Dia Suami Ku

Dia Suami Ku
Sepertinya...?


__ADS_3

"Apa kabar? Lama nggak ketemu, kak Ira kangen sama kamu sayang!" Jelas Ira setelah melepaskan pelukannya.


"Kia juga kangen sama kak Ira, cowok tampan itu siapa kak?" Tanya Kiana dengan mata terus menatap wajah Bara.


"Waaaaah, mata yang indah, kenalkan nama abang Bara, suaminya kak Ira, senang berkenalan dengan mu." Jelas Bara bahkan langsung berjongkok agar bisa sejajar dengan Kiana.


"Ciiih!" Cetus Rival.


"Abang juga tampan kok, terus apa kak Alea istrinya abang Rival?" Tanya Kiana dengan polosnya.


"Aaah bukan, kami belum menikah kok." Jelas Alea dengan senyuman.


"Calon?" Tanya Kiana.


"Hmmmmm, ya gitu!" Ujar Alea dengan tangan yang menyentuh pipi tembem milik Kiana.


"Jadi cuman kak Re doang yang liburan sama anak kecil? Cari pacar dong kak!" Cetus Kiana.


"Haaaaah! Iya ntar kakak cari, ya udah kami permisi, ayo Kia." Ajak Resi lalu menggenggam tangan kanan Kiana.


"Mau kemana?" Tanya Ira.


"Pulang, kalian lanjutkan lagi kencan kalian, bye!" Jelas Resi dengan senyuman.


"Kencan apaan sih? Ayo Kia kita jalan-jalan!" Ajak Rival yang langsung membawa Kiana bersamanya tanpa lagi peduli pada yang lainnya.


"Aku juga mau join sama mereka aja!" Jelas Bara lalu segera menyusul Rival yang telah pergi bersama Kiana.


"Ayo duduk!" Ajak Alea yang langsung di iyakan oleh Ira dan Resi.


Ketiga wanita tersebut langsung duduk dibangku yang tadi menjadi tempat duduk Rival dan Alea. Resi menempati posisi tengah dihimpit oleh Ira di sebelah kanan dan Alea di sisi kiri.


"Apa kalian pacaran?" Tanya Ira memulai pembicaraan.


"Belum, tapi aku sudah menyatakan perasaan aku ke Rival." Jelas Alea.


"Menyatakan perasaan?" Tanya Ira meyakinkan.


"Hmmmm, sejak setahun yang lalu Rival terus saja memerhatikan aku, awalnya aku sama sekali tidak menyadarinya, sejak awal aku memang tertarik dengan Rival hanya saja aku tidak berani mendekatinya tapi setelah aku tau kalau ternyata dia mengangumiku, aku pun memutuskan untuk mendekat lalu menyatakan perasaanku padanya." Jelas Alea.


"Lalu apa jawabannya?" Tanya Resi yang mulai tertarik dengan pembahasan mereka.


"Belum ada jawaban, Rival justru meminta waktu, dia belum yakin dengan perasaannya untuk aku, ntah itu rasa cinta atau hanya perasaan kagum belaka." Jelas Alea.


"Lalu menurut mu?" Tanya Resi.


"Maksudnya?" Tanya Alea dan Ira hampir bersamaan dengan pandangan yang langsung tertuju pada Resi.


"Ya, menurut kamu, Rival suka atau tidak pada mu?" Tanya Resi.

__ADS_1


"Ntah, cuma Rival yang bisa menjawabnya, aku sama sekali tidak mengerti dengan perasaannya. Lalu kalau menurut kak Ira? Apa dia pernah cerita tentang wanita yang dia cintai?" Jelas Alea.


"Dia sama sekali tidak pernah bercerita tentang wanita manapun sama kakak, yang dia ceritakan hanya bola, musik, Gibran, Bara dan......" Ira menggantungkan ucapannya kini matanya malah semakin menatap lekat pada Resi.


"Dan apa?" Tanya Alea dan Resi yang terlihat begitu penasaran.


"Dan kakak...." Jelas Ira ngasal lalu tertawa lepas.


"Kak Ira mah gitu!" Cetus Alea dan ikut tertawa.


__________


"Apa kalian berdua berkencan? Kamu sudah menyatakan perasaan mu pada Lea?" Tanya Bara.


Saat itu Bara dan Rival sedang berbaring diatas rerumputan nan hijau dengan mata yang terus manatap langit cerah sedangkan Kiana terlihat sibuk melihat-lihat bunga yang tidak terlalu jauh dari tempat Rival dan Bara berada.


"Dia yang justru menyatakan cinta lebih dulu!" Jelas Rival.


"Serius? Keren, jadi sekarang kalian pasangan kekasih! Waaah, tinggal tunggu kabar Gibran sama Ratu nih!" Jelas Bara.


"Ciiih! Aku bahkan bingung dengan perasaan aku sendiri, aku sama sekali belum memberi jawaban pada Lea." Jelas Rival.


"Apa? Kamu gila?" Cetus Bara yang bahkan langsung bangun.


"Iya, sepertinya aku memang gila, setelah bertahun-tahun menatap Lea dari jauh dan sekarang aku malah tidak merasakan apapun saat Lea di dekat ku." Jelas Rival.


"Apa itu karena Hanin?" Tanya Bara.


"Atau mungkin Safia?" Tebak Bara.


"Jangan ngaco!" Cetus Rival dan langsung berdiri tegak.


"Lalu, apa itu kak Re?" Tanya Bara yang sukses membuat keduanya saling bertatapan hingga beberapa menit lamanya.


"Jadi kak Resi orangnya?" Tanya Bara memastikan.


"Abang Bara, abang Rival, ayo cepat kemari!" Panggil Kinan dengan suara lantang.


"Iya sebentar!" Jawab Rival lalu segera menghampiri Kiana dengan diikuti oleh Bara.


"Lihatlah, kupu-kupunya cantik banget!" Jelas Kiana.


"Tapi kamu lebih cantik loh!" Ujar Bara yang langsung membuat Kiana tersenyum merekah.


"Ayo pulang!" Ajak Resi yang datang menghampiri mereka bersama juga dengan Alea dan Ira tentunya.


"Hmmmm ayo pulang, Kia duluan ya abang, bye kak Ira..." Jelas Kiana.


"Hmmm hati-hati sayang!" Pesan Ira.

__ADS_1


"Kalian juga hati-hati di jalan." Jelas Resi dan lekas pergi bersama Kiana.


"Lalu kalian?" Tanya Ira.


"Alea, aku duluan ya, soalnya ada hal yang harus aku selesaikan, Bara jaga kak Ira baik-baik, bye..." Jelas Rival yang bahkan langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Alea.


"Kalian nggak berengan tadi?" Tanya Ira.


"Nggak kak, kami pakek mobil masing-masing, kalau gitu aku juga pamit, aku duluan ya Bar." Jelas Alea.


"Hmmm sampai jumpa besok di sekolah, bye!" Jelas Bara dengan melambaikan tangannya pada Alea yang perlahan mulai meninggalkan mereka berdua.


"Aku jadi nggak tega sama Lea!" Jelas Bara dengan masih menatap pada sosok Alea yang semakin menghilang dari pandangannya.


"Apa kita sepemikiran?" Tanya Ira.


"Apa kamu juga berpikiran begitu?" Tanya Bara.


"Hmmmmmm!" Ujar keduanya hampir bersamaan dengan membuang nafas kasar.


"Ayo!" Ajak Bara yang langsung merangkul bahu Ira agar tidak ada lagi jarak yang memisahkan keduanya.


"Kemana?" Tanya Ira namun tetap mengikuti langkah Bara.


"Melanjutkan kencan romantis kita." Jawab Bara.


"Benarkah? Kalau begitu ayo lanjut ke tempat selanjutnya." Ajak Ira.


"Tempat selanjutnya? Emang kamu mau kemana lagi?" Tanya Bara.


"Ke hati mu!" Jelas Ira dengan gelak tawa dan langsung memeluk tubuh Bara.


"Jangan mancing deh! Ayo pulang!" Ujar Bara lalu membalas pelukan hangat sang istri tercinta.


_________


Setelah lebih dulu mengantar Kiana pulang, kini mobil Resi mulai memasuki halaman rumahnya dan berhenti tepat di depan rumah. Resi yang baru keluar dari mobil langsung disambut oleh kedatangan Rival yang terlihat sedang menunggu dirinya di teras rumah. Sejenak berdiam lalu Resi kembali melangkah menghampiri Rival yang sejak tadi terlihat terus saja mondar mandir.


"Lagi ngapain?" Tanya Resi.


"Nungguin kak Re." Jawab Rival simpel.


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu? Alea mana?" Tanya Resi yang perlahan berjalan menuju kursi.


Resi yang baru saja ingin duduk langsung dicegah oleh Rival, tangan Rival dengan spontan menyentuh lengan kanan Resi.


"Sepertinya aku menyukai kak Resi." Jelas Rival dengan suara yang begitu pelan ia bahkan sama sekali tidak berani menatap sosok Resi.


"Sepertinya?" Tanya Resi dengan perlahan menarik tangannya dari genggaman Rival.

__ADS_1


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2