bara yang terlihat begitu santai.
Ira segera merogoh ponsel di saku jasnya lalu buru-buru mencari berita terkini tentang perusahaan B-Dipta group, memang sejak ulah Bara semalam semua media di penuhi dengan berita tentang keluarga Bima Pradipta.
"Sang pewaris. Bocah yang tergila-gila dengan sekretaris papanya?. Pewaris gila? Waaah anak orang kaya raya emang seleranya beda. Bara Pradipta keren. Seketika ingin jadi istrinya." Bara langsung membacakan beberapa komentar netizen dengan suara lantang dan wajah cengengesan.
"Kamu benar-benar gila!" Cetus Ira dengan mata yang terus mengintrogasi Bara.
"Mulai sekarang tidak ada lagi yang harus kita sembunyikan, kita bisa hidup bebas sebagai pasangan suami istri. Kalau begitu, apa aku harus mengantar kakak hingga ke ruang kerja?"
"Nggak perlu! Buruan gih ke sekolah." Jelas Ira dan langsung keluar dari mobil.
__ADS_1
Bara juga ikut keluar, ia buru-buru menghampiri Ira.
"Selamat bekerja my sunshine!" Ujar Bara yang langsung mengecup kening Ira.
"Oh ya, aku pinjam mobilnya ya! Ntar pulangnya aku yang jemput." Lanjut Bara lalu menyodorkan tangannya kearah Ira.
"Apa? Kuncinya masih di dalam mobil!" Jelas Ira.
"Siapa yang minta kunci coba?" Tanya Bara.
"Terus? Minta apa?" Tanya Ira ragu.
"Tangan! Buruan!" Desak Bara yang langsung mengambil tangan Ira, saling berjabat tangan lalu Bara seolah memandu Ira untuk bersamalaman dengannya layaknya istri yang sedang mencium tangan suaminya.
"Sudah sejak lama aku ingin melakukannya dengan kakak! Dan mulai sekarang aku, akan melakukan semuanya tanpa takut dilihat oleh siapapun lagi, sampai jumpa lagi istriku tersayang, kerja yang rajin ya, soalnya bentar lagi suami mu masuk universitas loh, jadi butuh banyak uang, dan kakak tenang aja, sebagai gantinya aku akan belajar dengan rajin dan nurut sama kakak!" Jelas Bara dengan senyuman dan lekas kembali ke mobil lalu segera menuju sekolah.
Bara yang baru saja keluar dari mobil langsung dihadang oleh Ratu, tangan Ratu dengan cepat menarik Bara agar ikut bersamanya dan tanpa adanya protes sama sekali, Bara mengikuti langkah Ratu yang membawanya menuju atas sekolah.
"Sekarang jelaskan semuanya!" Pinta Ratu saat ia dan juga Bara telah berada tepat diatas atap.
"Semuanya? Tentang apa?" Bara malah balik bertanya.
"Jangan pura-pura amnesia! Aku baca semua berita tentang kamu yang bahkan sudah menjadi top pencarian utama hari ini, berita kamu trending dimana-mana, semua orang membicarakan si bungsu dari B-Dipta Group yang menikahi sekertaris pribadi papanya secara diam-diam? Aku yang tertinggal cerita atau kamu yang sedang bersandiwara menipu jagad raya?" Jelas Ratu panjang kali lebar.
"Ratu...." Ujar Bara pelan.
"Kamu hanya perlu menjawabnya, apa semua berita tentang mu itu benar atau tidak!" Jelas Ratu.
"Hmmmmmm!" Jawab Bara.
"Jadi benar kalau kamu sudah menikah dengan kak Ira?" Tanya Ratu memastikan.
__ADS_1
"Hmmmmmm!" Jawab Bara lagi kali ini diikuti dengan anggukan kepala.
...🦋🦋🦋🦋🦋...