Dicerai Karena Miskin

Dicerai Karena Miskin
Bab 27. Kata Talak untuk Maria


__ADS_3

"Apa, pisah...?" ucap Bu Sari kaget. "Ibu kecewa padamu, Desta. Kamu melepaskan wanita sebaik Lilis. Dan demi uang, kamu menikahi Maria."


"Makanya, Desta menyesal sekarang. Maria memang tidak sebaik Lilis. Ibu tahu, Lilis pergi kemana, Bu?" tanya Desta perlahan mengorek informasi dari ibunya.


"Setahu ibu, dia pergi merantau ke kota B."


"Jauh banget, Bu. Naik pesawat bisa 3 jam lebih itu."


"Benar. Tapi, dia sudah sukses sekarang. Sudah memiliki usaha sendiri dan rumah sendiri. Ibu benar-benar kagum pada tekad Lilis setelah kamu tinggalkan."


"Berarti, Desta ikut andil dong, dalam keberhasilan Lilis sekarang," ucap Desta memuji dirinya sendiri.


"Dasar anak tidak tahu diri. Kamu itu andil bikin susah Lilis bukan bikin sukses Lilis," ucap Bu Sari kesal.


"Sebelas dua belas itu, Bu," jawab Desta sambil tersenyum.


"Apanya yang sebelas dua belas. Sudah, jangan menghayal lagi. Kamu nanti makan malam disini?"


"Baik, Bu. Bu, seandainya Desta rujuk dengan Lilis, bagaimana menurut ibu?"


"Apa benar kamu berniat rujuk dengan Lilis? Ibu senang sekali mendengarnya. Tapi, apa Maria akan baik-baik saja dan menerima keputusanmu? Awas saja kalau kamu menyakiti Lilis lagi."


"Tentu saja tidak. Yakin Desta sudah tobat, Bu. Desta akan menjadi suami yang baik untuk Lilis."


"Syukurlah kalau begitu. Ibu kangen sama Naina. Kenapa dulu kamu mesti tidak mengakui Naina sebagai anakmu? Jelas-jelas Naina itu anakmu. Kita semua tahu, sifat Lilis itu seperti apa. Yang selingkuh itu kamu, bukan Lilis kan?"


"Iya-iya, Bu. Ibu membuat Desta seperti seorang penjahat saja. Memang Desta yang salah. Karena itu, Desta ingin meminta maaf pada Lilis dan Naina. Apa ibu tahu alamat Lilis di kota B?"


"Tahu. Nanti ibu berikan alamatnya padamu. Ingat, jangan sakiti Lilis lagi."


"Kalau aku jadi Mbak Lilis, aku ndak akan menerima Mas Desta lagi," suara Tari mengagetkan ibu dan Desta.


"Bicara apa kau, Tari. Kau itu adikku, berilah dukungan untuk kakakmu ini. Bukan malah mengecilkan harapan kakakmu," kata Desta terlihat kesal.


"Ini cara pandang Tari sebagai sesama perempuan kak. Lagian, Tari dengar, istrinya kak Desta lagi hamil. Mau kakak tinggalin sama kayak mbak Lilis dulu? Ingat anak, kak. Kakak sudah pernah melakukan kesalahan, apa kini mau mengulangi lagi?"

__ADS_1


"Ah, bodo amat. Tari, nggak usah ceramahi kakak. Kakak nggak butuh. Mending kamu diam saja."


"Desta, benar juga kata adikmu. Sebaiknya kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama. Meskipun, ibu ingin sekali melihat kamu dan Lilis bisa rujuk, tetapi anak Maria juga perlu ayahnya," ucap sang ibu sambil menaruh makanan dimeja makan.


"Ibu, kenapa ibu ikut-ikutan memojokkan Desta. Aku dan Maria, sudah tidak ada kecocokan lagi. Kami sering bertengkar hanya karena masalah sepele. Desta bosan, Bu dengan semua ini."


"Dalam pernikahan memang akan ada pertengkaran, perbedaaan pendapat, dan itu wajar Desta. Jika bertengkar langsung memutuskan berpisah, berapa banyak pasangan di dunia ini yang akan bercerai. Kalian harus bisa mencari jalan keluar yang terbaik. Berpisah itu jalan terakhir. Jangan mengulangi kesalahan yang sama seperti kata Tari, adikmu."


"Sudahlah Bu. kalau kalian terus begini, mendingan aku pergi saja."


Desta merasa kesal karena ibu dan adiknya terus menasehatinya. Dia hendak melangkah pergi ketika dia ingat, ibunya belum memberinya alamat Lilis di kota B.


"Oh...hampir lupa. Alamat Lilis," kata Desta sambil melihat ke arah ibunya.


Bu Sari menghela nafas berat. Desta memang sulit dinasehati, padahal itu juga untuk kebaikannya.


"Tari, tolong ambilkan ibu kertas sama pulpen ya. Pulpennya bisa pinjem punyamu."


"Baik, Bu."


"Makan dulu, sebelum pergi," ajak Bu Sari.


"Baiklah, Desta juga sudah lapar," jawab Desta sambil tersenyum melihat alamat Lilis sudah ada di tangannya.


"Desta makan dulu, Bu. Soalnya nanti ada hal yang harus Desta urus."


"Ya, sudah. Kamu makan dulu, biar ibu temenin."


Desta makan duluan karena dia sudah memiliki rencana untuk membeli tiket ke kota B. Tentu saja untuk menemui Lilis.


Selesai makan, Desta segera pamit pulang. Namun dia tidak segera pulang tetapi meminta bantuan Feri untuk membelikannya tiket ke kota B secara online. Wajah Desta tampak ceria, karena besok pagi, Desta akan pergi mengejar mantan istrinya kembali.


***


Didalam pesawat, Desta tersenyum sambil melihat ke arah luar. Dia sekarang terbang menuju tujuannya yang dia yakini akan dia dapatkan. Dengan berbekal uang 10 juta dari Maria, Desta pergi pagi-pagi sekali agar tidak ketinggalan pesawat.

__ADS_1


Namun, raut mukanya tiba-tiba berubah ketika mengingat kejadian semalam di rumah Maria.


Flashback on.


Desta pulang dan langsung mengemasi pakaiannya tanpa peduli Maria yang penuh tanda tanya memperhatikannya. Sampai akhirnya, Maria memberanikan diri bertanya pada suaminya.


"Mas, untuk apa mengemasi pakaian sebanyak itu. Mas mau kemana?"


"Mas mau rujuk dengan Lilis."


"Apa, rujuk. Lalu aku dan bayiku bagaimana, mas?" Maria memegangi perutnya yang mulai terlihat buncit.


"Jangan jadikan Bayimu sebagai alasan menghentikan aku sekarang. Karena aku tidak peduli dengan semua itu. Contohlah Lilis, dulu aku tinggalkan dia bersama bayinya. Sekarang, dia telah sukses dan memiliki uang yang banyak," ucap Desta .


"Mas, jadi kamu memperlakukan aku seperti ini, karena aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi? Kamu ingin kembali pada Mbak Lilis karena sekarang dia sudah kaya?" tanya Maria sambil mengusap air matanya.


"Dari awal, apa yang kita lakukan memang sudah salah. Aku hanya ingin memperbaiki kesalahan yang pernah aku lakukan."


"Kamu dulu yang bilang, kalau Lilis wanita yang jahat. Karena itu, aku menerima kamu. Jadi, siapa yang salah?"


"Baik, aku mengaku salah. Dan semua adalah salahku. Jadi, hubungan kita memang sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan. Malam ini, aku talak kamu. Mulai saat ini, kita hidup dijalan masing-masing. Aku akan pergi," ucap Desta sambil menatap Maria.


Desta lega, setelah selesai merapikan tasnya sekaligus sudah mentalak Maria.


"Mas, bagiamana mungkin kamu menjatuhkan talak padaku? Aku sedang hamil, mas," tanya Maria merasa telah diperlakukan tidak adil oleh.


"Setelah aku pergi, aku tidak terikat padamu lagi. Kita cuma menikah siri. Aku tidak punya tanggungjawab atas kamu dan bayimu. Kamu juga tidak bisa menuntutku," kata Desta setengah tertawa membuat Maria semakin sakit hati.


"Mas, kamu memang jahat. Kamu sudah menyakiti 2 wanita. Lilis dan aku. Pergilah, aku ingin lihat, apakah kamu bisa mendapatkan maaf dari Lilis," ucap Maria penuh kekecewaan.


Mendengar perkataan Maria, Desta sangat kesal. Namun, itu lebih baik daripada Maria terus menempel padanya dan tidak membiarkan dia pergi.


Maria, Aku mencintai Lilis. Walaupun aku juga menginginkan uangnya. Aku ingin keduanya, aku tidak akan menyerah semudah itu. Meskipun jika Lilis menolak ku.


Flashback off.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2